GPNesia.com – Pembalap Ferrari, Charles Leclerc, akan menggunakan cakram rem produksi Carbone Industrie pada Grand Prix Spanyol di Sirkuit Barcelona-Catalunya akhir pekan ini.
Komponen tersebut merupakan spesifikasi yang sama dengan yang dipakai rekan setimnya, Lewis Hamilton, dalam beberapa balapan Formula 1 terakhir.
Keputusan itu diambil setelah pembalap asal Monako tersebut mengalami kesulitan menemukan kepercayaan diri saat melakukan pengereman dalam sejumlah seri terakhir.
Bahkan, Leclerc sebelumnya mengaitkan insiden kecelakaan yang dialaminya pada Grand Prix Monako pekan lalu dengan persoalan yang berkaitan dengan sistem pengereman mobilnya.
Charles Leclerc mengonfirmasi bahwa dirinya akan meninggalkan konfigurasi rem Brembo yang selama ini digunakan dan beralih ke material Carbone Industrie.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengevaluasi apakah perubahan komponen dapat membantu mengatasi masalah yang selama ini dirasakannya saat berada di lintasan.
“Saya rasa sekarang sudah cukup jelas bahwa kami kemungkinan akan melakukan sedikit perubahan pada konfigurasi,” ujar pembalap Ferrari itu kepada sejumlah media, termasuk Crash.net, di Barcelona.
Meski demikian, ia tidak berharap perubahan tersebut akan menghasilkan transformasi besar dalam performa mobilnya.
Menurut Leclerc, efek yang muncul kemungkinan lebih terasa dalam situasi tertentu yang berkaitan dengan pengelolaan pengereman.
“Seberapa besar dampaknya? Saya masih harus mencobanya terlebih dahulu dan melihat sejauh mana perbedaannya. Saya tidak mengharapkan sebuah revolusi, tetapi dalam beberapa kondisi tertentu saya memperkirakan sistem ini akan lebih mudah dikelola,” katanya.
“Akan saya lihat besok dan merasakan sendiri bagaimana hasilnya.”
Sementara itu, Hamilton mengungkapkan bahwa kedua pembalap Ferrari sebenarnya sudah sempat mencoba rem Carbone Industrie saat Grand Prix Jepang.
Namun pada saat itu, Leclerc memutuskan kembali memakai konfigurasi Brembo yang sebelumnya digunakan untuk balapan.
“Saya mengganti rem saya di Jepang,” kata juara dunia tujuh kali tersebut.
“Itu adalah sesuatu yang sudah lama saya minta. Saya melihat setiap elemen yang kami miliki dan mencoba menemukan cara untuk membuat semuanya menjadi lebih baik.”
Hamilton menegaskan bahwa pilihan sistem pengereman pada akhirnya sangat bergantung pada preferensi serta kenyamanan masing-masing pembalap.
“Pada akhirnya semuanya bergantung pada preferensi dan perasaan pembalap. Kami berdua sudah mencoba opsi yang saya gunakan untuk balapan. Charles akhirnya memilih untuk tidak menggunakannya dan tetap memakai konfigurasi yang dipakainya saat balapan.”
“Sekarang dia mengubah pikirannya. Bagi saya itu tidak berpengaruh. Itu juga bukan satu-satunya faktor yang menciptakan perbedaan.”
Menanggapi hal tersebut, Charles Leclerc tidak memberikan komentar terkait respons Brembo terhadap berbagai keluhan yang pernah disampaikannya.
Namun ia mengakui bahwa Ferrari kini memutuskan mengarahkan pengembangan mobilnya ke konfigurasi yang lebih mendekati pilihan Hamilton setelah dua akhir pekan balapan yang menghasilkan pengalaman berbeda bagi kedua pembalap tim tersebut.
“Itu merupakan keputusan yang kami buat sebagai tim untuk memisahkan konfigurasi kedua mobil, dan dua akhir pekan terakhir ternyata lebih sulit dibandingkan yang saya perkirakan sebelumnya,” ungkapnya.
“Sekarang kami akan bergerak ke arah yang dipakai Lewis.”
Ketika ditanya mengenai harapannya terhadap sistem pengereman yang baru, Leclerc menekankan bahwa faktor utama yang dibutuhkannya adalah konsistensi.
“Saya rasa secara umum yang Anda inginkan adalah konsistensi. Itu saja yang saya butuhkan,” ujarnya.
Selain perubahan pada sektor pengereman, Ferrari juga akan membawa sejumlah komponen anyar untuk mobil SF-26 pada balapan akhir pekan ini.
Tim asal Italia tersebut terus berupaya meningkatkan performa sekaligus memangkas jarak poin dari Mercedes dalam persaingan musim ini.
“Kami juga membawa cukup banyak komponen baru pada akhir pekan ini,” kata Leclerc.
Menurutnya, seluruh anggota tim telah bekerja keras untuk menghadirkan berbagai inovasi yang diyakini mampu memberikan peningkatan pada performa mobil.
“Tim telah bekerja sangat keras untuk menghadirkan pembaruan dan berbagai hal baru pada mobil. Saya yakin semuanya akan memberikan manfaat dan saya tidak sabar untuk mencobanya, bersamaan dengan perubahan yang sudah saya bicarakan sebelumnya.”
Leclerc menilai sesi latihan bebas pertama atau FP1 akan menjadi fase yang sangat penting.
Ia ingin memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membangun kembali rasa percaya diri terhadap mobil sekaligus memahami karakter dari seluruh komponen baru yang dipasang Ferrari.
“Bagi saya, FP1 akan sangat penting untuk membangun kepercayaan diri dengan semua komponen baru yang ada di mobil dan memastikan saya bisa memaksimalkan potensi mobil ketika memasuki sesi kualifikasi,” tuturnya.







