GP Nesia – Veda Ega Pratama menyimpan catatan istimewa menjelang seri MotoGP Italia 2026 yang akan digelar di Sirkuit Mugello pada 29–31 Mei mendatang.
Pembalap muda Indonesia berusia 17 tahun itu pernah mencatatkan prestasi gemilang berupa double winner di lintasan yang sama, sebuah pencapaian yang kini kembali menjadi sorotan jelang balapan penting tersebut.
Menariknya, pengalaman di Mugello membuat publik menilai pembalap asal Gunungkidul, Jawa Tengah ini memiliki keuntungan emosional sekaligus teknis.
Trek sepanjang 5,2 kilometer tersebut dikenal sebagai salah satu sirkuit cepat dan menantang di kalender balap Eropa, namun juga menjadi lintasan yang bersahabat bagi dirinya.
Dalam dua musim terakhir di ajang junior, ia tercatat telah empat kali turun di Mugello dengan perkembangan performa yang signifikan.
Pada musim debut 2024, adaptasinya berjalan cepat. Ia mampu finis di posisi kelima pada Race 1 dan posisi kedelapan pada Race 2, menunjukkan potensi besar sebagai pendatang baru.
Puncak Veda Ega Pratama Double Winner di Sirkuit Mugello
Memasuki musim 2025, performa tersebut meningkat drastis. Ia berhasil mencetak kemenangan beruntun atau double winner di ajang Red Bull MotoGP Rookies Cup.
Pada Race 1, ia finis pertama dengan catatan waktu 26 menit 31,484 detik serta kecepatan puncak 226,4 km/jam setelah duel ketat di lap akhir.
Dalam momen tersebut, ia mengaku harus memanfaatkan slipstream untuk menyalip lawan di tikungan terakhir. Strategi itu menjadi kunci kemenangannya yang dramatis sekaligus bersejarah.
Hasil tersebut kemudian berlanjut pada Race 2 musim yang sama, ketika ia kembali mengamankan podium tertinggi dengan waktu 26 menit 44,347 detik dan top speed mencapai 227,8 km/jam.
Rentetan hasil impresif itu mengantarkannya menjadi runner-up klasemen akhir musim 2025 di bawah David Alonso dan para pesaing kuat lainnya.
Catatan tersebut sekaligus menegaskan bahwa Mugello bukan sekadar lintasan biasa baginya, melainkan tempat lahirnya momentum besar dalam karier balapnya.
Menjelang Moto3 Italia 2026, persaingan diprediksi jauh lebih ketat dengan hadirnya pembalap-pembalap kelas dunia. Namun modal pengalaman dan memori kemenangan di lintasan yang sama menjadi bekal penting.
Bahkan pada seri sebelumnya di Moto3 Catalunya 2026, ia menunjukkan kemampuan comeback luar biasa dari posisi start belakang hingga finis kedelapan.
Performa tersebut menjadi bukti bahwa adaptasi terhadap motor Moto3 spesifikasi penuh semakin matang.
Kombinasi pengalaman, mental juara, dan rekam jejak positif di Mugello membuat publik otomotif Indonesia menaruh harapan besar.
Dengan segala pencapaian tersebut, Veda Ega Pratama kini dipandang sebagai salah satu talenta yang berpotensi kembali bersaing di barisan depan.
Apalagi ia memiliki kenangan manis double winner di sirkuit yang sama, sesuatu yang jarang dimiliki pembalap muda di level Moto3.
Menatap balapan 2026, banyak pihak menantikan apakah Veda Ega Pratama mampu mengulang kejutan serupa dan kembali mengibarkan bendera Merah Putih di podium tertinggi Italia.
Harapan itu semakin besar karena rekam jejak dan kepercayaan dirinya terus berkembang di setiap seri yang ia jalani.
