GPNesia – Borgo Panigale kembali berada dalam sorotan besar jelang Grand Prix MotoGP di Sirkuit Jerez-Angel Nieto. Pabrikan yang identik dengan kekuatan mesin merah itu, Ducati, tercatat belum kembali mencicipi kemenangan Grand Prix sejak 2021. Bahkan, jika ditarik lebih jauh, mereka mengalami periode tanpa podium yang jauh lebih panjang, yakni sejak 2014. Catatan tersebut menjadi pengingat bahwa dominasi yang kini mereka nikmati tidak sepenuhnya tanpa celah.
Dalam beberapa musim terakhir, Ducati dikenal sebagai kekuatan paling dominan di lintasan MotoGP. Namun, paradoksnya, mereka justru tengah menghadapi rangkaian hasil yang tak sejalan dengan ekspektasi tinggi pabrikan asal Bologna tersebut. Target utama kini jelas: mengakhiri penantian podium dan kemenangan yang kembali terasa mengganggu ritme tim pabrikan.
Ducati Lenovo Team yang diperkuat duet Marc Marquez dan Francesco Bagnaia belum berhasil menembus podium pada balapan hari Minggu sejak Grand Prix Jepang 2025. Situasi ini menjadi rekor penantian podium terpanjang mereka sejak periode Aragon 2012 hingga Qatar 2014. Lebih luas lagi, Ducati juga belum meraih kemenangan dalam lima Grand Prix terakhir, di tengah laju impresif Marco Bezzecchi bersama Aprilia Racing yang justru sedang berada di puncak performa.
Marc Marquez sendiri memiliki catatan menarik. Pembalap bernomor #93 itu terakhir kali mengalami puasa kemenangan lebih dari enam seri Grand Prix pada rentang Aragon 2020 hingga Portugal 2021. Pada periode tersebut, terdapat delapan balapan tanpa kemenangan di antara sukses Danilo Petrucci di GP Prancis 2020 dan Jack Miller di GP Spanyol musim 2021.
Jika melihat ke belakang, kemenangan terakhir Jack Miller di Spanyol seakan menjadi titik awal era keemasan Ducati modern. Meski saat itu gelar juara dunia justru direbut Fabio Quartararo bersama Yamaha, performa pabrikan Italia tersebut terus berkembang hingga menjadi kekuatan utama MotoGP sejak 2021.
Francesco Bagnaia, Jorge Martin, hingga Marc Marquez telah menyumbang gelar dunia di atas motor Desmosedici GP dalam rentang 2022 hingga 2025. Namun, di tengah dominasi tersebut, Aprilia kini muncul sebagai penantang serius yang mulai mengganggu stabilitas puncak klasemen.
Memasuki seri Eropa, fokus kembali tertuju pada Ducati dan peluang mereka untuk bangkit di Jerez. Sirkuit ini juga menjadi panggung penting bagi dua pembalap tuan rumah, Marc Marquez dan Alex Marquez dari BK8 Gresini Racing MotoGP. Alex sendiri menjadi sorotan setelah tampil sebagai runner-up musim lalu dan berstatus pemenang GP Spanyol sebelumnya.
Rider bernomor #73 itu sempat menjadi bintang pada musim 2025, meski awal musim 2026 berjalan kurang ideal baginya. Dengan catatan tersebut, ia tetap menjadi salah satu kandidat kuat untuk kembali bersaing di barisan depan, terutama di lintasan yang historis baginya.
Di sisi lain, Marc Marquez berupaya memperbaiki hasil finis ke-12 pada GP Spanyol musim lalu. Dengan waktu pemulihan tambahan selama tiga minggu pasca cedera bahu, serta proses pemulihan dari insiden FP1 di COTA, performa sang juara dunia bertahan menjadi salah satu perhatian terbesar di Jerez.
Meski sempat mengalami gangguan pada awal balapan di Austin, kecepatan balap Marquez pada hari Minggu dinilai masih kompetitif. Hingga saat ini, ia telah mengoleksi dua kemenangan Sprint Race di Buriram dan Goiania, Brasil, namun kemenangan Grand Prix masih menjadi target utama yang belum tercapai.
Sementara itu, Fabio Di Giannantonio dari Pertamina Enduro VR46 Racing Team mulai disebut sebagai salah satu harapan terbesar Ducati untuk kembali ke podium tertinggi. Konsistensinya dengan dua pole position beruntun serta kemampuan memimpin klasemen internal Ducati membuatnya menjadi ancaman serius di Jerez, terutama setelah tampil kuat di Amerika Serikat dan Brasil.
Bagnaia juga kembali menjadi pusat perhatian, mengingat rekam jejak impresifnya di Jerez dengan tiga kemenangan beruntun pada 2022, 2023, dan 2024. Pertanyaannya kini adalah apakah ia mampu mengulangi performa tersebut di tengah tekanan kompetisi yang semakin ketat.
Di kubu lain, Fermin Aldeguer dari BK8 Gresini Racing MotoGP juga menjadi sorotan setelah menjalani masa pemulihan akibat cedera patah tulang paha. Tambahan waktu istirahat diyakini dapat membantu pembalap muda Spanyol itu kembali ke kondisi terbaiknya di seri kandang.
Dengan banyaknya variabel yang belum terjawab, MotoGP Jerez dipastikan menjadi salah satu seri paling penting dalam kalender musim ini. Persaingan ketat antara Ducati, Aprilia, dan para pembalap papan atas lainnya akan menjadi penentu arah musim 2026.
Selain itu, kehadiran Jorge Martin yang tampil di kandang sendiri menambah dinamika persaingan, terlebih ia juga berambisi menantang rekan setimnya Marco Bezzecchi yang tengah berada dalam performa puncak.
Balapan Estrella Galicia 0,0 Grand Prix Spanyol yang digelar pada 26–28 April ini diprediksi akan menjadi panggung penting untuk melihat apakah Ducati mampu kembali menemukan jalur kemenangan mereka. Dengan sejarah yang terus tercipta di setiap seri, Jerez berpotensi menjadi titik balik atau justru memperpanjang penantian panjang pabrikan Italia tersebut.
Baca berita terbaru hari ini seputar MotoGP, Moto2, Moto3, F1 dan Otomotif di GPNesia.com melalui Google News + Facebook







