Penjelasan Máximo Quiles Usai Raih Kemenangan Moto3 Prancis 2026

Avatar photo
Penjelasan Máximo Quiles Usai Raih Kemenangan Moto3 Prancis 2026
Penjelasan Máximo Quiles Usai Raih Kemenangan Moto3 Prancis 2026. Foto: Team Aspar

GPNesia.com – Pembalap muda Spanyol, Máximo Quiles, kembali mencuri perhatian dunia balap motor setelah tampil dominan dalam kondisi lintasan basah pada ajang Moto3 Prancis 2026 di Sirkuit Le Mans, Minggu (10/5).

Rider dari tim CFMOTO Gaviota Aspar Team tersebut berhasil meraih kemenangan ketiganya musim ini hanya dalam lima seri balapan, sekaligus mempertegas konsistensinya di awal musim.

Balapan yang digelar dalam kondisi hujan deras itu berlangsung lebih singkat dari jadwal normal.

Demi alasan keselamatan, terutama karena para pembalap Moto3 belum sempat menjajal lintasan basah sepanjang akhir pekan, jumlah lap dipangkas menjadi 13 putaran.

Situasi ini membuat setiap kesalahan sekecil apa pun berpotensi fatal bagi para peserta.

Sejak lampu start padam, Máximo Quiles langsung menunjukkan performa meyakinkan.
Memulai dari barisan depan, ia segera mengambil alih posisi terdepan dan tidak sekalipun melepaskannya hingga garis finis.

Dalam kondisi suhu rendah dan trek yang licin, ia tampil sangat hati-hati namun tetap agresif, membangun jarak hingga sekitar dua setengah detik dari para pesaingnya di pertengahan lomba, sebelum akhirnya menyelesaikan balapan dengan selisih hampir dua detik di depan.

Di belakangnya, persaingan ketat terjadi untuk memperebutkan posisi podium. Adrián Fernández berhasil mengamankan posisi kedua, sementara Matteo Bertelle melengkapi podium di posisi ketiga.

Keduanya memanfaatkan situasi balapan yang penuh tekanan dan minim kesalahan dari para pembalap lain.

Drama juga terjadi di kubu CFMOTO Gaviota Aspar Team lainnya. Rekan setimnya, Marco Morelli, sempat tampil impresif dengan naik ke posisi ketiga sejak awal lomba.

Namun, di tengah balapan ia mengalami insiden di tikungan terakhir saat berada di zona podium.

Meski berhasil kembali ke lintasan, posisinya terpuruk dan ia akhirnya hanya mampu finis di urutan ke-13.

Hasil tersebut masih menambah perolehan poinnya, namun tidak sesuai harapan awal setelah start kuat. Saat ini Morelli berada di posisi keenam klasemen dengan 48 poin.

Kemenangan ini menjadi kemenangan beruntun kedua sekaligus memperpanjang catatan podium yang konsisten bagi Máximo Quiles, sekaligus membuatnya pulang dari Le Mans dengan keunggulan 46 poin di klasemen sementara kejuaraan dunia Moto3.

Dalam keterangannya usai balapan, Máximo Quiles mengakui bahwa kondisi kali ini menjadi salah satu tantangan terberat dalam kariernya.

Ia menyebut pagi hari sebelum balapan dipenuhi ketegangan karena ketidakpastian kondisi trek.

Namun ia memilih untuk tetap tenang dan fokus pada ritme balapnya.

Ia juga mengakui adanya momen di awal lomba di mana ia harus mengambil risiko lebih besar sebelum akhirnya merasa cukup percaya diri untuk menjaga konsistensi hingga akhir.

Menurutnya, kunci kemenangan adalah menjaga aliran balapan tetap halus tanpa melakukan kesalahan berarti, meski banyak hal sempat melintas di pikirannya selama lomba.

Ia menutup dengan rasa puas karena berhasil menaklukkan Le Mans dalam kondisi sulit.

Dengan hasil ini, Máximo Quiles semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu kandidat kuat perebut gelar musim ini, berkat kombinasi kecepatan, ketenangan, dan kemampuan adaptasi di lintasan basah yang penuh tantangan.

Add as preferred source on Google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *