GPNesia.com – Putaran ketiga musim World Superbike (WorldSBK) akan berlangsung di Sirkuit Assen, dan Pirelli kembali menjadi pusat perhatian dengan menghadirkan sejumlah pembaruan penting pada komposisi ban yang disiapkan untuk akhir pekan balap tersebut.
Salah satu inovasi utama adalah pengembangan ban belakang soft baru yang masih berada pada tahap uji lanjut, yang diposisikan sebagai alternatif dari ban SC0 standar yang selama ini digunakan sebagai opsi lunak utama.
Dalam keputusan teknis terbaru, ban SCQ tidak lagi disediakan untuk seri ini. Sebagai gantinya, para tim dan pembalap akan mengandalkan ban SCX yang kini difokuskan untuk sesi kualifikasi serta momen-lap cepat seperti Tissot Superpole dan Superpole Race.
Langkah ini diambil dengan mempertimbangkan karakteristik Sirkuit Assen yang memiliki kombinasi tikungan cepat serta suhu lintasan yang diperkirakan bisa lebih rendah dari rata-rata musim.
Di sektor ban depan, pilihan tetap mengacu pada konfigurasi yang lebih stabil, yakni SC0 lunak standar serta varian pengembangan baru F0298 yang juga masih dalam tahap evaluasi.
Kombinasi ini dirancang untuk meningkatkan daya tahan serta konsistensi performa, terutama saat digunakan dalam jarak balap yang panjang pada akhir pekan kompetisi.
Sementara itu, opsi lain tetap tersedia untuk memberikan fleksibilitas strategi. Pembalap masih bisa memilih SC1 medium serta ban intermediate untuk kondisi lintasan basah ringan, hingga ban hujan penuh jika kondisi cuaca berubah drastis—sesuatu yang memang kerap terjadi di Assen. Karakter cuaca yang tidak stabil ini menjadi faktor penting dalam penyusunan strategi ban setiap tim.
Untuk kategori WorldSSP, struktur ban juga disesuaikan. Di bagian depan tersedia SC1 soft dan SC2 medium sebagai pilihan standar, sementara di bagian belakang disediakan SCX supersoft untuk sesi latihan bebas dan Superpole, serta SC0 soft untuk semua sesi balapan utama. Komposisi ini memberikan keseimbangan antara kecepatan satu lap dan stabilitas jarak jauh.
Menurut Giorgio Barbier, karakter Assen yang cepat sekaligus teknis menuntut kombinasi ban yang mampu menjawab berbagai kondisi.
Ia menyoroti bahwa variasi tikungan dengan tingkat kecepatan berbeda serta cuaca yang mudah berubah menjadikan sirkuit ini sebagai salah satu yang paling menantang dalam kalender balap.
Ia juga menekankan bahwa pengembangan ban belakang soft baru bertujuan memberikan stabilitas lebih baik tanpa mengorbankan konsistensi performa dalam race panjang.
Lebih lanjut, penggantian SCQ dengan SCX disebut sebagai langkah yang selaras dengan kebutuhan karakter lintasan dan suhu yang berpotensi lebih rendah.
Varian SCX yang sebelumnya dikenal sebagai produk pengembangan kini telah masuk ke dalam jajaran solusi standar, menggantikan posisi lama sebagai opsi khusus uji coba.
Pada akhirnya, seluruh perubahan ini menunjukkan bagaimana Pirelli terus mendorong evolusi teknologi ban untuk mendukung performa kompetisi yang lebih seimbang antara kecepatan, daya tahan, dan keamanan di lintasan.
Baca berita terbaru hari ini seputar MotoGP, Moto2, Moto3, F1 dan Otomotif di GPNesia.com melalui Google News + Facebook







