Ducati Superleggera V4 Centenario: Motor Ultra-Langka Rayakan 100 Tahun Ducati

Avatar photo
Ducati Superleggera V4 Centenario
FOTO: DUCATI.COM

GP Nesia – Ducati Superleggera V4 Centenario resmi meluncur sebagai edisi terbatas yang dirancang untuk menandai satu abad perjalanan pabrikan motor legendaris asal Italia tersebut.

Model ini hadir dengan karakter yang sangat dekat dengan motor balap, jauh melampaui konsep motor jalan raya pada umumnya, sekaligus menegaskan posisi Ducati di puncak teknologi supersport dunia.

Peluncuran motor ini menjadi simbol penting bagi Ducati yang ingin memperkuat reputasi sebagai produsen motor performa tinggi.

Dengan pendekatan desain dan rekayasa yang agresif, model ini dikembangkan sebagai representasi kebebasan penuh para insinyur Borgo Panigale dalam mengejar performa tanpa kompromi untuk penggunaan legal di jalan raya.

Produksi motor ini sangat terbatas, hanya 600 unit secara global. Dari jumlah tersebut, 500 unit dialokasikan untuk varian Centenario standar, sementara 100 unit lainnya hadir dalam versi Tricolore yang mengusung warna khas bendera Italia.

Harga globalnya berada di kisaran 150.000 euro atau sekitar Rp 2,9 miliar, menjadikannya salah satu motor produksi paling eksklusif di dunia.

Dalam pengembangan konsepnya, Ducati menempatkan model ini sebagai supersport paling ekstrem yang pernah mereka ciptakan untuk jalan raya.

Karakter tersebut menegaskan bahwa Ducati Superleggera V4 Centenario ini bukan sekadar kendaraan berdesain agresif, melainkan juga karya teknik yang membawa DNA balap ke level yang dapat digunakan secara legal di jalan umum.

Dari sisi desain, varian Tricolore mengadopsi inspirasi historis dari motor balap legendaris era 1980-an, seperti 750 F1 Endurance Racing.

Sentuhan warna modern dipadukan dengan filosofi klasik Ducati untuk menciptakan identitas visual yang kuat dan sarat sejarah balap.

Salah satu inovasi paling menonjol adalah penggunaan material serat karbon secara menyeluruh pada struktur utama.

Rangka, swingarm, subframe, hingga roda dibuat menggunakan material yang sama dengan teknologi yang biasa digunakan di ajang MotoGP dan Formula 1, menjadikan motor ini sangat ringan namun tetap rigid.

Bobot motor dalam kondisi jalan raya tanpa bahan bakar hanya sekitar 173 kg. Angka tersebut bahkan dapat turun menjadi 167 kg jika menggunakan paket balap yang disediakan sebagai standar tambahan.

Rangka karbonnya tercatat 17 persen lebih ringan dibandingkan rangka aluminium pada Panigale V4, sementara swingarm lebih ringan 21 persen namun tetap mempertahankan kekakuan optimal.

Untuk menjamin kualitas, setiap komponen karbon melewati inspeksi ketat dengan teknologi tingkat tinggi seperti Transient Active Thermography, Phased Array Ultrasonics, hingga Computed Axial Tomography.

Proses ini setara dengan standar industri dirgantara dan telah menjadi bagian dari pengembangan Ducati sejak generasi 1299 Superleggera.

Pada sektor performa, motor ini dibekali mesin Desmosedici Stradale R 1100 yang telah diperbesar kapasitasnya dari 998 cc menjadi 1.103 cc melalui perubahan langkah piston.

Dalam konfigurasi Euro 5+, mesin ini mampu menghasilkan tenaga hingga 228 hp, dan dapat meningkat menjadi 247 hp dengan knalpot balap Akrapovič serta oli Ducati Corse Performance.

Mesin ini juga dibuat lebih ringan 3,6 kg dibandingkan unit serupa pada Panigale V4. Hal tersebut dicapai melalui penggunaan material titanium, baut ringan, serta desain ulang komponen internal untuk efisiensi massa yang lebih baik.

Sistem throttle body oval berdiameter 56 mm membantu meningkatkan aliran udara, sementara sistem pembuangan titanium 41,7 mm mengoptimalkan performa mesin.

Transmisi menggunakan Ducati Racing Gearbox dengan posisi netral di bawah gigi pertama, memungkinkan perpindahan gigi lebih cepat sekaligus mengurangi risiko salah perpindahan saat pengereman keras.

Sistem pengereman menjadi salah satu inovasi paling ekstrem, karena Ducati Superleggera V4 Centenario menjadi motor jalan raya pertama di dunia yang menggunakan cakram rem karbon-keramik Brembo.

Teknologi ini memberikan bobot lebih ringan, stabilitas suhu tinggi, dan konsistensi pengereman dalam kondisi ekstrem.

Dibandingkan cakram baja, komponen ini mampu mengurangi bobot hingga 450 gram per cakram serta menurunkan momen inersia hingga 40 persen, membuat motor lebih lincah saat memasuki tikungan.

Sistem ini dipadukan dengan kaliper Brembo GP4-HY monoblock serta suspensi kelas balap dari Öhlins.

Pada bagian depan digunakan garpu Öhlins NPX 25/30 Carbon bertekanan dengan tabung serat karbon—yang pertama digunakan pada motor produksi legal jalan raya.

Sementara bagian belakang memakai shock Öhlins TTX36 GP LW yang berasal dari teknologi MotoGP.

Aerodinamika motor ini juga dirancang secara terintegrasi dengan winglet dan Corner Sidepods yang menghasilkan downforce saat motor dalam posisi menikung tajam, meningkatkan stabilitas dan grip ban pada kecepatan tinggi.

Di sektor elektronik, motor ini mengadopsi sistem dari Panigale V4 R dengan fitur seperti Ducati Traction Control, Wheelie Control, Slide Control, hingga Ducati Power Launch.

Sistem Cornering ABS juga dilengkapi Dynamic Engine Brake untuk menjaga stabilitas saat pengereman di tikungan.

Ducati turut menambahkan nilai eksklusivitas dengan program MotoGP Experience bagi 26 pemilik terpilih.

Mereka akan mendapat kesempatan berkendara di sirkuit bersama instruktur Ducati serta mencoba motor balap DesmosediciGP26 pada 6–7 Juli 2026 setelah ajang World Ducati Week.

Setiap unit dikirim dalam kotak kayu eksklusif lengkap dengan sertifikat keaslian, cover motor khusus, serta paddock stand depan dan belakang, mempertegas statusnya sebagai barang kolektor premium.

Dengan seluruh teknologi balap, bobot ultra ringan, dan jumlah produksi yang sangat terbatas, Ducati Superleggera V4 Centenario ditutup sebagai salah satu motor paling langka dan paling ekstrem yang pernah diproduksi Ducati sepanjang sejarahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *