GPNesia.com – Kejuaraan dunia MotoGP Prancis 2026 di Sirkuit Le Mans mencatatkan babak baru dalam sejarah balap motor modern.
Pabrikan Italia, Aprilia, tampil luar biasa dengan menguasai seluruh podium utama pada balapan yang berlangsung Minggu (10/5).
Hasil ini menjadi pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi tim tersebut di kelas premier.
Dominasi tersebut ditunjukkan melalui keberhasilan Jorge Martín meraih posisi pertama, disusul Marco Bezzecchi di tempat kedua, serta Ai Ogura yang melengkapi podium ketiga.
Hasil ini bukan hanya menunjukkan performa kompetitif, tetapi juga menegaskan kekuatan teknis dan strategi yang dimiliki tim dalam menghadapi persaingan ketat musim ini.
588 days later @88jorgemartin is VICTORIOUS 🥇#FrenchGP 🇫🇷 pic.twitter.com/rT3AQdUYzQ
— MotoGP™🏁 (@MotoGP) May 10, 2026
Aprilia benar-benar mencatatkan salah satu momen paling bersejarah dalam kiprah mereka di MotoGP.
CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, menyebut akhir pekan di Le Mans sebagai salah satu yang paling emosional dan bersejarah sepanjang perjalanan tim.
Bez continues his streak of Sunday podiums with P2 💪#FrenchGP 🇫🇷 pic.twitter.com/HsAz9FVNOv
— MotoGP™🏁 (@MotoGP) May 10, 2026
Ia menegaskan bahwa pencapaian ini memiliki makna ganda, baik secara teknis maupun emosional.
Menurut Rivola, ini adalah pertama kalinya seluruh podium MotoGP diisi oleh pembalap dari satu pabrikan yang sama, yakni Aprilia.
Ia juga menyinggung bahwa satu tahun sebelumnya di lintasan yang sama, terjadi momen emosional ketika Jorge Martín sempat berpamitan kepada tim.
Namun kini, situasi berubah drastis dengan perayaan kemenangan besar yang menunjukkan kebangkitan luar biasa.
“Ini adalah bagian dari sejarah yang layak dicatat. Ada dua hal penting di sini: pertama, kami belum pernah melihat podium penuh seperti ini; kedua, tepat setahun lalu kami mengalami momen yang sangat berbeda di tempat yang sama. Kini kami justru merayakan sesuatu yang luar biasa,” ujar Rivola dalam pernyataannya.
Ia juga menambahkan bahwa kemenangan ini menjadi bukti dari proses panjang yang dibangun sejak beberapa musim terakhir.
HISTORIC PODIUM for @AiOgura79, the first time a Japanese #MotoGP podium in 14 years! 🇯🇵👏#FrenchGP 🇫🇷 pic.twitter.com/xPpDzeUTAm
— MotoGP™🏁 (@MotoGP) May 10, 2026
Sejak kemenangan awal di Argentina pada 2022, Rivola menegaskan bahwa kunci utama kesuksesan adalah kerja keras dan keyakinan terhadap arah pengembangan tim.
Hal itu kini terbukti melalui performa konsisten yang ditunjukkan para pembalap dan tim teknis.
Dalam kesempatan yang sama, Rivola memberikan apresiasi terhadap kerja tim teknis yang dipimpin oleh Fabiano Sterlacchini.
Menurutnya, kontribusi tim teknis sangat besar dalam menciptakan motor kompetitif yang mampu bersaing di level tertinggi.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi menyeluruh antara pembalap, teknisi, dan manajemen.
Meski demikian, Rivola tetap menekankan pentingnya menjaga kerendahan hati. Ia menilai bahwa meskipun Aprilia berhasil mendominasi podium, persaingan musim ini masih sangat ketat.
Selisih waktu antar pembalap terbilang tipis, sehingga perubahan posisi bisa terjadi kapan saja dalam setiap balapan.
“Jika melihat data, jaraknya sangat dekat. Pedro Acosta dan Fabio Di Giannantonio misalnya, masih berada dalam persaingan ketat. Dalam satu balapan saja semuanya bisa berubah,” jelasnya seperti dikutip dari GPOne.
Ia juga menyoroti fakta bahwa tidak semua motor Aprilia berada di barisan depan saat kualifikasi, sehingga konsistensi tetap menjadi tantangan utama.
Selain itu, Rivola memberikan perhatian khusus terhadap performa Ai Ogura.
Menurutnya, pembalap muda tersebut menunjukkan kemampuan luar biasa dalam mengelola ban di lap-lap akhir serta memiliki keterampilan menyalip yang sangat efektif.
Hal ini menjadi nilai tambah bagi kekuatan tim secara keseluruhan, terutama dalam strategi balapan jarak jauh.
Dalam konteks internal tim, Rivola juga menanggapi dinamika antara dua pembalap utama di garasi yang sama.
Ia menegaskan bahwa hubungan antar pembalap berjalan dalam koridor profesional yang kuat.
Keduanya, menurutnya, memahami aturan internal yang mengedepankan rasa saling menghormati.
“Saya yakin mereka adalah profesional sejati. Mereka tahu aturan yang kami sebut sebagai aturan tidak tertulis. Selama ada rasa hormat, semuanya berjalan baik. Jika rasa itu hilang, kami akan segera melihatnya,” tegasnya.
Historical day for Aprilia who reacted like THIS 🔊#FrenchGP 🇫🇷 pic.twitter.com/W6nMfg4rns
— MotoGP™🏁 (@MotoGP) May 10, 2026
Ia juga menjelaskan bahwa beberapa manuver di lintasan merupakan bagian dari kompetisi sehat antar rekan setim.
Selama dilakukan secara wajar dan tidak berlebihan, hal tersebut justru dianggap positif karena menunjukkan semangat bersaing yang tinggi.
Dalam pernyataan penutupnya, Rivola kembali menegaskan bahwa Aprilia saat ini memang menunjukkan potensi sebagai salah satu referensi teknis di MotoGP.
Namun ia menolak untuk terlalu cepat menyimpulkan dominasi mutlak, mengingat musim masih panjang dan banyak variabel yang bisa berubah.
Dengan hasil di Le Mans ini, Aprilia tidak hanya mencatat sejarah baru, tetapi juga memperkuat posisi mereka sebagai salah satu kekuatan utama di MotoGP 2026.
Konsistensi performa, kerja sama tim yang solid, serta strategi pengembangan motor menjadi fondasi utama yang membawa mereka ke puncak podium secara bersamaan.







