GPNesia.com – Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, menyatakan kesiapannya untuk tampil agresif sejak awal balapan Moto3 Catalunya 2026 yang digelar di Sirkuit Catalunya, Barcelona, Spanyol, Minggu (17/5/2026).
Meski harus memulai dari posisi kurang menguntungkan, ia menegaskan tidak akan mengubah strategi menyerangnya.
Start balapan kali ini dipastikan menjadi tantangan besar bagi Veda Ega Pratama yang harus memulai race dari posisi ke-20.
Kondisi tersebut terjadi setelah rangkaian hasil kurang optimal yang ia raih pada hari kedua rangkaian Moto3 Catalunya 2026, Sabtu (16/5/2026), terutama pada sesi kualifikasi yang tidak berhasil mengantarkannya ke Q2.
Pada sesi kualifikasi pertama (Q1), pembalap Honda Team Asia tersebut sebenarnya sempat menunjukkan potensi menjanjikan.
Ia bahkan berada di posisi empat besar pada fase awal sesi, yang membuka peluang untuk melaju ke Q2.
Namun, persaingan ketat di menit-menit akhir membuat posisinya tergeser hingga finis di urutan ketujuh, sehingga gagal mengamankan tiket ke sesi kualifikasi kedua.
Situasi tersebut membuat hasil akhir kualifikasi tidak sesuai harapan tim maupun pembalap bernomor start 9 itu.
Sejak awal akhir pekan balapan, Veda Ega Pratama mengakui dirinya masih berusaha menemukan setelan terbaik pada motor serta menyesuaikan gaya berkendara dengan kondisi lintasan.
Dalam pernyataannya yang dikutip dari keterangan resmi Honda Team Asia, ia menyebut proses adaptasi berlangsung bertahap meskipun belum menghasilkan capaian maksimal di grid start.
“Kami cukup berjuang keras sejak kemarin untuk mencoba menemukan perasaan terbaik dengan motor dan juga menyesuaikan gaya berkendara saya dengan kondisi yang ada. Langkah demi langkah kami meningkat selama sesi dan pagi ini kecepatannya terlihat lebih baik, jadi masih ada hal positif dari hari ini meskipun hasil kualifikasi tidak seperti yang kami inginkan,” ungkap Veda Ega Pratama.
Ia juga menambahkan bahwa dirinya cukup percaya diri saat bertarung langsung di Q1. Namun, perkembangan cepat dari para pesaing pada menit-menit akhir membuat catatan waktunya tidak cukup kompetitif untuk melaju ke Q2.
“Selama Q1 saya merasa percaya diri dan nyaman bertarung dengan pembalap lain, tetapi di menit-menit akhir semua orang berkembang pesat dan catatan waktu putaran saya tidak cukup untuk masuk ke Q2,” lanjutnya.
Hasil kualifikasi yang kurang memuaskan itu awalnya menempatkan pembalap asal Gunungkidul tersebut di posisi start ke-21.
Namun, terjadi perubahan grid setelah Casey O’Gorman menerima penalti penurunan 12 posisi akibat berkendara terlalu lambat pada sesi Q1.
Kondisi tersebut kemudian menguntungkan posisi start Veda Ega Pratama, yang naik satu peringkat ke posisi ke-20.
Meski demikian, posisi tersebut tetap dianggap kurang ideal untuk memulai balapan Moto3 yang dikenal sangat kompetitif dan penuh persaingan ketat di grup tengah hingga depan. Tantangan besar pun menanti sejak lampu start padam di Sirkuit Catalunya.
Menghadapi situasi tersebut, Veda Ega Pratama menegaskan bahwa fokus utamanya adalah melakukan start yang kuat dan segera merangsek ke posisi yang lebih baik. Ia menargetkan dapat bergabung dengan kelompok depan secepat mungkin selama balapan berlangsung.
“Targetnya adalah menyerang sejak awal, memulihkan posisi dengan cepat dan mencoba bertarung dengan kelompok depan selama balapan,” tegasnya.
Balapan Moto3 Catalunya 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada Minggu (17/5/2026) pukul 16.00 WIB. Dengan strategi agresif sejak awal, peluang untuk memperbaiki posisi masih terbuka bagi pembalap muda Indonesia tersebut, meski harus berjuang dari barisan belakang.







