Example floating
Example floating

Hakim Danish Disarankan Segera Naik Moto2 Meski Masih di Belakang Veda

Avatar photo
Hakim Danish
FOTO: INSTAGRAM @HAKIMDANISH_13

GPNesia.com – Persaingan rookie Moto3 2026 semakin menarik perhatian setelah delapan seri balapan berhasil dituntaskan.

Sejumlah pendatang baru menunjukkan performa yang mengesankan dan mampu bersaing dengan para pembalap yang lebih berpengalaman.

Dari delapan rookie yang tampil musim ini, tiga nama menjadi sorotan utama berkat konsistensi dan pencapaian mereka di lintasan, yakni Veda Ega Pratama, Brian Uriarte, dan Hakim Danish.

Ketiganya telah mencatatkan hasil yang membuat persaingan klasemen rookie berlangsung ketat sejak awal musim.

Bahkan, Brian Uriarte yang membela Red Bull KTM Ajo berhasil mencatatkan kemenangan dan menempatkan dirinya sebagai salah satu debutan paling menonjol sejauh ini.

Di sisi lain, Indonesia memiliki Veda Ega Pratama yang terus menunjukkan perkembangan positif di bawah pembinaan Emilio Alzamora, sosok yang dikenal sebagai mantan manajer Marc Marquez.

Pembalap Honda Team Asia tersebut sukses mengoleksi dua podium sepanjang musim berjalan setelah finis ketiga pada GP Brasil dan GP Prancis.

Penampilan impresif pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, itu sempat membawanya memimpin klasemen rookie Moto3 2026 dalam beberapa putaran.

Namun posisi tersebut akhirnya bergeser setelah para rivalnya mampu mengumpulkan poin lebih banyak pada seri-seri berikutnya.

Setelah berakhirnya GP Hungaria pekan lalu, Veda kini menempati posisi kedua klasemen rookie Moto3 2026 dengan total 71 poin.

Raihan itu membuatnya hanya tertinggal satu angka dari Brian Uriarte yang saat ini memuncaki klasemen pendatang baru dan menyandang status rookie paling bersinar hingga delapan balapan pertama musim ini.

Sementara itu, Hakim Danish masih berada di urutan ketiga klasemen rookie. Kendati belum mampu menyamai perolehan poin Uriarte maupun Veda, pembalap Malaysia tersebut tetap memperlihatkan konsistensi yang patut diperhitungkan.

BACA JUGA:  Veda Ega Pratama Tampil Percaya Diri di Moto3 Italia 2026 Mugello Meski Start P13

Prestasi terbaik Hakim Danish sejauh ini hadir saat GP Italia di Sirkuit Mugello. Pada balapan tersebut, ia tampil kompetitif dan berhasil meraih podium pertamanya musim ini. Hasil tersebut menjadi pencapaian penting yang mendongkrak posisinya di klasemen.

Berkat tambahan poin dari sejumlah balapan yang dijalani secara konsisten, andalan MT Helmets-MSI itu kini mengoleksi 48 poin dan menempati peringkat ketiga klasemen rookie Moto3 2026.

Performa yang diperlihatkan pembalap muda Negeri Jiran itu ternyata tidak luput dari perhatian Razlan Razali.

Tokoh penting motorsport Malaysia yang saat ini menjabat sebagai petinggi Sirkuit Sepang tersebut pernah dikenal luas sebagai pemilik Yamaha Sepang Racing Team yang berkiprah di MotoGP pada periode 2019 hingga 2021.

Razali menilai perkembangan Hakim Danish cukup menjanjikan sehingga ia memberikan pandangan khusus terkait masa depan karier sang pembalap.

Menurutnya, Danish tidak perlu terlalu lama bertahan di kelas Moto3 apabila peluang untuk naik ke Moto2 datang lebih cepat.

“Saya telah menyarankan baik kepada Danish maupun Zulfahmi Khairuddin (manajer Danish) agar tidak terlalu lama bertahan di satu kelas,” kata Razali.

“Jika ada kesempatan untuk naik kelas, maka mereka harus memanfaatkannya,” lanjutnya seperti dikutip dari NST melalui BolaSport.com.

Meski demikian, Razali menekankan bahwa kesempatan promosi ke Moto2 harus dibarengi dengan performa yang memang layak.

Ia menilai Danish perlu menunjukkan kualitas yang cukup agar menarik minat tim-tim yang berlaga di kelas menengah Grand Prix tersebut.

Menurut Razali, salah satu indikator yang bisa menjadi ukuran adalah kemampuan pembalap untuk menutup musim di posisi lima besar klasemen akhir Moto3.

