GP Nesia – Kepala tim McLaren, Andrea Stella, menilai bahwa dunia Formula 1 saat ini tengah memasuki periode krusial dalam evolusi desain mobil.
Pandangannya muncul setelah ia mengamati perkembangan signifikan pada konsep sidepod Red Bull yang kembali mencuri perhatian di Grand Prix Miami, menandai dinamika baru dalam “perlombaan pengembangan” antar tim papan atas.
Pada seri Miami, McLaren mencatat salah satu akhir pekan terbaik mereka sepanjang musim berjalan. Lando Norris berhasil meraih kemenangan pada sesi Sprint, sementara rekan setimnya Oscar Piastri turut menunjukkan performa konsisten dengan finis di posisi kedua pada Sprint.
Namun, pada balapan utama Grand Prix, Norris harus mengakui keunggulan Kimi Antonelli dari Mercedes dan finis di posisi kedua, sedangkan Piastri mengamankan podium ketiga.
Hasil positif tersebut tidak lepas dari paket peningkatan besar yang dibawa McLaren ke Miami. Pembaruan ini dirancang untuk memangkas jarak performa dengan Mercedes yang dikenal sebagai Silver Arrows, terutama dalam aspek aerodinamika dan keseimbangan mobil.
Meski demikian, Andrea Stella menegaskan bahwa McLaren tidak berjalan sendirian dalam upaya pengembangan agresif musim ini, karena seluruh tim juga tengah mengejar arah desain terbaik mereka masing-masing.
Dalam pengamatannya, Andrea Stella menyoroti bahwa variasi konsep desain mobil saat ini justru semakin beragam, terutama pada area sidepod.
Ia menyebut bahwa Red Bull menghadirkan pendekatan yang sangat berbeda dibandingkan Mercedes dan Ferrari, sementara McLaren sendiri memiliki filosofi desain yang juga unik dan tidak sepenuhnya sejalan dengan dua kubu besar tersebut.
Menurutnya, kondisi ini menunjukkan bahwa Formula 1 belum mencapai fase “konvergensi desain”, di mana seluruh mobil mulai mengarah pada solusi teknis yang serupa.
Sebaliknya, tim-tim masih aktif bereksperimen dan saling mengamati untuk mencari keunggulan kompetitif, termasuk dengan mempelajari inovasi dari rival utama seperti Red Bull.
Di sisi lain, Red Bull yang sebelumnya mendominasi bersama Max Verstappen pada musim 2025 justru menghadapi tantangan besar di awal musim regulasi baru.
Tim asal Milton Keynes tersebut hanya mampu mengumpulkan 16 poin dalam tiga seri pembuka, sebelum akhirnya melakukan serangkaian peningkatan signifikan yang mulai terlihat hasilnya di Miami.
Pembaruan pada mobil Red Bull mencakup sejumlah area penting, seperti sayap depan, lantai mobil, saluran rem, hingga desain sidepod baru pada RB22.
Perubahan ini bertujuan meningkatkan stabilitas aerodinamis di bagian belakang mobil sekaligus memperbaiki respons bagian depan agar lebih seimbang dalam berbagai kondisi lintasan.
Menanggapi perkembangan tersebut, Andrea Stella memberikan pandangan bahwa Red Bull tetap menunjukkan kapasitas inovasi tinggi.
Ia menilai tim tersebut cerdas dalam memanfaatkan celah regulasi untuk menciptakan solusi teknis yang kompleks, termasuk pada geometri sidepod yang dianggap tidak lazim namun efektif secara aerodinamis.
Lebih jauh, ia juga menekankan bahwa arah desain mobil F1 saat ini masih sangat terbuka dan belum mengarah pada keseragaman.
Meskipun dalam beberapa tahun terakhir, regulasi teknis sempat membuat desain mobil menjadi lebih mirip satu sama lain, kondisi tersebut belum terlihat sepenuhnya pada era pengembangan terbaru ini.
Persaingan ketat yang terjadi, termasuk duel antara McLaren, Mercedes, Ferrari, dan Red Bull, memperlihatkan bahwa setiap tim masih berada dalam tahap eksplorasi besar terhadap konsep terbaik mereka.
Andrea Stella menilai bahwa periode saat ini menjadi salah satu fase paling menarik dalam sejarah pengembangan teknis Formula 1 modern, karena setiap inovasi berpotensi mengubah peta persaingan secara signifikan.







