GP Nesia – Balapan Moto3 Catalunya 2026 yang digelar pada Minggu (17/5) menghadirkan duel menarik antara pembalap Leopard Racing, Adrián Fernández, dan rider muda kebanggaan Indonesia, Veda Ega Pratama.
Dalam balapan penuh dinamika tersebut, Adrián Fernández harus puas finis di belakang Veda setelah menempati posisi ke-9, sementara Veda Ega Pratama berhasil mengamankan posisi ke-8.
Sejak start dari posisi ke-9 di grid, Adrián Fernández menghadapi awal lomba yang cukup sulit.
Ia sempat merosot hingga posisi ke-13, namun dengan cepat mampu bangkit kembali dan menembus posisi ke-6 hanya dalam dua lap awal.
Di sisi lain, Guido Pini mengalami nasib berbeda setelah turun dari posisi ke-16 hingga ke-23 pada awal balapan dan kemudian menerima penalti Long Lap pada Lap 4 akibat insiden kontak di lintasan.
Memasuki pertengahan lomba, Adrián Fernández kembali menunjukkan agresivitasnya dengan masuk ke dalam persaingan papan atas.
Pada Lap 5, ia berhasil menyalip dan merebut posisi ketiga, sebelum akhirnya bahkan sempat memimpin jalannya balapan pada Lap 7 berkat sejumlah manuver kuat yang ia lakukan di grup terdepan.
Namun, situasi berubah ketika balapan menyisakan delapan lap terakhir. Adrián Fernández mulai kehilangan posisi secara bertahap dan turun ke urutan ketiga sebelum akhirnya semakin tertinggal dari rombongan depan.
Kondisi tersebut membuatnya tidak mampu mempertahankan ritme hingga garis finis dan akhirnya menyelesaikan balapan di posisi ke-9, tepat di belakang Veda Ega Pratama.
Dalam pernyataan usai balapan, Adrián Fernández mengakui bahwa strategi yang diterapkan timnya tidak berjalan sesuai rencana.
Ia menyebut dirinya terlalu memacu motor pada fase awal lomba sehingga berdampak pada manajemen ban dan mengurangi rasa nyaman pada bagian depan motor.
“Kami sudah berusaha hingga akhir, tetapi strategi kami tidak membuahkan hasil hari ini. Kami memacu motor terlalu keras di awal balapan, yang memengaruhi manajemen ban dan secara bertahap membuat saya kehilangan feeling dengan bagian depan motor. Kami mengharapkan hasil yang lebih baik hari ini, tetapi kami akan belajar dari ini dan bersama tim akan kembali lebih kuat di lain waktu,” ungkapnya.
Hasil ini menjadi evaluasi penting bagi Leopard Racing untuk memperbaiki strategi balapan berikutnya, sementara persaingan ketat di kelas Moto3 kembali menegaskan betapa tipisnya jarak antar pembalap di barisan tengah hingga depan.
Dalam balapan yang penuh perubahan posisi tersebut, Adrián Fernández tetap menunjukkan potensi kuat meski harus mengakhiri lomba di luar zona yang diharapkan.







