GPNesia.com – Pembalap independen Ducati asal Inggris, Sam Lowes, sukses mengamankan podium ketiga pada Race 1 ajang World Superbike (WorldSBK) 2026 seri Aragon yang digelar di MotorLand Aragon.
Hasil ini menjadi pencapaian penting setelah beberapa seri sebelumnya ia menghadapi periode sulit di kejuaraan dunia tersebut.
Dalam balapan pembuka seri Aragon, Sam Lowes kembali menunjukkan tanda kebangkitan performa bersama tim ELF Marc VDS Racing Team.
Podium ini menjadi yang pertama sejak dirinya meraih tiga podium di Assen, sekaligus menambah koleksi podium kariernya di WorldSBK menjadi total sembilan kali.
Capaian tersebut diraih pada musim ketiganya di ajang bergengsi ini, yang sekaligus menjadi momentum penting menjelang paruh musim.
Performa Kualifikasi dan Drama Superpole
Akhir pekan balap tidak berjalan mulus sejak awal bagi pembalap bernomor #14 tersebut. Ia sempat mengalami dua insiden jatuh pada sesi Free Practice 1 dan Free Practice 3.
Meski demikian, ia mampu bangkit pada sesi Tissot Superpole dengan mencatatkan waktu 1’47.405 detik yang awalnya menempatkannya di posisi keempat.
Namun, hasil tersebut kemudian meningkat menjadi posisi ketiga setelah steward FIM WorldSBK menjatuhkan penalti kepada pembalap lain, Albert Surra, akibat pelanggaran Protokol Bendera Kuning.
Situasi itu membuat Sam Lowes memulai Race 1 dari baris depan, sebuah keuntungan penting dalam balapan ketat di Aragon.
Jalannya Balapan Race 1
Saat lampu start padam, pembalap Inggris itu sebenarnya kurang optimal dalam melakukan start. Ia kehilangan posisi awalnya dan langsung disalip oleh saudaranya sendiri, Alex Lowes, yang membalap bersama tim bimota by Kawasaki Racing Team.
Namun, hanya dalam beberapa tikungan pertama, Sam Lowes mampu merespons cepat dengan melakukan manuver balasan di Tikungan 1 dan merebut kembali posisi podium ketiga. Setelah itu, ia berusaha menjaga ritme di belakang dua pembalap pabrikan Ducati yang tampil dominan.
Di depan, Nicolo Bulega dari Aruba.it Racing – Ducati melesat tanpa gangguan dan mengamankan posisi pertama dengan jarak yang cukup signifikan. Sementara itu, persaingan di belakangnya berlangsung ketat, meskipun pembalap Inggris tersebut mulai tertinggal sekitar delapan detik dari posisi terdepan.
Menariknya, meski terpaut cukup jauh dari pemimpin lomba, Sam Lowes tetap mampu menjaga keunggulan besar dari adiknya, Alex Lowes, yang finis di posisi keempat dengan selisih waktu sekitar delapan detik di belakangnya. Hal ini menegaskan konsistensi performa motor Ducati Panigale V4R yang ia gunakan sebagai pembalap independen.
Pembalap Iker Lecuona dari Aruba.it Racing – Ducati juga berada di depan Lowes, mengamankan posisi kedua setelah tampil stabil sepanjang balapan.
Evaluasi dan Strategi Balapan
Usai balapan, Sam Lowes mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya memiliki kecepatan yang cukup kompetitif, meskipun belum mampu menandingi dua pembalap terdepan.
“Saya punya kecepatan, tapi dua pembalap di depan sedikit lebih kuat,” ujarnya, menyoroti kesenjangan kecil yang masih harus ia kejar.
Ia juga menjelaskan bahwa beberapa akhir pekan sebelumnya cukup berat, namun hasil di Aragon menjadi bukti bahwa arah pengembangan motor dan performa tim sudah mulai membaik. Menurutnya, hasil tes di Misano memberikan kontribusi positif terhadap performa di Aragon.
Dalam penjelasannya, ia mengakui masih terdapat beberapa kesalahan kecil di sesi Superpole, terutama di sektor akhir lintasan yang membuatnya kehilangan potensi waktu lebih cepat. Selain itu, ia juga sempat terhambat oleh lalu lintas pembalap lain saat menggunakan ban baru pada lap awal.
Tantangan Ban dan Konsistensi Ritme
Menurut pembalap Inggris tersebut, tantangan terbesar dalam Race 1 adalah menjaga performa ban depan yang memiliki batas daya tahan dalam kondisi tertentu. Pada tujuh hingga delapan lap awal, ia merasa memiliki kecepatan yang cukup baik, namun harus menyesuaikan strategi agar tidak kehilangan grip terlalu cepat.
Meski demikian, ia mengaku cukup puas dengan cara ia mengelola kondisi tersebut hingga garis finis. Hasil ini juga memberikan dorongan kepercayaan diri menjelang race berikutnya di akhir pekan yang sama.
Evaluasi Start dan Rencana Perbaikan
Dalam evaluasi lanjutan, Sam Lowes mengakui bahwa ia terlalu berhati-hati pada fase awal balapan, terutama setelah dua insiden jatuh di sesi sebelumnya. Kondisi tersebut memengaruhi reaksinya saat start, yang membuatnya kehilangan momentum awal.
Ia juga menilai bahwa Alex Lowes menjalani lap pertama dengan sangat baik sehingga mampu merebut posisi lebih dulu sebelum akhirnya ia lakukan overtake di Tikungan 1.
“Kurasa aku agak terlalu berhati-hati,” ungkapnya, menyoroti aspek mental dan ritme awal yang ingin ia perbaiki.
Harapan Menuju Balapan Berikutnya
Meskipun podium ketiga ini disambut positif oleh tim dan menjadi momen penting kebangkitan, Sam Lowes menegaskan bahwa target utamanya adalah kembali bersaing lebih dekat dengan para pembalap pabrikan Ducati di barisan depan.
Ia merasa hasil Race 1 ini sangat penting untuk mengembalikan kepercayaan diri setelah dua seri sebelumnya kurang memuaskan. Dengan modal tersebut, ia berharap dapat mengambil langkah lebih baik pada balapan hari berikutnya dan mencoba menantang posisi dua besar.
Dengan performa yang mulai stabil, podium di Aragon menjadi sinyal bahwa pembalap Inggris ini kembali berada di jalur kompetitif dalam persaingan WorldSBK 2026.
