GPNesia.com – Toto Wolff menetapkan pedoman khusus bagi George Russell dan Andrea Kimi Antonelli menjelang Grand Prix Barcelona-Catalunya 2026.
Langkah tersebut diambil untuk mencegah terulangnya insiden yang pernah menjadi mimpi buruk Mercedes ketika dua pembalapnya saling bertabrakan dan gagal finis pada Grand Prix Spanyol 2016.
Mercedes datang ke Barcelona dengan situasi yang cukup menarik setelah hasil kualifikasi menempatkan dua pembalapnya di barisan depan persaingan.
George Russell berhasil bangkit setelah melalui beberapa akhir pekan yang tidak mudah dan mengamankan pole position ketiganya pada musim ini.
Pembalap asal Inggris itu mencatatkan waktu lebih cepat dibandingkan rekan setimnya, Andrea Kimi Antonelli, yang menempati posisi ketiga dengan selisih 0,319 detik.
Di antara keduanya terdapat pembalap Ferrari, Lewis Hamilton, yang sukses merebut posisi kedua melalui putaran cepat pada momen-momen terakhir sesi kualifikasi.
Susunan grid tersebut membuat peluang duel sengit di barisan depan semakin terbuka ketika balapan dimulai.
Kondisi ini mengingatkan Mercedes pada perselisihan yang sempat terjadi antara Russell dan Antonelli di Grand Prix Kanada.
Peristiwa tersebut membuat Toto Wolff kembali mengevaluasi pendekatan tim terkait kebebasan kedua pembalapnya untuk bertarung di lintasan.
Situasi tersebut juga memunculkan kembali kenangan pahit saat Lewis Hamilton dan Nico Rosberg saling menyingkirkan pada lap awal Grand Prix Spanyol 2016.
Saat ditanya mengenai kemungkinan penggunaan team order guna menghindari insiden serupa, Wolff menegaskan bahwa kedua pembalapnya memiliki motivasi besar untuk membuktikan diri.
“Saya pikir mereka sedang berlomba untuk memperebutkan gelar juara dan Kimi ingin menunjukkan bahwa dialah yang terbaik. George menginginkan hasil yang bagus untuk mengatakan ‘Sayalah yang terbaik, jangan remehkan saya’,” ujarnya kepada F1 TV.
Wolff juga menilai Hamilton akan menjadi ancaman serius dalam balapan karena berada dalam kondisi mental yang sangat baik dan memiliki ambisi besar untuk meraih kemenangan.
“Lewis jelas sedang dalam kondisi mental yang sangat baik dan bertekad untuk menang, jadi saya tidak tahu bagaimana hasilnya besok. Bagi saya, yang terpenting adalah tidak ada kontak fisik, tetapi mereka akan start berdekatan. Kimi akan mendapatkan slipstream yang bagus – mungkin akan menambah uban!” katanya.
Lebih lanjut, pria Austria tersebut menjelaskan skenario ideal yang diharapkannya pada lap pembuka balapan.
Menurutnya, fase paling krusial adalah ketika para pembalap memasuki rangkaian tikungan awal sebelum menuju sektor yang pernah menjadi lokasi insiden Mercedes satu dekade lalu.
“Lewati Tikungan 1, 2, dan 3! Kemudian datang tikungan terkenal kami, 4, tikungan kanan tempat saya sudah pernah mengalami dua mobil terhenti di kerikil pada tahun 2016,” ungkapnya.
Meski menginginkan kedua pembalapnya menghindari kontak, Wolff tidak ingin mereka kehilangan naluri menyerang hanya demi bermain aman.
“Jika Anda berpikir konservatif, Anda perlu berpikir ke depan dan tidak mulai melindungi poin – itu seperti tim sepak bola yang mulai bertahan daripada menyerang. Saya pikir [Antonelli] akan menyerang dan itu tidak masalah,” lanjutnya.
Selain harus mengawasi persaingan internal di Mercedes, Toto Wolff juga menghadapi tantangan lain dari Ferrari.
Penampilan impresif Hamilton pada sesi kualifikasi menunjukkan bahwa tim asal Maranello tersebut berpotensi mengganggu dominasi Mercedes yang sejauh musim ini selalu berhasil memenangi setiap seri Grand Prix.
Ferrari datang ke Barcelona dengan paket pengembangan terbaru yang tampaknya memberikan dampak positif terhadap performa mobil.
Hamilton mampu memaksimalkan peningkatan tersebut untuk menempatkan dirinya di barisan depan.
Namun, Ferrari hanya memiliki satu wakil di posisi teratas setelah Charles Leclerc mengalami kecelakaan pada sesi Q3 sehingga gagal mencatatkan waktu putaran.
Meski demikian, Wolff menilai ancaman dari Ferrari tetap sangat nyata. Berdasarkan simulasi dan perhitungan internal Mercedes, tim asal Italia itu menunjukkan peningkatan performa yang signifikan dibandingkan perkiraan sebelumnya.
“Perhitungan kami menunjukkan bahwa mereka tertinggal setengah detik dalam satu putaran. Di sini mereka bangkit kembali dan saya rasa peningkatan performa mereka berhasil – mungkin mereka menggunakan beban yang sedikit lebih berat daripada kami di sesi sebelumnya,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa perkembangan yang ditunjukkan Ferrari tidak boleh diremehkan, terlebih di tengah era pembatasan biaya yang membuat tim-tim Formula 1 tidak bisa sembarangan membawa pembaruan besar ke lintasan.
“Kita harus bersiap-siap karena peningkatan itu sangat besar. Saat ini, dengan keterbatasan biaya, kita tidak mampu melakukan itu, jadi mereka adalah penantang yang sesungguhnya,” tutup Wolff.











