GPNesia.com – Manajer Fabio Di Giannantonio, Diego Tavano, menegaskan bahwa kliennya saat ini berada dalam situasi yang sangat positif bersama tim Valentino Rossi, VR46 Racing Team, dan masih memiliki peluang besar untuk bertahan lebih lama di MotoGP.
Memasuki musim 2026, menjadi tahun ketiga bagi Di Giannantonio—yang akrab disapa Diggia—bersama skuad VR46. Meski begitu, masa depan pembalap asal Italia tersebut masih belum sepenuhnya pasti lantaran kontraknya akan berakhir pada penghujung musim 2026, sehingga spekulasi mengenai arah kariernya kembali mengemuka di paddock MotoGP.
Dalam penjelasannya, Diego Tavano mengungkapkan bahwa berbagai skenario masih terbuka bagi sang pembalap. Namun, ia menilai bahwa opsi terbaik saat ini adalah tetap bertahan bersama VR46, terutama karena hubungan kerja sama yang terjalin dengan Ducati dan tim tersebut berjalan sangat harmonis.
Ia menegaskan bahwa baik Ducati maupun VR46 memberikan perlakuan istimewa kepada Diggia, menjadikannya salah satu pembalap penting dalam proyek pengembangan tim. Bahkan, menurutnya, posisi Diggia di dalam struktur tim semakin diperhitungkan seiring peningkatan performa yang ia tunjukkan.
“Hubungan dengan Ducati dan VR46 sangat baik. Mereka selalu memperlakukan Diggia sebagai pembalap kunci,” ungkapnya sebagaimana dikutip dari GP One.
Ia juga menambahkan bahwa VR46 merupakan tim yang menempatkan pembalap sebagai pusat dari setiap proyek pengembangan mereka, sehingga lingkungan tersebut sangat mendukung perkembangan karier Diggia.
Lebih lanjut, manajer tersebut menilai bahwa bertahan dengan motor spesifikasi pabrikan di VR46 merupakan solusi paling ideal untuk saat ini.
Ia juga menyoroti apresiasi tinggi dari pihak Ducati, khususnya dari sosok penting seperti Luigi Dall’Igna, terhadap performa yang ditunjukkan Diggia dalam beberapa musim terakhir.
“Hubungan kami dengan seluruh tim sangat baik. Dall’Igna juga sangat mengapresiasi pencapaian Diggia,” lanjutnya.
Meski demikian, peluang untuk berpindah tim tetap belum tertutup sepenuhnya. Tavano mengakui bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi dengan beberapa tim lain yang menunjukkan ketertarikan terhadap sang pembalap. Namun, ia menegaskan bahwa keputusan tidak akan diambil secara terburu-buru.
Menurutnya, saat ini fokus utama tetap pada performa di lintasan dan persaingan kejuaraan. Sementara itu, keputusan mengenai masa depan akan dipertimbangkan secara matang dengan berbagai opsi yang tersedia.
“Kami memiliki beberapa pilihan dan sudah berbicara dengan sejumlah tim, tetapi tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan,” ujar Diego Tavano.
Ia juga menambahkan bahwa Diggia saat ini tampil jauh lebih matang dibandingkan dua tahun sebelumnya, sehingga wajar jika banyak pihak menilai dirinya sebagai pembalap papan atas yang layak mendapatkan perlakuan istimewa.
Di sisi performa, pada tiga seri pembuka MotoGP 2026, Diggia menunjukkan konsistensi yang cukup kuat. Ia telah mengumpulkan 50 poin dan bahkan tercatat sebagai pembalap Ducati dengan performa terbaik sejauh ini, mengungguli nama besar seperti Marc Marquez dalam klasemen sementara.
Dengan situasi tersebut, masa depan Di Giannantonio masih menjadi salah satu cerita menarik di MotoGP 2026. Di tengah stabilitas performa dan hubungan yang harmonis dengan tim, keputusan akhir kini berada pada keseimbangan antara kenyamanan, ambisi, dan peluang kompetitif yang tersedia.













