GPNesia.com – Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, bersiap menghadapi seri Moto3 Spanyol 2026 dengan optimisme tinggi setelah hasil kurang maksimal pada balapan sebelumnya di Grand Prix Amerika Serikat.
Rider yang membela Honda Team Asia tersebut mengalami kegagalan finis di Circuit of The Americas (COTA), Austin, akibat insiden terjatuh saat lomba masih berlangsung.
Seri Moto3 Spanyol yang digelar di Sirkuit Jerez menjadi pembuka rangkaian balapan Eropa musim ini setelah jeda kompetisi selama tiga pekan.
Fase ini dianggap krusial bagi para pembalap untuk kembali menemukan ritme terbaik mereka sebelum memasuki persaingan yang lebih padat dan ketat di paruh musim.
Dalam masa jeda tersebut, Veda Ega Pratama memanfaatkannya untuk melakukan evaluasi menyeluruh, meningkatkan intensitas latihan, serta menata kembali fokus menjelang balapan berikutnya.
Pembalap asal Gunungkidul itu menilai periode tanpa balapan sangat penting untuk memperbaiki detail performa dan kesiapan mental.
Ia menyampaikan rasa antusiasnya bisa kembali turun ke lintasan setelah tiga minggu tanpa kompetisi. Menurutnya, waktu tersebut memberikan kesempatan untuk melakukan reset sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tantangan baru di Eropa.
Insiden crash di Austin juga menjadi perhatian tersendiri bagi Veda Ega Pratama, yang menegaskan pentingnya melupakan kejadian tersebut agar tidak mengganggu konsentrasi.
Ia menargetkan tampil lebih stabil dan mampu menyelesaikan balapan dengan hasil maksimal di Jerez. Ia juga menekankan bahwa kecepatan yang sudah ditunjukkan sebelumnya menjadi modal penting untuk bersaing lebih konsisten di seri mendatang.
Pada balapan Moto3 GP Amerika Serikat, Veda Ega Pratama sebenarnya sempat tampil kompetitif dan mampu bersaing di kelompok lima besar.
Namun, kecelakaan yang terjadi membuatnya gagal melanjutkan balapan hingga garis finis, sehingga peluang meraih poin besar pun hilang.
Meski demikian, performanya sepanjang awal musim Moto3 2026 tetap mendapat sorotan positif. Lulusan Red Bull MotoGP Rookies Cup yang berhasil finis ketiga pada musim 2025 itu dinilai sebagai salah satu rookie paling potensial di kelasnya tahun ini.
Saat ini, Veda Ega Pratama berada di posisi ketujuh klasemen sementara Moto3 2026 dengan koleksi 27 poin.
Selisih hanya dua poin dari Adrian Fernandez di posisi keenam membuat peluangnya untuk terus naik peringkat masih sangat terbuka, terutama jika mampu tampil konsisten di Jerez.
Di puncak klasemen, Maximo Quiles masih menjadi pemimpin berkat performa stabil sejak awal musim. Ia telah mengumpulkan 65 poin setelah finis sebagai runner-up pada Moto3 GP Amerika Serikat, unggul 23 poin dari Alvaro Carpe yang menempati posisi kedua.
Dengan modal evaluasi, persiapan matang, serta motivasi tinggi, Veda Ega Pratama diharapkan mampu menjadikan seri Jerez sebagai titik balik untuk kembali bersaing di barisan depan Moto3 musim 2026.







