GPNesia.com – Kiprah Nicolo Bulega menuju kelas utama MotoGP kembali menjadi sorotan setelah rider asal Italia itu dikabarkan akan hadir langsung di paddock Sirkuit Jerez akhir pekan ini.
Ia tidak sekadar hadir sebagai penonton, melainkan akan berada di hospitality tim TrackHouse Racing dalam agenda penting yang bisa menentukan masa depannya di dunia Grand Prix.
Kabar tersebut dikonfirmasi oleh sang manajer, Alberto Martinelli, yang menyebutkan bahwa kunjungan itu akan dimanfaatkan untuk melakukan pertemuan strategis.
Bulega dijadwalkan berbicara dengan Davide Brivio selaku manajer tim TrackHouse guna membuka peluang menuju MotoGP musim 2027, sebagai bagian dari ambisi besar sang pembalap untuk naik kelas dari ajang World Superbike.
Menurut Martinelli, situasi ini muncul bukan tanpa alasan. Ducati saat ini sudah menutup hampir semua ruang di proyek MotoGP masa depan mereka.
Komposisi pembalap pabrikan hingga tim satelit sudah terisi penuh, mulai dari Marc Marquez dan Pedro Acosta di Ducati Lenovo, Fermin Aldeguer serta Fabio Di Giannantonio di VR46, hingga Enea Bastianini bersama Daniel Holgado di Gresini.
Dengan formasi tersebut, peluang bagi Nicolo Bulega untuk masuk ke struktur Ducati MotoGP menjadi sangat terbatas, meski performanya di WSBK sangat impresif.
Fakta tersebut membuat runner-up World Superbike dua kali itu mulai melirik opsi di luar Ducati. Situasi semakin menarik karena ia baru saja mencatatkan rekor luar biasa dengan 13 kemenangan beruntun di ajang WSBK, sebuah pencapaian yang memperkuat reputasinya sebagai salah satu talenta paling konsisten di lintasan.
Dalam konteks ini, TrackHouse Racing menjadi salah satu tujuan paling realistis. Tim milik Justin Marks tersebut disebut sebagai satu-satunya opsi yang benar-benar terbuka saat ini.
Komposisi pembalap mereka masih belum sepenuhnya pasti, terutama dengan rumor kepindahan Ai Ogura ke tim pabrikan Yamaha, serta masa depan Raúl Fernández yang masih menggantung.
Di sisi lain, performa Fernandez yang meningkat dalam beberapa seri terakhir juga membuka kemungkinan bagi tim untuk mempertahankannya.
Di tengah dinamika tersebut, muncul pula spekulasi bahwa Ducati di ajang WSBK justru tertarik memboyong Raúl Fernández.
Isu ini bahkan berkembang menjadi kemungkinan pertukaran kepentingan antara pihak terkait, yang secara tidak langsung turut menyeret nama Nicolo Bulega dalam skenario “barter” pembalap antar proyek.
Menanggapi situasi ini, Alberto Martinelli menegaskan bahwa komunikasi dengan berbagai pihak memang sedang berjalan aktif. Ia menyebut TrackHouse sebagai salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan serius.
“Kami sedang dalam proses diskusi dan akan bertemu dengan Aprilia serta Davide Brivio di Jerez. TrackHouse jelas termasuk dalam pilihan yang kami evaluasi,” ujar Martinelli.
Ia juga menambahkan bahwa sangat wajar jika banyak tim dan pabrikan saat ini saling berkomunikasi dengan pembalap maupun manajer, mengingat pasar pembalap sedang sangat dinamis.
“Semua pihak berbicara dengan semua orang. Kami terbuka terhadap berbagai kemungkinan, termasuk Aprilia yang saat ini menunjukkan perkembangan positif,” tambahnya.
Di balik negosiasi tersebut, Nicolo Bulega juga memiliki nilai tambah yang membuatnya semakin menarik di mata pabrikan MotoGP.
Saat ini ia berperan sebagai test rider Ducati MotoGP yang terlibat dalam pengembangan Desmosedici GP27 bermesin 850cc, sebuah proyek penting untuk masa depan regulasi teknis.
Selain itu, pengalamannya menggunakan ban Pirelli di World Superbike menjadi aset tersendiri, mengingat MotoGP juga akan beralih ke pemasok ban yang sama mulai musim depan.
Kombinasi pengalaman teknis dan performa balap inilah yang membuat kehadiran Nicolo Bulega di bursa pembalap MotoGP 2027 semakin diperhitungkan oleh banyak pihak.






