GP Nesia – Pembalap muda Malaysia, Hakim Danish, mulai menunjukkan perkembangan signifikan setelah tampil lebih kompetitif pada balapan Moto3 Catalunya 2026 yang digelar akhir pekan lalu.
Penampilan rider muda binaan MT Helmets-MSI tersebut pun memunculkan optimisme baru dari legenda balap Negeri Jiran, Zulfahmi Khairuddin.
Performa apik Hakim Danish di seri Catalunya menjadi salah satu sorotan setelah dirinya berhasil mengamankan posisi finis ketujuh.
Hasil tersebut sekaligus menjadi pencapaian terbaik Danish sepanjang musim Moto3 2026 sejauh ini.
Memulai balapan 18 lap dari posisi ke-10, Hakim Danish tampil cukup konsisten sejak awal lomba. Dia mampu menjaga ritme balapan dan ikut bersaing di rombongan depan yang memperebutkan posisi podium hingga lap-lap akhir.
Pencapaian tersebut terasa semakin istimewa karena Danish mampu finis di depan pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama.
Rider Honda Team Asia itu sebelumnya menjalani sesi kualifikasi yang kurang maksimal sehingga harus memulai balapan dari posisi ke-20.
Meski start dari posisi lebih belakang, Veda perlahan mampu memperbaiki posisinya dan berhasil menembus barisan 10 besar.
Bahkan, pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta itu sempat berada dalam grup yang sama dengan Danish saat perebutan posisi berlangsung sengit di tengah balapan.
Namun hingga garis finis, Danish tetap mampu mempertahankan performanya dan menutup balapan di posisi ketujuh. Sementara Veda harus puas finis tepat satu tingkat di belakangnya, yakni posisi kedelapan.
Hasil positif tersebut membuat kepercayaan diri Danish semakin meningkat untuk menghadapi seri-seri berikutnya pada kalender Moto3 2026.
Selain sukses finis di depan Veda, rider asal Malaysia itu juga sempat bersaing di zona podium meski akhirnya gagal mengamankan tiga besar.
Perkembangan performa Danish rupanya turut mendapat perhatian serius dari Zulfahmi Khairuddin.
Mantan pembalap Moto3 yang pernah meraih dua podium pada musim 2012 itu mengaku cukup puas melihat kemajuan yang diperlihatkan Danish sepanjang pekan GP Catalunya.
“Secara keseluruhan, saya sangat senang dengan performa yang ditunjukkan Hakim Danish sepanjang pekan ini,” ujar Zulfahmi Khairuddin seperti dikutip dari laman ZK Racing.
Menurut Zulfahmi, peningkatan Danish tidak hanya terlihat dari sisi kecepatan semata. Dia menilai sang pembalap kini mulai memahami cara mengelola balapan dengan lebih baik ketika harus bertarung bersama para rider papan atas.
“Dia tidak hanya menunjukkan kecepatan, tetapi yang lebih penting, dia telah banyak belajar tentang bagaimana mengelola balapan dan bersaing di kelompok depan,” kata Zulfahmi.
“Ketika Anda bersama para pembalap terbaik, setiap putaran adalah pengalaman berharga dan saya dapat melihat dia semakin memahami bagaimana tetap kompetitif hingga akhir balapan,” lanjutnya.
Zulfahmi juga menganggap kegagalan Danish meraih podium bukan sesuatu yang perlu disesali secara berlebihan.
Menurut dia, kesalahan kecil yang terjadi justru menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran seorang pembalap muda.
“Tentu saja agak mengecewakan ketika dia hampir mencapai podium, tetapi kesalahan kecil itu adalah bagian dari proses pembelajaran,” imbuh Zulfahmi.
Dengan hasil positif di Catalunya, Zulfahmi optimistis Danish memiliki peluang untuk tampil lebih baik pada seri-seri Moto3 berikutnya.
Dia percaya pengalaman bertarung di grup depan akan membantu Danish berkembang menjadi pembalap yang lebih matang.
“Saya yakin pengalaman ini akan membuatnya lebih kuat dan lebih dewasa untuk balapan berikutnya,” ujar Zulfahmi.
“Yang terpenting, kepercayaan dirinya semakin meningkat.”
“Dan saya percaya bahwa dia memiliki kemampuan untuk bersaing memperebutkan podium jika dia terus bekerja keras dan mempertahankan performa yang ditunjukkannya di Catalunya,” tutupnya.
