GPNesia.com – Pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo, menargetkan untuk mempertahankan tren positifnya saat menghadapi MotoGP Catalunya 2026 yang akan digelar akhir pekan ini.
Konsistensi menjadi fokus utama setelah ia menunjukkan performa yang cukup menjanjikan pada seri sebelumnya di kandang sendiri, Grand Prix Prancis di Sirkuit Le Mans.
Pada balapan di Le Mans akhir pekan lalu, Fabio Quartararo tampil cukup solid meski hanya menggunakan spesifikasi sayap depan musim sebelumnya.
Kombinasi tersebut justru membantunya mendapatkan rasa berkendara yang lebih stabil, hingga ia berhasil mengamankan posisi keenam pada balapan utama.
Ia juga mencatat selisih waktu sekitar 7,7 detik dari pemenang lomba, Jorge Martin. Hasil tersebut dinilai sebagai sinyal positif bagi Yamaha, sekaligus menjadi modal penting bagi Fabio Quartararo untuk melanjutkan perkembangan performa di seri berikutnya.
Menanggapi hasil di Prancis, Quartararo mengaku cukup puas dengan peningkatan yang dirasakan, terutama dalam hal memahami batas motor.
Ia juga membandingkan performanya dengan seri sebelumnya di Jerez, di mana dirinya masih tertinggal cukup jauh dari catatan waktu terbaiknya di musim 2025.
“Di Jerez, saya benar-benar jauh dari waktu putaran terbaik saya di tahun 2025. Di Le Mans, saya hanya tertinggal sekitar empat persepuluh detik. Memang masih ada selisih, tetapi kami bisa senang karena saya bisa merasakan lebih banyak batas motor. Setelah sekitar lima lap, kami mulai memahami dasar set-up kami,” ujar Fabio Quartararo.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tim belum akan banyak melakukan perubahan besar pada motor hingga hadirnya komponen baru dari pabrikan.
Menurutnya, pengembangan saat ini masih difokuskan pada pemahaman dasar set-up serta peningkatan kontrol elektronik.
“Untuk saat ini, kami tidak akan banyak mengubah motor sampai ada barang baru yang datang. Ketika tim membawa pembaruan, kami akan mengujinya untuk melihat apakah ada peningkatan performa. Tahun ini kami juga banyak bekerja dengan elektronik agar saya bisa lebih mengontrol dan mengurangi ketergantungan pada sistem tersebut,” tambah Fabio Quartararo.
Ia juga menyoroti aspek persaingan di lintasan, termasuk momen saat Pecco Bagnaia mampu menyalipnya dengan cukup mudah pada tikungan pertama di lap awal.
Hal tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi Yamaha dalam menghadapi balapan berikutnya di Catalunya.
Dengan modal hasil di Le Mans, Fabio Quartararo kini berharap dapat membawa feeling positif yang sama ke MotoGP Catalunya 2026, sekaligus menjaga momentum perkembangan performa tim di tengah persaingan ketat musim ini.







