GPNesia.com – Celestino Vietti menyatakan bahwa peluangnya untuk mendapatkan kursi kedua di tim VR46 Ducati MotoGP pada tahun 2027 akan bergantung pada performa dan hasil yang diraihnya di lintasan.
Dalam pernyataannya, Vietti menegaskan bahwa siapa pun yang tampil terbaik akan mendapatkan posisi tersebut, meskipun saat ini posisi tersebut diperkirakan sudah diduduki oleh Fermin Aldeguer, meskipun belum ada konfirmasi resmi dari tim.
Menurut informasi yang berkembang, Vietti saat ini termasuk salah satu dari tiga pembalap yang berpeluang mendapatkan kursi tersebut.
Dua pesaing utamanya adalah Franco Morbidelli, yang saat ini menduduki posisi tersebut, dan Nicolo Bulega, pemimpin klasemen WorldSBK saat ini. Ketiga pembalap ini menjadi kandidat utama untuk mengisi posisi kedua di tim VR46 pada musim depan.
Vietti, yang saat ini bersaing di kelas Moto2 dan menempati posisi ketiga dalam klasemen sementara, menyatakan bahwa keputusan akhir akan bergantung pada hasil balap yang akan diraihnya ke depan.
Ia menegaskan bahwa fokusnya saat ini adalah untuk tampil secepat mungkin dan memberikan performa terbaik di lintasan.
“Saya hanya fokus untuk balapan secepat mungkin. Pada akhirnya, bukan saya yang memutuskan. Tugas saya adalah terus memberikan hasil seperti yang telah kita lakukan akhir-akhir ini, dan kemudian kita lihat saja nanti. Siapa pun yang terbaik akan mendapatkan posisi itu,” ujarnya kepada publikasi GPOne.
Jika mempertimbangkan performa kedua pesaingnya, terdapat tantangan tersendiri bagi Morbidelli dan Bulega.
Morbidelli, yang saat ini masih berada di posisi yang sama dengan Vietti, terlihat kurang konsisten dalam beberapa balapan terakhir, sementara Bulega menunjukkan performa luar biasa di WorldSBK.
Bulega, yang saat ini memimpin klasemen WorldSBK dan telah memenangkan semua dari 15 balapan yang diikuti musim ini, tampil dominan dengan motor yang sama dengan pesaingnya, bahkan tanpa adanya tantangan berarti dari pembalap lain.
Prestasi ini menempatkannya sebagai kandidat yang kuat untuk mendapatkan kursi di MotoGP, mengingat keberhasilannya mengendalikan situasi di seri turunan produksi tersebut.
Di sisi lain, performa Vietti di Moto2 belum mencapai puncaknya. Ia belum meraih kemenangan sejak Grand Prix San Marino 2025 dan sama sekali belum memenangkan balapan tahun ini.
Meskipun menggunakan sasis Boscoscuro, bukan sasis Kalex yang lebih unggul, Vietti menunjukkan peningkatan performa dan menjalani musim terbaiknya hingga saat ini.
Namun, jika dibandingkan dengan keberhasilan Bulega di WorldSBK, prestasi Vietti tahun ini masih belum sebanding, dan menilai bahwa ia lebih layak mendapatkan kursi di MotoGP ketimbang Bulega akan dianggap tidak menghormati pencapaian pembalap asal Italia tersebut dan keunggulan performa di kelas WorldSBK.
Vietti sendiri tidak menyatakan secara eksplisit bahwa dia lebih baik dari Bulega, melainkan menegaskan bahwa keputusan VR46 akan didasarkan pada hasil balapan dan performa terbaik mereka di lintasan.
Komentar tersebut secara tidak langsung menunjukkan bahwa tim VR46 mungkin lebih menghargai pencapaian podium di kelas menengah daripada kemenangan beruntun di WorldSBK, atau bahkan lebih menyukai pembalap yang memiliki hubungan kontrak dengan manajemen VR46 sendiri.
Pemilihan Vietti sebagai kandidat juga menunjukkan bahwa tim tersebut masih mempertahankan independensi dalam merekrut pembalap, tanpa terlalu bergantung pada penunjukan dari pabrikan Ducati.
Hal ini bisa menjadi sinyal bahwa VR46 ingin tetap berpegang pada prinsip memilih pembalap yang mereka anggap layak, bukan hanya mengikuti keinginan pabrikan untuk menempatkan pembalap tertentu di kursi tersebut.
Namun, keputusan ini tentu saja tidak tanpa risiko, terutama bagi tim satelit resmi seperti Gresini Racing, yang juga mengandalkan dukungan pabrikan dan peluang mendapatkan motor pabrikan.
Ducati sendiri tentunya ingin memastikan bahwa Bulega mendapatkan tempat di MotoGP, mengingat potensi besar yang dimilikinya.
Mereka menyadari bahwa pabrikan besar seperti BMW tidak segan menawarkan kontrak yang menggiurkan demi menarik perhatian Bulega meninggalkan tim pabrikan Bologna untuk tahun 2027.
Bahkan, kemungkinan besar Bulega masih memiliki peluang besar untuk tetap mengenakan seragam merah di tahun-tahun mendatang, mengingat hasil luar biasa yang dicatatkannya di WorldSBK dan peluang meraih gelar juara tahun ini.
Bulega sendiri telah secara terbuka menyampaikan betapa pentingnya kesempatan berlaga di MotoGP pada 2027, dan mengingat performanya saat ini, ia merasa bahwa jika Ducati tidak menempatkannya di sana, itu mungkin menjadi kesempatan terakhir yang sangat berharga.
Dengan kemenangan beruntun di WorldSBK dan konsistensi yang luar biasa, Bulega yakin bahwa ia dapat merebut gelar juara dunia jika diberikan motor yang kompetitif.
Celestino Vietti, dengan semua data dan performa yang ada, tetap menjadi salah satu kandidat utama yang dipertimbangkan VR46 untuk mengisi kursi kedua di tim Ducati MotoGP tahun 2027.
Keputusan akhir akan bergantung pada hasil balapan dan evaluasi performa mereka di lintasan.
Meskipun peluangnya terbuka lebar, tantangan besar tetap menunggu bagi semua kandidat, termasuk Celestino Vietti, untuk membuktikan bahwa mereka adalah pilihan terbaik untuk masa depan tim VR46 di ajang bergengsi MotoGP.












