Barni Spark Racing Uji Lengan Ayun Suter Ducati Panigale V4 R di Misano

Barni Spark Racing Uji Lengan Ayun Suter Ducati Panigale V4 R
FOTO: BARNI RACING TEAM

GP Nesia – Tim satelit Ducati di Kejuaraan Dunia Superbike, Barni Spark Racing Team, resmi memulai uji coba komponen baru berupa lengan ayun hasil pengembangan Suter Industries yang dipasang pada Ducati Panigale V4 R.

Pengujian tersebut berlangsung di Sirkuit Misano pada Rabu (20/5/2026) dan menjadi momen pertama penggunaan prototipe tersebut di lintasan resmi Kejuaraan Dunia Superbike.

Uji coba di Misano World Circuit Marco Simoncelli ini menandai langkah penting dalam pengembangan teknis tim, terutama dalam eksplorasi lengan ayun baru yang kini mulai dikembangkan bersama Suter Industries.

Kolaborasi ini sekaligus menjadi kejutan karena sebelumnya Ducati lebih banyak bekerja sama dengan Pierobon dalam pengembangan komponen sasis, khususnya lengan ayun satu sisi.

Selama bertahun-tahun, Ducati identik dengan pendekatan lengan ayun tunggal, sementara Pierobon—yang berbasis sangat dekat dengan pabrik Ducati di Borgo Panigale—menjadi mitra utama dalam pengembangan tersebut.

Namun, perubahan arah teknis menuju penggunaan lengan ayun dua sisi membuka ruang baru bagi mitra pengembangan lain, termasuk Suter Industries yang berbasis di Swiss.

Perusahaan ini dikenal luas dalam dunia balap motor sebagai spesialis sasis dan lengan ayun, dengan pengalaman panjang mendukung berbagai pabrikan.

Kehadiran komponen Suter pada motor Ducati di lintasan balap kini menjadi pemandangan yang relatif baru dan menarik perhatian banyak pihak di paddock.

Kolaborasi antara Barni Spark Racing Team dan Suter Industries sendiri telah dimulai sejak musim dingin lalu.

Tujuannya adalah mengembangkan solusi baru untuk rangkaian aksesori teknis Ducati, terutama pada sektor sasis dan lengan ayun yang kini menjadi fokus utama pengembangan.

Menurut pernyataan Head of Development Suter Industries, Alessandro Giussani, proyek ini memiliki nilai strategis yang besar bagi perusahaan.

“Kolaborasi antara tim Barni dan Suter dimulai musim dingin lalu dan sangat penting secara strategis bagi kami karena kami sangat tertarik untuk memasuki pasar suku cadang Ducati,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pengembangan lengan ayun ini menjadi titik awal penting bagi Suter dalam memperluas kerja sama teknis di dunia Superbike.

Giussani juga menegaskan bahwa pengalaman tim Barni di Kejuaraan Dunia Superbike memberikan kontribusi besar dalam proses pengembangan.

Data teknis, waktu lintasan, serta umpan balik pembalap menjadi elemen penting dalam menyempurnakan desain lengan ayun sebelum dan selama pengujian di lintasan.

Dari sisi tim, manajer Marco Barnabò menilai bahwa pengembangan internal merupakan bagian dari identitas utama mereka.

Ia menegaskan bahwa filosofi tim selalu mendorong pencarian solusi teknis sendiri untuk meningkatkan performa motor balap.

“Sudah menjadi DNA kami untuk mengembangkan solusi sendiri untuk sepeda motor yang kami gunakan dalam balapan,” jelas Barnabò.

Ia mengakui bahwa tantangan tetap besar karena Ducati sudah memiliki paket motor yang sangat kompetitif, sehingga setiap inovasi seperti lengan ayun baru harus benar-benar memberikan nilai tambah.

Barnabò juga menjelaskan bahwa keputusan untuk bekerja sama dengan Suter Industries muncul setelah adanya perubahan teknis terkait penggunaan lengan ayun dua sisi.

Dari situ, komunikasi dengan Suter kembali dibuka dan berujung pada proyek pengembangan bersama untuk keperluan balap Superbike.

Kesan awal dari uji coba di Misano disebut sangat positif. Meski masih ada ruang pengembangan, tim menilai arah teknis yang diambil sudah tepat.

“Masih ada ruang untuk perbaikan, tetapi kami telah memulai dengan baik,” kata Barnabò.

Ia juga menambahkan bahwa bekerja sama dengan perusahaan berpengalaman seperti Suter memberikan nilai penting dalam proses pengembangan lengan ayun tersebut.

Dari sisi pembalap, Yari Montella menunjukkan performa menjanjikan pada hari pertama uji coba.

Pembalap asal Italia tersebut berhasil menempati posisi ketiga dengan catatan waktu 1:32.444 menit, hanya terpaut sekitar tiga persepuluh detik dari pembalap tercepat di sesi tersebut.

Hasil ini memperkuat optimisme bahwa kombinasi paket motor dan pengembangan lengan ayun baru dapat memberikan dampak positif terhadap performa Barni Spark Racing Team di sisa musim Kejuaraan Dunia Superbike.

Montella sendiri menjadi salah satu indikator awal bahwa arah pengembangan teknis ini berpotensi kompetitif di lintasan.

Dengan dimulainya uji coba ini, Barni Spark Racing Team bersama Suter Industries membuka babak baru dalam pengembangan teknis Superbike, di mana inovasi pada sektor lengan ayun menjadi salah satu kunci utama dalam persaingan performa di level tertinggi.

Exit mobile version