Carlos Sainz Sebut Finis P9 di GP Kanada 2026 Jadi Hasil Positif untuk Williams

Avatar photo
Carlos Sainz Sebut Finis P9 di GP Kanada 2026
FOTO: FORMULA1.COM

POIN PENTING

  • Carlos Sainz finis di posisi ke-9 pada GP Kanada 2026 setelah bangkit dari start buruk akibat kesalahan strategi ban intermediate.
  • Keputusan awal menggunakan ban intermediate saat lintasan tidak stabil membuat Sainz harus masuk pit lebih cepat dan kehilangan posisi.
  • Performa kuat di stint kedua membuat Carlos Sainz mampu menembus 10 besar dan menunjukkan peningkatan kecepatan Williams di musim 2026.

GP Nesia – Pembalap Williams, Carlos Sainz, menilai finis di posisi kesembilan pada Grand Prix Kanada 2026 sebagai hasil yang layak diapresiasi setelah dirinya melakukan perjudian strategi yang tidak berjalan sesuai rencana sejak awal balapan di Montreal.

Carlos Sainz memulai balapan 68 lap tersebut dari posisi ke-15 di grid. Menjelang start, ia memilih menggunakan ban intermediate karena memperkirakan hujan masih akan memengaruhi kondisi lintasan.

Keputusan itu diambil saat trek masih basah dan gerimis masih turun di area sirkuit.

Namun situasi berubah cepat. Hujan tidak kembali turun dan tiga lap formasi membuat lintasan mengering lebih cepat dari perkiraan.

Kondisi itu membuat strategi awal Williams tidak efektif sehingga Sainz harus masuk pit pada akhir Lap 2 untuk mengganti ban, yang membuatnya tercecer ke belakang rombongan.

BACA JUGA:  Kimi Antonelli Damai dengan Russell Usai Insiden Sprint Kanada 2026

Meski kehilangan banyak posisi di awal lomba, Carlos Sainz mampu melakukan recovery sepanjang balapan hingga akhirnya mengamankan finis di urutan kesembilan. Ia mengaku puas dengan cara tim dan dirinya mampu bangkit dari situasi sulit.

“Saya rasa mampu bangkit dari posisi belakang hingga finis di posisi ke-9 adalah hasil yang sangat bagus bagi kami,” ujar Sainz setelah balapan.

Pembalap asal Spanyol tersebut juga secara terbuka mengakui keputusan menggunakan ban intermediate merupakan kesalahannya sendiri. Menurutnya, ia kurang memperhitungkan perubahan kondisi lintasan yang terjadi menjelang start resmi.

“Kesalahan itu datang dari saya karena saya yang memutuskan untuk start memakai ban intermediate. Saat keputusan dibuat, lintasan masih basah dan hujan masih turun,” katanya.

Ia menambahkan bahwa dirinya tidak memperkirakan balapan akan ditunda beberapa menit dan adanya tambahan lap formasi justru mempercepat proses pengeringan lintasan.

BACA JUGA:  Lewis Hamilton Raih P2 di GP Kanada 2026, Hari Terbahagia di Ferrari

“Mungkin saya tidak menyadari bahwa balapan akan tertunda beberapa menit dan tiga lap formasi akan membuat trek menjadi jauh lebih kering. Itu membuat saya lengah,” lanjutnya.

Walau demikian, Sainz merasa senang karena mampu membalikkan keadaan dan kembali membawa Williams meraih poin penting di tengah persaingan ketat musim 2026.

“Hasil akhirnya cukup baik karena saya bisa bangkit lagi dan tampil cepat untuk membawa pulang posisi 10 besar bagi tim,” ucapnya.

Finis kesembilan di Kanada menjadi pencapaian P9 ketiga bagi Sainz dalam empat seri terakhir Formula 1 musim ini. Catatan tersebut sekaligus menunjukkan peningkatan performa Williams setelah sempat menjalani awal musim yang cukup sulit di era regulasi baru 2026.

Selain puas dengan hasil akhir, Sainz juga menyoroti kecepatan mobil Williams yang dinilainya kompetitif, terutama pada stint kedua ketika menggunakan ban medium di lintasan yang masih licin.

Menurutnya, catatan waktunya bahkan sempat mampu menyamai laju duo McLaren, Lando Norris dan Oscar Piastri, yang juga memilih start menggunakan ban intermediate dari posisi lebih depan.

BACA JUGA:  Strategi Ban Intermediate McLaren di GP Kanada 2026 Jadi Bumerang

“Pada stint kedua setelah pergantian ban, saat memakai medium, saya beberapa kali memiliki kecepatan setara McLaren dan mobil-mobil terdepan ketika lintasan masih agak licin,” jelasnya.

Ia menilai performa kuat pada fase kedua balapan menjadi kunci utama untuk memperbaiki posisi sekaligus menjaga ritme hingga garis finis.

“Sejujurnya saya tampil sangat kuat di stint kedua dan itu memungkinkan saya mengatur jalannya balapan. Setelah itu target utama hanya mempertahankan posisi kesembilan karena tiga mobil terdepan di kelompok tengah sudah terlalu jauh akibat kesalahan saya di awal,” tutup Sainz.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *