GPNesia.com – Kabar penting datang dari paddock MotoGP ketika Alberto Puig dipastikan akan mengakhiri perannya sebagai manajer tim pabrikan Honda pada akhir musim ini.
Ia akan melanjutkan kontribusinya di Honda Racing Corporation (HRC) dengan posisi baru sebagai penasihat, menandai perubahan besar dalam struktur manajemen pabrikan asal Jepang tersebut.
Keputusan ini muncul hanya beberapa hari setelah laporan yang menyebutkan bahwa Davide Brivio, yang saat ini menjabat sebagai kepala tim Trackhouse dan sebelumnya dikenal sebagai eksekutif senior Yamaha serta Suzuki, akan meninggalkan tim Amerika itu pada akhir musim ini.
Brivio dikabarkan akan bergabung dengan HRC mulai tahun 2027. Namun, berdasarkan laporan Motorsport.com, posisi yang disiapkan untuk Brivio di Honda bukanlah sebagai manajer tim, melainkan lebih difokuskan pada aspek pemasaran dan kegiatan komersial.
Dalam pernyataan resmi yang dikutip dari Honda, disebutkan bahwa perubahan peran di tubuh tim pabrikan tersebut sudah dirancang untuk jangka panjang.
“Setelah hampir satu dekade sebagai manajer tim untuk tim pabrikan Honda HRC di MotoGP, Alberto Puig akan mengambil peran penasihat kunci bagi Honda HRC mulai tahun 2027,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Honda Racing Corporation menegaskan bahwa pengalaman panjang Alberto Puig, yang telah berkecimpung di dunia balap grand prix selama hampir empat dekade, tetap akan menjadi aset penting.
Pria asal Barcelona yang kini berusia 59 tahun itu akan tetap berada di lingkungan HRC, meskipun tidak lagi menjalankan tugas operasional sebagai manajer tim utama.
Sejak ditunjuk sebagai manajer tim pabrikan Honda HRC pada 2018, Puig dikenal sebagai sosok yang membawa stabilitas dan struktur baru di dalam tim.
Di bawah kepemimpinannya, Honda mencatat pencapaian penting berupa triple crown secara beruntun dalam periode tertentu.
Dalam peran barunya nanti, ia tetap akan membantu manajemen dan staf HRC dalam berbagai aspek operasional di seluruh aktivitas balap roda dua Honda.
Sebagai penasihat HRC, Alberto Puig juga akan berfokus pada pengembangan program pembalap muda, serta memperkuat strategi Honda di ajang MotoGP dan WorldSBK.
Ia akan membantu staf manajemen dan para pembalap dalam menilai gambaran besar dari seluruh aktivitas balap yang dijalankan pabrikan tersebut. Peran ini diharapkan dapat memperkuat kesinambungan strategi jangka panjang Honda di dunia balap motor.
Puig sendiri menggantikan Livio Suppo pada tahun 2018. Hubungannya dengan Honda terbilang sangat kuat, baik ketika masih aktif sebagai pembalap maupun setelah pensiun dari dunia balap profesional pada 1997.
Keputusan pensiun tersebut terjadi setelah ia mengalami kecelakaan serius di Le Mans pada 1995 yang menyebabkan cedera parah pada kaki kirinya.
Sebelum masa pensiunnya, Puig sempat meraih kemenangan penting di kelas utama pada musim yang sama di Jerez, saat kategori masih dikenal sebagai kelas 500cc.
Setelah gantung helm, ia tetap aktif di dunia balap dengan berbagai peran, termasuk bekerja sama dengan Dorna, promotor kejuaraan dunia MotoGP.
Ia juga pernah menjabat sebagai direktur program pengembangan yang didukung Movistar, yang melahirkan sejumlah talenta besar seperti Dani Pedrosa, yang kemudian juga pernah bekerja bersama Puig dalam struktur tim.
Selain itu, ia turut berperan dalam pembentukan talent development cup Honda, posisi yang masih ia jalankan hingga saat ini.
Dalam sebuah pernyataan reflektif, Alberto Puig mengatakan bahwa dirinya telah lama berkecimpung di paddock kejuaraan dunia sejak 1987, menjalani berbagai peran mulai dari pembalap, pengelola pembalap muda, hingga manajer tim. Ia menegaskan bahwa seluruh pengalamannya selalu terkait dengan Honda.
“Saya pertama kali memasuki paddock kejuaraan dunia pada 1987 dan sejak itu saya menjadi pembalap, bekerja dengan pembalap muda, manajer pembalap, dan manajer tim – selalu dengan Honda,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pengalaman panjang tersebut telah memberinya banyak pelajaran berharga dalam menghadapi berbagai situasi di dunia balap.
Menurutnya, peran barunya akan lebih sesuai dengan pengalamannya saat ini. Ia menyebut ingin melihat gambaran besar dari perkembangan balap motor dan berkontribusi dengan perspektif yang lebih luas.
“Ini adalah kehidupan memimpin dari depan dan sekarang saya merasa keterampilan saya lebih cocok untuk melihat gambaran keseluruhan,” ungkapnya.
Ia juga menyatakan antusiasmenya untuk tetap berkontribusi dalam pengembangan Honda HRC, baik dalam mendukung pembalap maupun staf tim.
“Saya menantikan untuk menggunakan pengalaman saya dalam kesempatan baru ini untuk membantu Honda HRC, pembalapnya, dan stafnya untuk tumbuh dan menghadapi semua tantangan dan kesuksesan yang dihadirkan balap,” tambahnya.
Dengan perubahan ini, Honda diperkirakan akan segera mengumumkan sosok pengganti Puig dalam beberapa minggu ke depan.
Perombakan ini sekaligus menandai fase baru dalam struktur kepemimpinan tim pabrikan tersebut, sembari tetap mempertahankan peran penting Alberto Puig dalam strategi jangka panjang mereka di dunia balap motor.







