GPNesia.com – Pembalap tuan rumah Enea Bastianini harus mengakhiri balapan Sprint MotoGP Italia 2026 tanpa poin setelah mengalami kecelakaan di Sirkuit Mugello.
Insiden tersebut terjadi saat ia berusaha mempertahankan posisinya di zona poin, setelah sempat menjadi pembalap KTM tercepat pada lap-lap awal.
Bastianini yang membela tim Tech3 KTM tampil cukup menjanjikan di awal Sprint dan sempat berada di kelompok depan.
Namun, peluangnya sirna ketika ia terjatuh pada lap kelima saat duel dengan Pedro Acosta. Motornya terlempar dan terguling di area gravel, membuatnya gagal melanjutkan balapan.
Dalam momen sebelum kecelakaan, ia terlihat mengambil jalur sangat melebar saat memasuki Tikungan 10.
Situasi itu sempat menimbulkan dugaan adanya kesalahan teknis dalam pengereman, meski sang pembalap menegaskan bahwa itu merupakan gaya balap normalnya untuk memaksimalkan lebar lintasan.
Usai balapan, Enea Bastianini mengakui bahwa manuver tersebut bukan langkah terbaik untuk menjaga kecepatan dalam kondisi balapan.
Ia menyebut kesalahan itu juga dipengaruhi oleh ambisinya tampil maksimal di hadapan publik sendiri di Mugello.
“Biasanya saya memang mencoba menggunakan seluruh lintasan saat masuk tikungan, tetapi itu bukan manuver yang ideal untuk kecepatan balap. Saya tahu saya melakukan kesalahan hari ini, apalagi ini GP kandang saya,” ujarnya, merujuk laporan Crash.net.
Performa pembalap Italia tersebut sebenarnya cukup kuat pada hari Jumat, ketika ia menempati posisi ketiga dalam sesi latihan.
Optimisme sempat terbawa ke hari Sabtu, namun situasi berbalik drastis karena ia kesulitan bersaing dan tertahan di bagian belakang sebelum akhirnya terjatuh.
Ia juga menyoroti masalah utama pada motor KTM yang menurutnya masih belum konsisten dalam hal kemampuan berbelok. Hal tersebut membuatnya kesulitan menjaga ritme ketika mengikuti pembalap lain di lintasan.
Selain itu, Enea Bastianini menjelaskan bahwa ketika Fermin Aldeguer menyalipnya di lap awal, ia berusaha mengikuti namun kehilangan kenyamanan saat menikung.
Ia sempat mencoba mengatur ulang strategi dengan menunggu momen yang lebih tepat, tetapi kecelakaan terjadi lebih dulu.
Menjelang balapan utama hari Minggu, pembalap Tech3 KTM itu masih belum yakin dengan pilihan strategi, termasuk penggunaan ban medium yang sudah diuji pada sesi latihan.
Ia mengaku masih membutuhkan data tambahan untuk memahami perilaku ban secara lebih konsisten.
Menurutnya, ban belakang soft memang lebih agresif namun cenderung membuat bagian depan motor sulit dikendalikan. Karena itu, ia berharap dapat menemukan setelan yang lebih stabil untuk menghadapi balapan utama.
Dengan hasil ini, Enea Bastianini harus berjuang lebih keras untuk bangkit pada balapan berikutnya di hadapan publik Mugello, setelah Sprint yang berakhir tanpa poin akibat kecelakaan di tengah persaingan ketat.
