Fernando Alonso Pilih Membela Honda di Tengah Krisis Aston Martin

Fernando Alonso Aston Martin
Fernando Alonso Honda Aston Martin. Foto: F1

GPNesia.com – Sepuluh tahun setelah melontarkan kritik keras kepada Honda di tengah krisis, Fernando Alonso kini justru mengejutkan banyak pihak.

Saat Aston Martin menghadapi awal musim yang kacau dengan mesin Jepang mereka, pembalap asal Spanyol itu memilih turun langsung… bukan untuk menyalahkan, melainkan membela pemasok mesinnya.

Kemiripan situasi ini sulit untuk diabaikan. Pada 2015, Fernando Alonso meledak lewat radio dengan ungkapan terkenalnya “mesin GP2”.

Memasuki 2026, kondisi terasa begitu serupa: performa yang kurang, persoalan keandalan, hingga getaran mengkhawatirkan yang bahkan disorot oleh Adrian Newey.

Namun kali ini, pesan yang disampaikan sangat berbeda.

“Ini Formula 1… ketika Anda menang, Anda seperti dewa, ketika segalanya berjalan buruk, semuanya akan terasa berlipat ganda dampaknya.”

Dengan nada yang lebih jernih, Fernando Alonso mengakui kerasnya sorotan dari luar… tetapi kini menolak untuk memperbesar kontroversi yang ada.

Pertahanan yang Disengaja dan Strategis

Alih-alih menunjuk Honda sebagai pihak yang harus disalahkan, juara dunia dua kali tersebut justru mengambil pendekatan kolektif.

“Kita adalah satu tim… saya akan berusaha membantu Honda semaksimal mungkin,” katanya seperti GPNesia.com kutip dari PaddockGP, Rabu (22/4/2026).

Perubahan sikap ini menjadi sorotan utama. Alonso menekankan pentingnya kolaborasi antara sasis dan mesin, bahkan menyebut adanya mobilisasi internal demi mendukung pengembangan sistem tenaga.

Menurutnya, kritik yang ia lontarkan di masa lalu kerap disalahpahami. Ia menilai bahwa saat ini orang bisa saja menganggap dirinya sudah benar sejak sepuluh tahun lalu.

Sebuah pendekatan yang seolah menulis ulang narasi lama… tanpa benar-benar menyangkal masa lalu.

Awal Musim di Bawah Tekanan Tinggi

Di balik pernyataan tersebut, fakta di lintasan tetap tidak berubah. AMR26 masih mengalami kesulitan, performanya menurun, dan bahkan muncul kekhawatiran terkait kondisi fisik pembalap akibat getaran yang terjadi.

Meski demikian, Fernando Alonso tidak ingin terjebak dalam kepanikan. Ia mengakui bahwa awal musim memang berat, tetapi juga menegaskan bahwa perbaikan tidak bisa terjadi secara instan.

Pernyataannya terdengar realistis, nyaris pasrah, namun tetap berorientasi pada tujuan jangka panjang.

Dengan sikap melindungi Honda, Alonso mengirimkan pesan kuat: kali ini ia tidak akan meninggalkan timnya. Kini tinggal menunggu apakah solidaritas tersebut cukup untuk membawa Aston Martin keluar dari badai… atau justru membuat sejarah kembali terulang.

Baca berita terbaru hari ini seputar MotoGP, Moto2, Moto3, F1 dan Otomotif di GPNesia.com melalui Google News + Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain GPNesia.com.
Exit mobile version