Massimo Rivola Kecewa Usai Insiden Jorge Martin dan Raul Fernandez di GP Catalunya 2026

Avatar photo
Massimo Rivola Kecewa Jorge Martin Ditabrak Raul Fernandez
FOTO: MOTOGP.COM

GP Nesia – Sorotan tajam tertuju kepada Massimo Rivola setelah reaksinya pasca-insiden antara Jorge Martin dan Raul Fernandez viral di media sosial.

Dalam rekaman video yang beredar luas, raut wajah kecewa Massimo Rivola terlihat jelas usai Jorge Martin terjatuh akibat kontak dengan Raul Fernandez pada balapan utama MotoGP Catalunya 2026.

Momen itu terjadi di tengah balapan yang berlangsung penuh drama di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Spanyol, Minggu (17/5/2026).

Setelah insiden tersebut, Massimo Rivola terlihat berjalan menuju garasi tim Trackhouse yang merupakan bagian dari Aprilia dan langsung menghampiri bos tim, Davide Brivio.

Gestur tubuh CEO Aprilia Racing itu kemudian menjadi perbincangan karena dinilai menunjukkan rasa kecewa mendalam atas kejadian yang menimpa pembalap andalannya.

Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Massimo Rivola terkait insiden tersebut. Namun ekspresinya dalam tayangan resmi MotoGP memunculkan banyak spekulasi, mulai dari sekadar luapan emosi sesaat hingga dugaan kemarahan terhadap manuver Raul Fernandez.

MotoGP Catalunya 2026 sendiri memang berlangsung kacau sejak awal. Balapan utama harus beberapa kali dihentikan dengan pengibaran bendera merah akibat kecelakaan besar yang melibatkan Alex Marquez dan Johann Zarco.

Situasi semakin panas ketika Jorge Martin dan Raul Fernandez terlibat kontak pada restart ketiga.

Ketegangan juga terasa di pit lane Trackhouse setelah kecelakaan tersebut merusak peluang kedua pembalap Aprilia untuk meraih hasil maksimal.

Fernandez mengaku kecewa karena merasa insiden sebenarnya bisa dihindari.

“Pertama-tama, saya beruntung tidak mengalami cedera serius, mengingat potongan-potongan motor beterbangan ke arah saya dan saya menerima benturan yang sangat keras. Hingga saat itu, bagaimanapun, saya rasa kami sedang menjalani balapan yang cukup positif,” ujar Raul Fernandez.

Ia menjelaskan bahwa strategi balapnya sejak awal adalah memimpin untuk menciptakan jarak aman dari rival-rivalnya. Namun rencana itu tidak berjalan mulus karena tekanan dari Alex Marquez dan Pedro Acosta yang terus menempel ketat.

Fernandez juga menyebut dirinya menyesal atas insiden dengan Jorge Martin, tetapi merasa kesal terhadap cara sang juara dunia mengelola duel di lintasan.

“Dari luar terlihat seolah-olah saya menabraknya dan memang begitu, tapi sebelum itu terjadi, dia melihat saat saya mengerem dan memutuskan untuk menyalipnya. Jika melihat rekaman dari helikopter, terlihat bahwa Jorge mengerem lebih awal dan saya masuk ke jalur dalam, karena itu satu-satunya kesempatan yang saya miliki,” kata Fernandez.

Menurutnya, dari tayangan udara terlihat jelas bahwa Jorge Martin sempat mengangkat motor lalu kembali menutup racing line ketika menyadari Fernandez berada di sisi dalam tikungan. Raul bahkan menyebut situasi serupa sempat terjadi sehari sebelumnya saat Sprint Race.

“Nasib buruknya adalah pada saat itu saya tidak bisa berbuat apa-apa lagi dan kami berdua terjebak di kerikil. Saya menyesal karena kami memiliki peluang bagus untuk naik podium, yang merupakan tujuan kami,” lanjutnya.

Saat ditanya apakah manuvernya berbeda dibanding aksi pembalap lain seperti Ai Ogura, Raul Fernandez menegaskan bahwa situasinya memang berbeda. Ia juga mengungkap telah berbicara langsung dengan Massimo Rivola dan Davide Brivio setelah balapan.

“Saya sudah melihatnya, menganalisisnya, dan berbicara dengan Massimo Rivola serta Davide Brivio, karena gambarnya jelas: saya menyalipnya saat dia mengerem dan saat dia melihat saya, dia melepaskan rem,” ujar Fernandez menegaskan versinya.

Pembalap berusia 25 tahun itu juga menjelaskan momen ketika Massimo Rivola datang ke garasi Trackhouse setelah insiden terjadi. Menurut Fernandez, petinggi Aprilia itu awalnya mengira dirinya melakukan manuver tanpa perhitungan matang.

“Dia sedikit mengubah sudut pandangnya, karena dia mengira saya masuk ke lintasan tanpa berpikir panjang. Tapi bukan begitu,” kata Raul.

Fernandez menambahkan bahwa dirinya dan Jorge Martin berada dalam tekanan berbeda di klasemen musim ini. Martin disebut sedang memburu gelar juara dunia sehingga lebih fokus mengamankan poin, sedangkan dirinya mencoba tampil agresif demi membuktikan daya saing.

Selain itu, Raul Fernandez juga menanggapi rumor bahwa insiden tersebut bisa memengaruhi masa depannya bersama tim Trackhouse pada musim depan.

“Saya tidak tahu. Saya memakai helm dan melakukan yang terbaik yang bisa saya lakukan, berusaha seprofesional mungkin. Apa yang terjadi di luar itu bukan urusan saya,” ucap Fernandez.

Di akhir pernyataannya, Raul Fernandez turut menyoroti keputusan penyelenggara untuk tetap melanjutkan balapan meski sebelumnya terjadi dua kecelakaan besar. Ia berharap kondisi Alex Marquez dan Johann Zarco tidak mengalami cedera serius.

“Saya rasa kita harus menghargai pembalap, yang terlepas dari hasilnya, mengenakan helm dan bertarung di tikungan pertama dengan kecepatan 300 km/jam,” tuturnya.

MotoGP Catalunya 2026 akhirnya menjadi salah satu seri paling emosional musim ini. Drama bendera merah, kecelakaan besar, hingga ekspresi kecewa Massimo Rivola menciptakan suasana panas yang dipastikan masih akan menjadi bahan pembicaraan panjang di paddock MotoGP.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *