Toprak Razgatlioglu Waspadai Tantangan Berat di MotoGP Spanyol 2026

Avatar photo
Toprak Razgatlioglu

GPNesia – Belum digelar, pembalap Pramac Racing Yamaha, Toprak Razgatlioglu, sudah memprediksi bahwa MotoGP Spanyol 2026 akan menjadi salah satu seri paling sulit yang dihadapinya musim ini.

Toprak Razgatlioglu menyoroti sejumlah kendala yang ia rasakan saat menjalani tes pramusim, terutama terkait adaptasi gaya balap.

Pembalap asal Turkiye tersebut mengungkapkan bahwa dirinya masih menggunakan pendekatan balap ala Superbike ketika pertama kali menjajal motor MotoGP di Sirkuit Jerez.

Menurut Toprak Razgatlioglu, gaya tersebut tidak sepenuhnya kompatibel dengan karakteristik motor MotoGP yang menuntut teknik berbeda, khususnya dalam menjaga kecepatan saat menikung.

Alih-alih menetapkan target tinggi, ia memilih bersikap realistis dengan menunggu performanya pada sesi pembuka. Seri MotoGP Spanyol sendiri dijadwalkan berlangsung pada 24-26 April mendatang.

“Mari kita lihat apa yang akan terjadi di Jerez, karena di Jerez semuanya akan sangat sulit,” ujar Razgatlioglu, dikutip dari Crash melalui GPNesia.com.

Ia menjelaskan bahwa pengalaman tes sebelumnya memberikan gambaran jelas tentang perbedaan signifikan antara motor Superbike dan MotoGP.

“Saya sudah melakukan tes dengan sepeda MotoGP di sana. Di sana, gaya membalap yang digunakan benar-benar berbeda dari Superbike. Anda harus menjaga kecepatan saat sedang membelok,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya proses adaptasi yang masih berlangsung. Ia berharap bisa lebih cepat menyesuaikan diri, mengingat saat tes sebelumnya ia masih mengandalkan insting balap Superbike.

“Mari kita lihat dulu apa yang bisa saya lakukan untuk sesi hari Jumat. Saya harap, saya bisa beradaptasi lebih cepat dengan gaya membalap ini. Pasalnya, pada tes saya masih menggunakan gaya balapan Superbike,” lanjutnya.

Tak hanya dari sisi pembalap, Razgatlioglu juga menyebut tim Yamaha terus berupaya melakukan peningkatan performa. Ia menilai perkembangan tersebut akan sangat menentukan daya saing mereka di lintasan.

“Yamaha juga berusaha keras untuk melakukan peningkatan. Yang terpenting, mari kita lihat seberapa besar peningkatan yang bisa kami dapatkan,” sambungnya.

Secara hasil, Razgatlioglu sebenarnya datang ke MotoGP Spanyol 2026 dengan bekal cukup positif. Pada seri Amerika Serikat di Circuit of The Americas (COTA) akhir Maret lalu, ia berhasil menjadi pembalap Yamaha dengan hasil terbaik.

Namun demikian, pencapaian tersebut belum mampu memuaskan dirinya. Ia menilai performa tim secara keseluruhan masih tertinggal jauh dari para pesaing.

“Saya memang finis di depan Quartararo, tetapi ini tetap bukanlah hal yang menyenangkan sebab Yamaha di belakang,” tegasnya.

Ia juga menyoroti selisih waktu yang cukup besar sebagai indikator bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

“Oke, saya memang pembalap nomor satu Yamaha, tetapi kami kalah 25 detik. Itu yang membuat saya tidak puas,” katanya.

Meskipun berhasil meraih satu poin, Razgatlioglu merasa hasil tersebut belum mencerminkan potensi yang diharapkan, terutama jika melihat performa tim secara keseluruhan.

“Satu poin memang akhirnya bisa saya dapatkan, namun rasanya masih kurang. Apalagi saat yang dibahas adalah Yamaha secara keseluruhan,” tutup Razgatlioglu.

Baca berita terbaru hari ini seputar MotoGP, Moto2, Moto3, F1 dan Otomotif di GPNesia.com melalui Google News + Facebook