GPNesia.com – Upaya meningkatkan standar keselamatan terus menjadi perhatian utama di ajang MotoGP setelah terjadinya sejumlah insiden serius pada Grand Prix Catalunya.
Chief Sporting Officer MotoGP, Carlos Ezpeleta, mengungkapkan bahwa seluruh elemen dalam kejuaraan bekerja bersama untuk mengevaluasi setiap kejadian demi menciptakan balapan yang lebih aman di masa mendatang.
Dalam siaran langsung yang berlangsung di Mugello pada Jumat (29/5/2026), Carlos Ezpeleta menjelaskan bahwa setiap insiden selalu menjadi bahan evaluasi bersama yang melibatkan Race Direction, tim, pabrikan, pembalap, hingga penyelenggara kejuaraan.
Menurutnya, koordinasi cepat dilakukan segera setelah balapan di Barcelona untuk memastikan seluruh pihak dapat memberikan masukan terkait kemungkinan perbaikan yang diperlukan.
Ezpeleta mengatakan Race Direction bersama pihak penyelenggara berupaya menyamakan pandangan dengan seluruh tim sesegera mungkin setelah insiden terjadi.
Selain berdiskusi dengan tim-tim peserta, pembahasan juga dilakukan bersama para pembalap melalui Komisi Keselamatan.
Ia menegaskan bahwa setiap kejadian harus dipelajari secara mendalam guna menemukan hal-hal yang dapat ditingkatkan pada masa mendatang.
Menurutnya, terdapat kesepakatan umum di antara tim bahwa regulasi dan prosedur yang diterapkan saat Grand Prix Catalunya telah berjalan sebagaimana mestinya.
Konsensus tersebut dinilai menjadi landasan yang tepat dalam melakukan evaluasi lebih lanjut terhadap berbagai aspek keselamatan.
Terkait keputusan untuk melakukan restart balapan, Ezpeleta menjelaskan bahwa kewenangan penuh berada di tangan Race Direction.
Ia mengungkapkan bahwa setelah berdialog dengan tim sehari sebelumnya, terdapat kesepahaman bahwa prosedur yang dijalankan telah sesuai aturan.
Ia menambahkan bahwa tidak ditemukan masalah pada kondisi lintasan saat keputusan restart diambil.
Selain itu, kedua pembalap yang terlibat dalam insiden saat itu telah sadar dan berada di luar kondisi yang membahayakan.
Karena itu, keputusan melanjutkan balapan melalui restart merupakan hasil dari proses yang dijalankan oleh Race Direction sesuai prosedur yang berlaku.
Meski demikian, sejumlah area tetap menjadi fokus pembahasan untuk peningkatan keselamatan. Salah satu topik yang sedang dikaji adalah desain grid start.
MotoGP mempertimbangkan kemungkinan perubahan tata letak grid guna memberikan ruang yang lebih besar antar pembalap saat menuju Tikungan 1 sehingga peluang manuver dapat dilakukan dengan lebih aman.
Selain itu, evaluasi juga dilakukan terhadap kualitas start secara keseluruhan. Pihak penyelenggara bersama tim dan pabrikan menilai ada beberapa aspek teknis yang masih bisa disempurnakan untuk mengurangi risiko insiden pada fase awal balapan.
Di sektor teknis motor, terdapat dua perhatian utama yang sedang dibahas. Pertama adalah perlindungan di area sekitar roda belakang dan lengan ayun atau swingarm setelah kecelakaan yang melibatkan Johann Zarco.
Kedua adalah kemungkinan menghadirkan sistem peringatan apabila terjadi kerusakan motor di lintasan seperti yang dialami Pedro Acosta.
Menurut Ezpeleta, sistem peringatan tersebut dapat membantu pembalap lain yang mendekati area berbahaya.
Dalam kasus yang melibatkan Alex Marquez, ia menilai jarak yang terlalu dekat mungkin tidak akan mengubah hasil kejadian.
Namun dalam situasi lain, peringatan semacam itu berpotensi memberikan perbedaan besar dalam mencegah kecelakaan lanjutan.
Ia menyebutkan bahwa saat ini terdapat empat area utama yang tengah dipelajari. Meski perubahan tersebut belum dapat diterapkan dalam waktu singkat untuk akhir pekan balapan saat ini, pihaknya yakin seluruh area tersebut memiliki potensi memberikan dampak positif terhadap keselamatan.
