Tommy Bridewell Puji Proyek Ducati dan Kritik Honda di Kejuaraan Superbike

Avatar photo
Tommy Bridewell Tembus 10 Besar di WorldSBK Ceko 2026 di Most
FOTO: WORLDSBK.COM

POIN PENTING

  • Tommy Bridewell memuji keunggulan kerja sama terbuka Ducati yang memungkinkan pengembangan lebih cepat, berbeda dengan struktur tertutup Honda yang dinilainya menghambat inovasi.
  • Pembalap Inggris ini mengkritik performa dan strategi Honda dalam proyek Fireblade, menyatakan motor tersebut tertinggal jauh dari Ducati dan sulit dikendalikan, serta menilai masa depan HRC masih penuh tantangan.
  • Bridewell mengungkapkan bahwa hasil buruk Honda selama ini lebih disebabkan oleh masalah teknis dan kerangka kerja yang tertutup, sementara Ducati terus berkembang melalui kolaborasi data yang transparan dan inovatif.

GP Nesia – Dalam beberapa akhir pekan balapan terakhir, Tommy Bridewell menunjukkan performa impresif dengan finis di posisi 10 besar menggunakan Ducati Panigale V4R, meninggalkan beberapa nama mapan di belakangnya.

Setelah finis di posisi kesepuluh pada balapan hari Minggu di Most, pembalap asal Inggris itu tak ragu memuji keunggulan proyek Superbike Ducati, terutama aspek pertukaran data terbuka yang dilakukan oleh tim pabrikan.

Melansir wawancara eksklusif dari SPEEDWEEK.com, Tommy Bridewell mengungkapkan pengalamannya selama berganti dari Honda ke Ducati dan membandingkan dua pabrikan tersebut.

Ia menyatakan bahwa Honda saat ini menerapkan komunikasi yang sangat terbatas dengan media dan pengendara, di mana permintaan wawancara seringkali tidak mendapatkan jawaban.

Struktur manajemen baru Honda juga dinilai menghindari pertanyaan kritis yang dianggap penting oleh para pembalap.

Bridewell yang pernah tampil sebagai wildcard untuk Honda selama beberapa balapan sebelumnya, mengakui bahwa ia pernah mengalami banyak kesulitan di belakang barisan dan sering terlibat kecelakaan.

BACA JUGA:  Johann Zarco Catat Laptime Honda Terbaik Meski Terjatuh di MotoGP Amerika 2026

Oleh karena itu, ia cukup menyadari perbedaan besar antara Ducati dan Honda, terutama dari sisi kerja sama dan pertukaran data.

Ia menilai Ducati bekerja secara terbuka dan kolaboratif, berlawanan dengan filosofi tertutup yang diterapkan Honda.

“Saya menghabiskan waktu cukup lama bersama Honda dan saya suka orang-orang di sana. Persahabatan mereka kuat,” ujar Bridewell.

“Tapi saya selalu jujur, meskipun terkadang hal itu menyakitiku. Saat saya mengendarai Honda di sini, saya tertinggal 55 detik sampai satu menit dan sering mengalami kecelakaan. Setelah beralih ke Ducati, dalam balapan ini saya hanya tertinggal 27 detik tanpa mengalami kecelakaan. Itu yang membuat saya mengerti apa yang selama ini salah.”

Bridewell juga mengkritik struktur kerja Honda yang bersifat tertutup. Ia menyebut bahwa Ducati bekerja secara terbuka dengan data dan berkolaborasi erat antara tim pabrikan dan tim pelanggannya.

Sebaliknya, Honda menjalankan proyek yang terpisah dan tertutup selama bertahun-tahun, bahkan terkadang berkembang ke arah yang berbeda tanpa keberhasilan yang berkelanjutan.

BACA JUGA:  Stefano Cecconi Soroti Masa Depan Ducati Jika Bulega ke MotoGP

Dari sudut pandang olahraga, Bridewell menilai proyek HRC 2026 saat ini berada di titik terendah. Ia menyebut bahwa pembalap seperti Jake Dixon dan Somkiat Chantra belum mampu menunjukkan performa optimal, bahkan Jonathan Rea yang merupakan pembalap uji coba terbaik pun tampak semakin kecewa.

Ia juga menyatakan bahwa secara teknis, Fireblade saat ini tertinggal jauh dari Ducati, dengan motor Honda yang menghasilkan selip roda belakang ekstrem dan kemudahan wheelie yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Bahkan pembatasan bahan bakar standar pun tidak mampu memperlambat kecepatan Ducati. Koordinator teknis Ducati, Marco Zambenedetti, sempat menyampaikan kritik sebelum balapan di Most, namun pengurangan konsumsi bahan bakar terbaru pun terbukti tidak signifikan mempengaruhi performa Ducati. Bridewell menegaskan,

“Bagaimana Anda menghentikan Ducati? Anda tidak bisa mengurangi bahan bakarnya lagi.”

Dalam perbincangannya di Portimao, Tommy Bridewell juga berbicara langsung dengan Takeo Yokoyama mengenai pengalaman pertamanya mengendarai Ducati.

Ia menyebut bahwa meskipun tidak mengungkapkan seluruh detail, namun menyampaikan bahwa Ducati masih memiliki jalan panjang untuk mencapai kesempurnaan.

Tak dapat disangkal, Bridewell sangat menghormati hasil yang diraih mantan pembalap Honda, seperti Iker Lecuona dan Xavi Vierge.

BACA JUGA:  Hasil Superpole WSBK Ceko 2026: Nicolo Bulega Pole Position

Ia memuji bahwa mereka mampu meraih finis kedua dan berpotensi menjadi kandidat juara dunia, meskipun peralatan yang digunakan tidak selalu optimal.

Menurutnya, hasil buruk Honda dalam beberapa tahun terakhir lebih disebabkan oleh masalah teknis Fireblade, bukan kemampuan pembalap.

“Anda tidak bisa membayangkan betapa hebatnya Xavi dan Iker mengendarai motor itu. Jujur saja, itu luar biasa,” tegas Bridewell yang juga pernah melakukan uji coba dengan para pembalap pabrikan Honda selama masa baktinya di HRC.

Ia juga menyatakan skeptisisme terhadap masa depan proyek HRC, mengingat kondisi saat ini. Ia berharap Honda mampu membalikkan keadaan, meskipun kondisi terkini menunjukkan sebaliknya.

Di balik layar, HRC diketahui tengah mengerjakan Fireblade versi revisi untuk tahun 2027.

Bridewell mengungkapkan bahwa dari sumber yang ia miliki, motor tahun depan bukanlah lompatan besar yang diharapkan, bahkan sudah melihat foto prototipenya.

Hal ini tentu menimbulkan kekhawatiran bagi Honda dan para pembalap HRC di Kejuaraan Dunia Superbike, mengingat persaingan yang semakin ketat dan kebutuhan akan inovasi yang signifikan.

Dengan performa impresif Tommy Bridewell dan kritik tajam terhadap struktur kerja Honda, pergeseran kekuatan di dunia Superbike semakin nyata.

Ducati, dengan dukungan data terbuka dan kolaborasi erat, menunjukkan keunggulan yang signifikan, sementara Honda masih menghadapi tantangan besar untuk bangkit dan bersaing secara konsisten di level tertinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *