GPNesia.com – Pembalap Jake Dixon mengalami insiden yang sempat terlihat sangat mengkhawatirkan pada ajang WorldSBK Aragon 2026.
Meski motor yang dikendarainya mengalami kerusakan parah hingga tampak hancur berkeping-keping, tingkat cedera yang dialami sang pembalap ternyata tidak seburuk gambaran kecelakaan tersebut.
Dalam insiden itu, motor terlihat terguling dengan kondisi roda depan yang hampir sepenuhnya terlepas dari rangka. Sekilas kejadian tersebut menyerupai kecelakaan high-side.
Namun setelah ditelusuri lebih lanjut, penyebab utamanya ternyata berbeda.
Dixon kehilangan kendali pada bagian depan motor saat melintasi Tikungan 12. Setelah terjatuh, motor kemudian menghantam area trotoar di sisi luar tikungan yang memicu kerusakan berantai hingga kendaraan tersebut rusak sangat parah.
Usai sesi FP2, Jake Dixon menjelaskan bahwa kecelakaan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk minimnya pengaturan dasar motor setelah dirinya lama tidak mengendarai motor balap, serta kurangnya pengalaman menggunakan kompon ban depan yang dipakai saat itu.
“Ini sebenarnya hanya kecelakaan kecil yang tidak berarti,” ujar Dixon kepada WorldSBK.com.
Menurutnya, waktu yang terbatas di atas motor membuat dirinya belum memiliki fondasi pengaturan yang benar-benar kuat untuk menghadapi kondisi lintasan secara optimal.
“Masalahnya adalah saya belum memiliki cukup waktu di atas motor untuk mendapatkan dasar yang benar-benar baik dan kokoh sehingga ketika kami datang ke lintasan, semuanya bisa berjalan relatif normal,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa tim menggunakan kompon ban depan yang lebih keras, tipe ban yang belum pernah ia gunakan sebelumnya. Kondisi tersebut dipadukan dengan setelan motor yang belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhannya.
“Kebetulan kami harus memakai ban depan dengan kompon yang lebih keras. Saya belum pernah menggunakannya sebelumnya, dan pengaturannya tidak sempurna untuk saya. Saya juga sedikit terlalu masuk ke tikungan, dan itu menjadi resep menuju bencana,” jelasnya.
Meski kecelakaan tersebut menghasilkan pemandangan yang dramatis, pembalap asal Inggris itu menilai insiden tersebut seharusnya tidak menimbulkan konsekuensi besar bagi dirinya.
“Pada dasarnya saya bisa mengalami kecelakaan seperti itu 10 kali dan setiap kali saya akan bangkit, kembali ke motor, lalu melanjutkan balapan,” tuturnya.
Yang justru membuatnya terkejut adalah tingkat kerusakan yang dialami motor. Ia mengaku tidak memahami bagaimana kendaraan tersebut bisa rusak begitu parah hingga tampak seperti terbelah.
“Entah bagaimana, motor itu tiba-tiba hancur dan seperti patah menjadi dua. Para mekanik melakukan pekerjaan yang luar biasa untuk membangunnya kembali dan mereka baru menyelesaikannya tepat sebelum sesi dimulai. Itu pekerjaan yang sangat besar,” kata Jake Dixon.
Selain kerusakan pada motor, kecelakaan tersebut juga menimbulkan masalah fisik baru pada bagian bahunya.
Meski demikian, Dixon tetap mampu menyelesaikan sesi berkendara terpanjang sejak kembali menunggangi Honda Fireblade spesifikasi WorldSBK setelah menjalani tes di Misano pada 20-21 Mei lalu.
“Dalam kecelakaan itu, bahu saya sedikit terbentur,” ungkapnya.
Ia mengakui bahwa kondisi bahu tersebut menjadi salah satu faktor yang paling mengganggu performanya selama sesi FP2.
“Sayangnya, itulah hal terbesar yang menurut saya menghambat saya pada FP2,” ujarnya.
Dixon juga menjelaskan bahwa kondisi pergelangan tangannya masih belum sepenuhnya pulih. Saat ini, kekuatan pada area tersebut masih menjadi kendala utama yang membatasi kemampuannya saat berada di atas motor.
“Kondisi pergelangan tangan saya memang seperti ini. Kekuatan menjadi faktor pembatas terbesar bagi saya saat ini,” kata dia.
Sejak kembali mengendarai motor balap, jumlah putaran yang dijalaninya juga masih terbatas. Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya hanya mampu menyelesaikan sekitar 12 putaran dengan pola beberapa lap berkendara lalu berhenti untuk beristirahat.
“Sejak kembali mengendarai motor, saya melakukan putaran terbanyak sekitar 12 lap, tetapi dilakukan dengan beberapa lap berkendara lalu satu lap istirahat. Kebugaran saya saat berada di atas motor masih perlu ditingkatkan,” jelasnya.
Menjelang sesi berikutnya, Dixon berharap kondisi fisiknya dapat membaik setelah mendapatkan waktu pemulihan yang cukup.
“Pergelangan tangan saya sekarang terasa sakit. Saya perlu beristirahat malam ini dan melihat bagaimana kondisi saya besok pagi,” pungkasnya.