Rencana perubahan desain grid juga akan dibahas bersama para pembalap melalui Komisi Keselamatan yang rutin digelar setiap Jumat malam pada akhir pekan Grand Prix.
Masukan dari pembalap dianggap penting karena mereka merupakan pihak yang merasakan langsung kondisi balapan di lintasan.
Carlos Ezpeleta mengungkapkan bahwa seluruh 11 tim peserta menyatakan dukungan untuk setidaknya mempertimbangkan perubahan desain grid.
Oleh karena itu, diskusi dengan para pembalap dilakukan guna menentukan solusi yang paling tepat dan realistis untuk diterapkan.
Ia menjelaskan bahwa terdapat pandangan agar perubahan tersebut dilakukan sesegera mungkin atau paling lambat pada musim 2027.
Namun, perubahan grid bukanlah langkah sederhana karena dapat berdampak pada aspek lain di sirkuit, termasuk kemungkinan penyesuaian infrastruktur tertentu yang berkaitan dengan posisi start dan karakteristik tikungan pertama.
Selain isu grid, perangkat holeshot juga menjadi topik pembahasan. Ezpeleta mengingatkan bahwa perangkat tersebut akan dihapus mulai musim 2027 seiring diberlakukannya regulasi baru. Karena itu, diskusi saat ini lebih berfokus pada langkah-langkah yang dapat diterapkan selama musim berjalan.
Pembahasan mengenai hal tersebut disebut telah menunjukkan perkembangan positif. Meskipun usulan yang muncul berlaku untuk seluruh sirkuit, ada beberapa trek yang memiliki karakter pengereman menuju Tikungan 1 yang berbeda sehingga memerlukan pertimbangan khusus terkait penggunaan perangkat holeshot.
Keputusan mengenai aspek tersebut kini berada di tangan para pabrikan. Mereka diminta mempertimbangkan berbagai kemungkinan dan dampaknya terhadap seluruh kalender balapan, bukan hanya pada satu atau dua sirkuit tertentu.
Topik lain yang masih dibahas adalah perlindungan di area swingarm menyusul kecelakaan Zarco. Ezpeleta mengakui insiden tersebut merupakan salah satu yang paling mengerikan yang pernah terjadi dalam MotoGP modern. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa kejadian serupa bukan pertama kalinya terjadi dalam olahraga balap motor.
Menurutnya, para pabrikan memiliki tanggung jawab untuk menentukan solusi teknis yang paling tepat. Namun, ia menilai upaya mencari perlindungan tambahan bukanlah sesuatu yang berlebihan mengingat risiko yang dapat ditimbulkan dari jenis kecelakaan tersebut.
Ezpeleta juga telah berbicara dengan sejumlah pembalap terkait berbagai insiden di Barcelona. Ia menilai penting bagi para pembalap untuk menyampaikan pandangan mereka secara langsung dalam forum Komisi Keselamatan agar proses evaluasi berjalan lebih komprehensif.
Ia menambahkan bahwa setelah beberapa hari berlalu sejak Grand Prix Catalunya, situasi mulai mereda dan para pembalap memiliki kesempatan untuk melihat kejadian tersebut dengan perspektif yang lebih tenang.
Saat menghadiri sebuah acara di Red Bull Ring bersama Pedro Acosta, Brad Binder, Toprak Razgatlioglu, dan Enea Bastianini pada Selasa lalu, ia merasakan adanya pemahaman yang lebih besar terhadap keputusan-keputusan yang telah diambil pasca-insiden.
Menatap masa depan, MotoGP bersiap memasuki era regulasi baru pada musim depan. Ezpeleta meyakini perubahan besar yang akan diterapkan tidak hanya bertujuan meningkatkan keselamatan, tetapi juga memperbaiki kualitas kompetisi secara keseluruhan.
Ia menegaskan bahwa berbagai kemajuan memang telah dicapai dalam beberapa tahun terakhir. Namun masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk menyempurnakan standar keselamatan.
Oleh sebab itu, diskusi terbuka dan evaluasi berkelanjutan dinilai menjadi langkah penting agar MotoGP terus berkembang menjadi ajang balap yang lebih aman sekaligus lebih baik bagi seluruh pihak yang terlibat.
