GPNesia.com – “Artinya keluarga, dan mungkin justru itulah yang membuat ikatan ini begitu istimewa. Bagi saya, itu selalu jelas. Mimpi itu masih hidup. Dan saya bangga bisa mengejarnya bersama.”
Kalimat penuh emosi itu disampaikan oleh Charles Leclerc ketika ia mengonfirmasi keputusan penting dalam kariernya: memperpanjang masa baktinya bersama Ferrari, tim paling ikonik di ajang Formula 1 yang telah menjadi bagian besar dari perjalanan hidupnya.
Bagi pembalap asal Monako tersebut, Ferrari bukan sekadar tempat bekerja. Lebih dari itu, tim Maranello adalah sebuah keluarga balap yang menjadi ruang ia membangun mimpi terbesar: menjadi juara dunia Formula 1 bersama satu warna yang selalu ia perjuangkan.
Perjalanan panjang dari akademi hingga pabrikan
Perjalanan Charles Leclerc bersama Ferrari dimulai sejak ia bergabung dengan akademi pembalap junior pada 2016. Setelah semusim membela tim pelanggan Ferrari, Kick Sauber (saat itu dikenal sebagai Sauber), ia naik ke tim pabrikan pada 2019.
Sejak saat itu, namanya terus berkembang sebagai salah satu talenta paling menonjol di grid Formula 1. Dalam lebih dari tujuh musim bersama Scuderia, ia telah mencatat delapan kemenangan Grand Prix dan 52 podium, menjadikannya salah satu pembalap tersukses dalam sejarah tim.
Ia juga menempati posisi sebagai pembalap dengan jumlah start terbanyak kedua dalam sejarah Formula 1, hanya berada di belakang legenda tujuh kali juara dunia, Michael Schumacher.
Gelar yang masih menjadi mimpi besar
Meski pencapaiannya impresif, satu hal besar masih belum tergenggam: gelar juara dunia. Ferrari sendiri terakhir kali meraih gelar pembalap pada 2007 dan gelar konstruktor pada 2008, dan sejak itu terus berupaya kembali ke puncak.
Musim ini, Ferrari memang menunjukkan awal yang lebih kompetitif dibanding musim sebelumnya. Namun mereka tetap harus mengakui keunggulan tim-tim pesaing seperti Mercedes-AMG Petronas Formula One Team yang masih menjadi acuan utama dalam persaingan papan atas.
Kondisi itu tidak menghentikan langkah Charles Leclerc untuk tetap berkomitmen. Bahkan ketika kontrak sebelumnya masih menyisakan sekitar 18 bulan, ia memilih menegaskan masa depannya lebih panjang bersama Ferrari.
Kontrak jangka panjang dan stabilitas tim
Ferrari tidak mengumumkan secara detail durasi kontrak baru tersebut. Namun berdasarkan sumber internal, kesepakatan lama Leclerc sebelumnya diperkirakan berlaku hingga akhir 2027 dengan opsi perpanjangan. Kontrak baru ini disebut memperpanjang komitmennya hingga melewati musim 2028, bahkan berpotensi lebih lama jika kedua pihak sepakat.
Dengan kesepakatan ini, Charles Leclerc diperkirakan akan tetap berada di Ferrari hingga memasuki usia 30-an, memberikan stabilitas jangka panjang bagi satu sisi garasi tim.
Di sisi lain, Ferrari juga sudah mengamankan struktur pembalap mereka dengan kehadiran Lewis Hamilton yang terikat kontrak hingga setidaknya 2027. Kombinasi ini membuat Ferrari memiliki fondasi kuat untuk proyek jangka panjang mereka.
Hubungan kuat di dalam dan luar lintasan
Keputusan Charles Leclerc juga tidak lepas dari hubungan erat yang ia miliki dengan jajaran manajemen tim. Ia memiliki kedekatan dengan prinsipal tim Fred Vasseur, sosok yang pernah membimbingnya di ajang junior dan juga menjadi figur penting sejak bergabung dengan Ferrari pada 2023.
Selain itu, ia juga dikenal memiliki hubungan baik dengan petinggi Ferrari seperti Presiden John Elkann dan CEO Benedetto Vigna. Kedekatan ini menjadi salah satu faktor yang memperkuat rasa percaya antara pembalap dan tim.
Di luar manajemen, Leclerc juga menjadi figur yang sangat dicintai oleh para tifosi—basis penggemar setia Ferrari—serta seluruh elemen tim di Maranello maupun di lintasan balap.
Simbol harapan Ferrari ke depan
Komitmen panjang Charles Leclerc bukan hanya soal kontrak, tetapi juga simbol harapan. Ia dikenal sebagai salah satu pembalap paling cepat dalam sesi kualifikasi dan sosok pemimpin yang mampu mengangkat moral tim.
Ferrari berharap stabilitas di sektor pembalap ini bisa menjadi fondasi penting dalam upaya mereka mengejar ketertinggalan dari para rival dan kembali membawa gelar ke Maranello.
Dengan proyek jangka panjang yang kini semakin solid, Ferrari dan Leclerc menatap masa depan dengan satu tujuan yang sama: mengakhiri penantian panjang gelar dunia yang sudah hampir dua dekade.












