GPNesia.com – Pembalap Ducati, Francesco Bagnaia, mengungkap perubahan setelan motor yang dinilainya berperan penting dalam keberhasilannya meraih podium pertamanya pada musim MotoGP 2026 di Sirkuit Mugello.
Rider asal Italia itu menunjukkan performa kompetitif sepanjang balapan dan sempat memimpin jalannya grand prix sebelum akhirnya harus puas finis di posisi ketiga.
Dalam balapan utama yang berlangsung pada Minggu, Francesco Bagnaia memimpin lomba selama sepuluh lap. Namun, posisinya kemudian direbut oleh dua pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi dan Jorge Martin.
Menjelang akhir balapan, Bagnaia juga mendapat tekanan kuat dari Ai Ogura yang tampil sangat cepat pada lap-lap penutup.
Melalui tayangan terbaru serial Inside Ducati di YouTube, juara dunia MotoGP dua kali itu terlihat berbincang dengan kepala krunya, Cristian Gabarrini, di area parc ferme setelah balapan berakhir.
Dalam percakapan tersebut, Gabarrini menanyakan perkembangan yang dirasakan pada bagian depan motor.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Bagnaia menjelaskan bahwa tim telah menemukan solusi yang memberikan dampak positif terhadap performa motor.
Ia mengatakan bahwa Ducati berhasil membuat kemajuan setelah melakukan perubahan distribusi beban ke bagian depan.
“Kami telah melangkah maju… Dengan menggeser berat badan ke depan, kami telah meningkat,” ujar Bagnaia dikutip dari Crash.net.
Perubahan keseimbangan motor tersebut tampaknya memberikan peningkatan kepercayaan diri saat memasuki tikungan dan membantu meningkatkan respons bagian depan motor.
Meski demikian, pembalap Italia itu mengaku masih menghadapi kendala lain, terutama terkait cengkeraman ban belakang pada fase akhir balapan.
Setelah perlombaan usai, Francesco Bagnaia juga berdiskusi dengan rekan setimnya di Ducati, Marc Marquez.
Dalam percakapan itu, Bagnaia menanyakan apakah Marquez mengalami masalah serupa pada ban belakang selama balapan berlangsung.
Marquez, yang sedang menjalani masa comeback setelah operasi bahu, mengakui bahwa performanya juga menurun ketika balapan memasuki sepuluh lap terakhir.
Namun, menurutnya kondisi tersebut lebih banyak dipengaruhi oleh dirinya sendiri daripada performa ban.
“Saya menyerah saat tersisa 10 lap… Ya, ban belakang memang turun, tapi itu lebih karena saya sendiri daripada bannya,” kata Marquez.
Pembalap Spanyol tersebut juga mengaku melihat Bagnaia mengalami kesulitan yang sama pada bagian belakang motor selama balapan berlangsung.
“Saya melihat Anda kesulitan [dengan bagian belakang],” tambah juara bertahan tersebut.
Percakapan keduanya kemudian berlanjut dengan suasana santai ketika membahas penampilan impresif Ai Ogura pada lap-lap terakhir.
Pembalap Jepang itu tampil sangat cepat dan berhasil memangkas jarak yang cukup jauh untuk memberikan tekanan kepada para pembalap di depan.
“Ogura menyalipku; dia tertinggal empat detik!” kata Bagnaia.
Marquez lalu menanggapi dengan nada bercanda.
“Ogura menyalipku seperti pesawat [yang lewat]!” ujar Marquez.
Bagnaia kemudian menyoroti kecepatan luar biasa yang ditunjukkan Ogura pada akhir perlombaan.
“Dia mencatatkan waktu 46,6 detik di akhir perlombaan,” tambahnya.
Catatan waktu tersebut menunjukkan betapa kompetitifnya Ogura pada lap-lap penutup. Pembalap Jepang itu bahkan lebih cepat satu detik dibandingkan Bagnaia pada lap sebelum terakhir.
Momentum tersebut membantunya melakukan manuver menyalip pembalap Ducati itu di tikungan terakhir pada lap berikutnya.
Meski kehilangan posisi sesaat, Bagnaia tetap mampu menjaga ketenangannya. Dengan pengalaman dan kontrol yang dimilikinya, ia segera merespons serangan Ogura dan berhasil merebut kembali posisi tersebut sebelum garis finis.
Hasil finis ketiga di Mugello menjadi pencapaian penting bagi Bagnaia di musim 2026.
Selain menghadirkan podium pertamanya tahun ini, hasil tersebut juga memberikan indikasi bahwa perubahan setelan yang diterapkan Ducati mulai menunjukkan hasil positif, terutama dalam meningkatkan rasa percaya diri pembalap pada bagian depan motor.
Namun demikian, tantangan terkait daya cengkeram ban belakang masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan Ducati untuk menghadapi balapan-balapan berikutnya.