“Tentu saja, Danish harus layak mendapatkan kesempatan naik kelas,” ujar Razali.

BACA JUGA:  Veda Ega Pratama Unggul 32 Poin Atas Hakim Danish

“Secara pribadi, saya merasa bahwa jika dia berada di lima besar Moto3 dan ada tim yang bersedia membawanya ke Moto2, mengapa tidak? Itulah pandangan saya.”

Pandangan tersebut muncul karena Razali menilai proses adaptasi di Moto2 memang tidak mudah.

Kelas tersebut memiliki karakter motor yang berbeda dan tingkat persaingan yang lebih berat dibanding Moto3. Oleh sebab itu, konsistensi menjadi faktor utama yang harus dijaga oleh Danish sepanjang musim.

Meski tidak harus menjadi juara dunia Moto3, Razali meyakini seorang pembalap tetap bisa melangkah ke jenjang lebih tinggi apabila mampu menunjukkan performa stabil dalam jangka panjang.

Ia bahkan mencontohkan perjalanan karier Diogo Moreira yang kini membela LCR Honda di MotoGP.

“Biasanya butuh waktu lebih lama untuk beradaptasi dengan balapan di Moto2, tapi kita juga telah melihat apa yang dilakukan pembalap seperti Diogo Moreira,” kata Razali.

“Anda tidak harus menjadi juara Moto3 sebelum naik kelas, jika Danish bisa tetap konsisten dengan hasil 5 besar, saya pikir dia layak untuk naik ke Moto2.”

Razali juga menilai bahwa bertahan lebih lama di Moto2 bukanlah masalah selama seorang pembalap mampu menunjukkan peningkatan performa.

Menurutnya, kesempatan menuju MotoGP akan terbuka lebih lebar ketika seorang rider mampu membuktikan kualitasnya di kelas tersebut.

“Anda bisa bertahan sedikit lebih lama di Moto2, itu tidak masalah karena begitu bisa menunjukkan performa yang bagus, peluang untuk naik ke MotoGP akan lebih besar.”

“Tentu saja tidak ada yang bisa dijamin, tapi hal itu akan mempermudah segalanya,” tutup Razali.

Dengan musim Moto3 2026 yang masih menyisakan banyak balapan, persaingan antara Brian Uriarte, Veda Ega Pratama, dan Hakim Danish dipastikan masih akan menjadi salah satu cerita paling menarik.

BACA JUGA:  Hakim Danish Gagal Podium di Moto3 Catalunya 2026 Akibat Kesalahan di Tikungan 10

Di tengah ketatnya perebutan status rookie terbaik, saran untuk segera naik ke Moto2 menjadi sinyal bahwa Danish dinilai memiliki potensi besar untuk melangkah ke level yang lebih tinggi dalam waktu dekat.

Jumat, 12 Juni 2026

Ai Ogura Kecewa di Hungaria

Hakim Danish disarankan segera naik Moto2 meski masih di bawah Veda Ega Pratama di klasemen rookie Moto3 2026 berkat performa konsisten.

Jumat, 12 Juni 2026

Charles Leclerc Uji Rem Baru Ferrari di Barcelona

Hakim Danish disarankan segera naik Moto2 meski masih di bawah Veda Ega Pratama di klasemen rookie Moto3 2026 berkat performa konsisten.

Jumat, 12 Juni 2026

Sam Lowes Optimistis Hadapi Misano, Bidik Hasil Lebih Baik di WorldSBK

Hakim Danish disarankan segera naik Moto2 meski masih di bawah Veda Ega Pratama di klasemen rookie Moto3 2026 berkat performa konsisten.

Jumat, 12 Juni 2026

Nicolo Bulega Sebut Musim Sempurna di WorldSBK 2026 Hampir Mustahil

Hakim Danish disarankan segera naik Moto2 meski masih di bawah Veda Ega Pratama di klasemen rookie Moto3 2026 berkat performa konsisten.

Jumat, 12 Juni 2026

Hakim Danish Disarankan Segera Naik Moto2 Meski Masih di Belakang Veda

Hakim Danish disarankan segera naik Moto2 meski masih di bawah Veda Ega Pratama di klasemen rookie Moto3 2026 berkat performa konsisten.

Jumat, 12 Juni 2026

Arai Agaska Siap Tampil di Misano World Sportbike 2026

Hakim Danish disarankan segera naik Moto2 meski masih di bawah Veda Ega Pratama di klasemen rookie Moto3 2026 berkat performa konsisten.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *