GPNesia.com – Setelah memastikan Tech3 mengamankan kerja sama kontrak dengan KTM untuk era MotoGP 850cc yang akan datang, Guenther Steiner menegaskan bahwa perhatian tim kini mulai dialihkan pada penyusunan komposisi pembalap untuk musim 2027.
Dalam pernyataannya, Guenther Steiner menyebut bahwa kepastian kontrak dengan KTM menjadi langkah awal penting, dan tahap berikutnya adalah menentukan siapa saja pembalap yang akan mengisi kursi tim di masa depan.
Mengutip laporan Crash.net, Steiner menekankan bahwa fokus utama saat ini bukan lagi soal pabrikan, melainkan line-up pembalap.
Situasi di Tech3 saat ini masih terbuka lebar. Dua pembalap yang sedang membela tim, Enea Bastianini dan Maverick Viñales, masih berada dalam pusaran bursa transfer.
Bastianini dikaitkan dengan kemungkinan pindah ke Trackhouse, sementara Viñales masih berpeluang dipertahankan sebagai bagian dari tim satelit KTM, meski belum ada keputusan resmi yang diumumkan.
Guenther Steiner menyoroti bahwa keputusan terkait Viñales belum diambil.
Ia menyebut pembalap Spanyol itu sebagai kandidat kuat karena pengalaman panjangnya bersama tim serta kualitasnya sebagai pembalap berpengalaman.
Namun ia juga menekankan kondisi kebugaran Viñales yang sempat terganggu cedera, sehingga proses pemulihan menjadi faktor penting sebelum kembali bersaing secara penuh.
Viñales sendiri diketahui mulai kembali mengumpulkan poin setelah menjalani operasi bahu di Catalunya, meski belum berhasil meraih poin di Mugello. Kondisi ini menjadi bahan evaluasi bagi Tech3 dalam menentukan masa depannya.
Di sisi lain, nama pembalap pabrikan KTM, Brad Binder, juga muncul sebagai opsi potensial berkat pengalamannya menggunakan motor RC16.
Namun, Tech3 juga membuka peluang berbeda dengan mempertimbangkan pembalap muda dari Moto2 sebagai investasi jangka panjang.
Guenther Steiner bahkan secara terbuka menyatakan bahwa ia cukup terbuka memberi kesempatan kepada pembalap Moto2 untuk naik kelas ke MotoGP.
Ia menilai bahwa tim seperti Tech3 mungkin tidak selalu bisa mendapatkan nama-nama besar, sehingga kombinasi antara pengalaman dan talenta muda menjadi strategi yang realistis.
Beberapa nama dari Moto2 seperti David Alonso, Dani Holgado, dan Izan Guevara diperkirakan sudah mengamankan kursi MotoGP 2027. Namun masih ada kandidat lain seperti Manuel Gonzalez dan Senna Agius yang tetap menjadi sorotan.
Menutup komentarnya, Guenther Steiner menegaskan bahwa latar belakang negara pembalap bukanlah faktor utama dalam seleksi.
Menurutnya, yang paling penting adalah kualitas dan bakat, bukan paspor. Ia juga menambahkan bahwa dalam proses ini, Tech3 berada dalam posisi yang cukup tenang karena banyak tim lain sudah lebih dulu mengunci pembalap mereka, sehingga keputusan akhir harus benar-benar tepat dan strategis.
