Miguel Oliveira Kritik Rencana MotoGP di Sirkuit Jalan Raya Adelaide, Australia

Avatar photo
Miguel Oliveira Kritik Rencana MotoGP di Sirkuit Jalan Raya Adelaide

GPNesia.com – Pembalap asal Portugal, Miguel Oliveira, baru-baru ini mengeluarkan kritik keras terkait rencana penyelenggaraan MotoGP di Sirkuit Jalan Raya Adelaide, Australia, mulai tahun 2027.

Oliveira menilai gagasan tersebut “benar-benar gila” karena menimbulkan kekhawatiran serius terkait keselamatan pembalap, terutama saat motor prototipe MotoGP melaju dengan kecepatan ekstrem di jalanan kota.

Rencana ini sekaligus menandai berakhirnya era balapan di Sirkuit Phillip Island, trek legendaris yang telah menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Balap Motor sejak 1989.

Pergeseran ke sirkuit jalan raya untuk pertama kalinya sejak 1981 terjadi setelah pemerintah Victoria menolak opsi pemindahan balapan ke Sirkuit Albert Park.

Keterbatasan fasilitas modern di Phillip Island juga menjadi alasan utama di balik keputusan ini, yang menurut banyak pihak, menunjukkan upaya MotoGP untuk tetap relevan di tengah perkembangan olahraga balap motor global.

Dalam wawancara dengan Speedweek, Oliveira menyampaikan kekhawatirannya mengenai risiko keselamatan.

Ia menekankan bahwa permukaan jalan umum, garis putih, cat marka jalan, dan elemen jalan lainnya bisa menimbulkan bahaya serius bagi pembalap yang melaju lebih dari 300 km/jam.

“Sulit membayangkan motor MotoGP melewati jalan kota dengan aman,” ujar Oliveira, sebagaimana dilansir dari Bola.

Meskipun begitu, Oliveira percaya bahwa penyelenggara MotoGP, Dorna, dan FIM tidak akan mengabaikan masalah keselamatan.

Ia yakin pihak berwenang akan melakukan segala upaya untuk menciptakan sirkuit yang seaman mungkin bagi para pembalap.

Menurut Oliveira, perbaikan permukaan lintasan menjadi langkah penting agar balapan di jalan raya tetap dapat berlangsung tanpa membahayakan atlet.

Selain fokus pada keselamatan, Oliveira juga melihat potensi positif dari balapan di pusat kota.

Ia menilai bahwa perubahan ini dapat membuka peluang menarik audiens baru yang selama ini sulit dijangkau karena lokasi Phillip Island yang terpencil. “Anda tidak bisa selalu membawa publik ke pulau itu,” katanya.

Dengan menggelar balapan di tengah kota, MotoGP bisa lebih dekat dengan penggemar dan menciptakan pengalaman yang berbeda dari sirkuit tradisional.

Namun, Oliveira tetap menekankan bahwa tantangan balap motor jauh lebih kompleks dibandingkan balap mobil di jalan raya.

Faktor-faktor seperti tikungan sempit, permukaan jalan tidak rata, dan potensi kontak dengan elemen kota membuat sirkuit jalan raya menjadi tantangan besar bagi tim dan pembalap.

Ia berharap FIM dan Dorna menemukan kompromi yang aman, sehingga balapan tetap bisa digelar di berbagai tipe sirkuit, baik itu di tengah kota, pulau, maupun gurun.

Meski menuai kritik dan kekhawatiran, Oliveira mencoba melihat sisi inovatif dari keputusan ini. Ia menilai bahwa memperkenalkan jenis sirkuit baru selalu membawa dinamika menarik dalam dunia balap motor.

“Merangkul sirkuit berbeda bisa membuat MotoGP lebih diminati oleh penonton global,” ujarnya. Dengan begitu, perubahan ini tidak hanya soal lokasi, tetapi juga strategi untuk memperluas jangkauan dan memperkaya pengalaman balap.

Pergeseran ke Sirkuit Jalan Raya Adelaide juga membuka peluang bagi pengembangan infrastruktur kota, promosi pariwisata, dan peningkatan minat olahraga otomotif di Australia.

Langkah ini menunjukkan bahwa MotoGP tidak hanya mengejar tradisi, tetapi juga adaptasi terhadap tuntutan modern, termasuk pengalaman penonton dan visibilitas media yang lebih besar.

Keputusan mengganti Phillip Island dengan Sirkuit Jalan Raya Adelaide memang menuai pro dan kontra. Sementara beberapa penggemar khawatir soal keselamatan dan nostalgia trek klasik, pihak lain melihatnya sebagai langkah progresif yang menghadirkan sensasi baru di dunia balap motor.

Oliveira menegaskan bahwa memahami risiko dan menyiapkan mitigasi keselamatan adalah kunci agar balapan tetap menarik sekaligus aman.

Dengan rencana ini, MotoGP Australia memasuki babak baru yang menghadirkan tantangan sekaligus peluang.

Baik bagi pembalap, penyelenggara, maupun penggemar, keberadaan sirkuit jalan raya di pusat kota membuka perspektif baru tentang bagaimana balapan motor kelas dunia bisa tetap relevan di era modern.

Miguel Oliveira sendiri menutup pernyataannya dengan optimisme hati-hati, menyatakan bahwa inovasi semacam ini, bila dijalankan dengan cermat, dapat menjadi babak penting bagi sejarah MotoGP di Australia.

Baca berita terbaru hari ini seputar MotoGP, Moto2, Moto3, F1 dan Otomotif di GPNesia.com melalui Google News + Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain GPNesia.com.