GPNesia.com – Pembalap muda Brasil, Gabriel Bortoleto, baru-baru ini membuka cerita mengenai hubungan dekatnya dengan juara dunia Formula 1 empat kali, Max Verstappen.
Menurutnya, pembalap Red Bull tersebut bukan hanya rekan di dunia balap, tetapi juga sosok mentor yang memberikan pengaruh besar terhadap perjalanan kariernya hingga mencapai level tertinggi motorsport.
Perjalanan Gabriel Bortoleto menuju Formula 1 memang terbilang impresif. Pada usia 21 tahun, ia berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih gelar juara Formula 3 dan Formula 2 secara beruntun.
Kesuksesan itu kemudian mengantarkannya mendapatkan kursi balap di tim yang sebelumnya dikenal sebagai Stake dan kini menjadi bagian dari proyek besar Audi setelah pabrikan asal Jerman tersebut resmi masuk ke Formula 1 pada musim 2026.
Audi datang dengan ambisi besar untuk menjadi penantang utama di Formula 1, bahkan telah menetapkan target meraih gelar juara dunia pada tahun 2030.
Dalam proyek jangka panjang tersebut, Bortoleto dipandang sebagai salah satu figur penting yang akan membantu mewujudkan visi tim di masa depan.
Namun, jauh sebelum bergabung dengan proyek Audi, Verstappen sudah memiliki peran penting dalam perkembangan karier pembalap Brasil itu.
Sejak masa-masa awal perjalanan balapnya, Verstappen kerap memberikan berbagai masukan dan nasihat yang membantu Bortoleto berkembang sebagai pembalap maupun sebagai pribadi.
Dalam wawancara eksklusif bersama RacingNews365, Gabriel Bortoleto menjelaskan bahwa hubungan mereka telah berkembang melampaui sekadar relasi profesional.
Ia menyebut Verstappen sebagai seorang sahabat yang kehadirannya sangat berarti dalam kehidupannya, baik di dalam maupun di luar lintasan.
“Pertama-tama, dia adalah seorang teman,” ujar Bortoleto. “Dunia balap mempertemukan kami, dan saya sangat menikmati waktu bersama dengannya di luar lintasan untuk bermain dan bersenang-senang.”
Bortoleto juga menegaskan bahwa Verstappen merupakan sosok mentor yang terus memberikan arahan penting sepanjang kariernya.
Berbagai nasihat yang diterimanya sejak usia muda disebut telah membantu banyak aspek perjalanan profesionalnya, termasuk dalam urusan kontrak dan berbagai keputusan penting lainnya yang kerap ia diskusikan dengan pembalap asal Belanda tersebut.
Pembalap Audi itu bahkan mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas dukungan yang diberikan Verstappen selama ini. Menurutnya, tidak banyak orang yang bersedia membantu tanpa mengharapkan imbalan apa pun.
“Dia adalah orang yang melakukan banyak hal untuk Anda tanpa mengharapkan apa pun sebagai balasan. Orang-orang seperti itu sangat istimewa, dan saya akan selalu berterima kasih kepadanya sepanjang hidup saya,” kata Bortoleto.
Ia juga berharap suatu saat nanti dapat memberikan bantuan serupa kepada generasi pembalap muda berikutnya, sebagaimana yang telah dilakukan Verstappen terhadap dirinya selama bertahun-tahun.
Pernyataan tersebut memperlihatkan sisi lain dari Verstappen yang jarang terekspos publik.
Di balik reputasinya sebagai salah satu pembalap paling kompetitif di Formula 1, Verstappen dinilai memiliki karakter yang peduli terhadap orang-orang di sekitarnya dan bersedia memberikan dukungan kepada talenta muda yang membutuhkan bimbingan.
Meski demikian, persahabatan erat itu tidak mengurangi intensitas persaingan ketika keduanya berada di lintasan. Bortoleto menegaskan bahwa begitu balapan dimulai, hubungan pertemanan harus dikesampingkan demi profesionalisme dan semangat kompetisi.
“Saat visor ditutup dan saya melihatnya di lintasan, dia akan balapan dengan keras melawan saya, dan saya juga akan melakukan hal yang sama terhadapnya. Kami tetap saling menghormati, tetapi selalu kompetitif dan itu menyenangkan,” ungkapnya.
Hubungan mereka juga memiliki batasan tertentu karena membela tim yang berbeda. Sebagai pembalap yang berada dalam lingkungan kompetitif Formula 1, ada informasi yang tidak bisa dibagikan secara bebas demi menjaga kepentingan masing-masing tim.
Meskipun demikian, Bortoleto menjelaskan bahwa komunikasi di antara mereka tetap terbuka dalam batas yang wajar. Hal-hal yang tidak berkaitan dengan rahasia tim masih sering dibahas untuk saling membantu dan bertukar pandangan.
“Dia sangat terbuka, tentu saja dengan batasan tertentu. Kami membela tim yang berbeda sehingga tidak mungkin berbagi semuanya. Namun, untuk hal-hal yang bisa kami bagikan dan dapat membantu satu sama lain, saya rasa kami cukup sering melakukannya,” tutup Gabriel Bortoleto.
