Pedro Acosta Emosi Usai Duel Akhir dengan Fabio Di Giannantonio di MotoGP Prancis 2026

Avatar photo
pedro acosta dan fabio di giannantonio

GPNesia.com – MotoGP Prancis 2026 di Sirkuit Le Mans menghadirkan drama panas hingga lap terakhir, terutama bagi pembalap KTM Pedro Acosta yang harus rela kehilangan posisi di detik-detik penutup balapan.

Persaingan ketat di grup depan membuat hasil akhir berubah drastis, termasuk momen krusial saat Fabio Di Giannantonio berhasil melakukan manuver penyalipan Pedro Acosta di tikungan terakhir.

Sejak awal lomba, pembalap asal Spanyol Acosta tersebut tampil kompetitif dan sempat menembus barisan terdepan.

Ia bahkan berada di posisi kedua pada fase awal balapan sebelum akhirnya tersisih ketika duet Aprilia, Jorge Martín dan Ai Ogura, melesat dengan kecepatan impresif dan menguasai jalannya lomba bersama Marco Bezzecchi yang mengamankan dominasi pabrikan tersebut di posisi teratas.

Di sisi lain, Di Giannantonio yang merupakan pembalap VR46 sekaligus calon rider KTM pada musim 2027, tampil sebagai Ducati paling konsisten setelah insiden yang menimpa Francesco Bagnaia.

Bagnaia yang sebelumnya berada di posisi kedua harus mengakhiri peluangnya akibat kecelakaan, membuka jalan bagi Di Giannantonio untuk berada di posisi lima besar hingga memasuki lap terakhir.

Drama terjadi di tikungan terakhir ketika Di Giannantonio melakukan overtaking terhadap Pedro Acosta untuk mengamankan posisi keempat.

Dalam aksi tersebut, ia terlihat sempat menoleh ke arah rivalnya, yang menimbulkan berbagai spekulasi apakah ia hanya memastikan posisi lawan atau ada faktor lain dalam manuver tersebut.

Namun, momen itu justru menyisakan ketegangan. Pembalap KTM tersebut mengaku tidak puas dengan cara lawannya melakukan penyalipan di akhir lomba.

Ia menilai situasi tersebut terjadi karena dirinya salah membaca jarak dengan lawan di belakangnya.

“Saya tidak yakin apakah ini hasil terbaik yang bisa saya dapatkan hari ini. Mungkin posisi keempat sudah cukup realistis, tetapi saya mengira Di Giannantonio lebih jauh dari yang sebenarnya. Karena itu saya bertahan lebih lama dari seharusnya,” ujarnya kepada media usai balapan.

Ia melanjutkan bahwa strategi bertahannya justru berbalik merugikan dirinya sendiri.

“Pada akhirnya itu menjadi kesalahan karena dia berhasil menyalip di momen terakhir. Kami juga harus jujur, saat ini kami belum berada di level untuk bersaing podium melawan Aprilia yang sangat kuat, terutama Martín dan Ogura yang punya kecepatan luar biasa.”

Menurutnya, hasil di Le Mans tetap harus dilihat secara realistis sebagai capaian terbaik sejauh ini di sirkuit tersebut selama berkarier di MotoGP.

Ketegangan semakin terasa ketika Pedro Acosta kembali menyinggung aksi penyalipan tersebut dengan nada kecewa. Ia menilai manuver lawannya tidak biasa dan mengingatkan akan pertemuan berikutnya di lintasan.

“Saya pikir jarak saya lebih dekat dari kenyataannya, tapi saya akan mengingat kejadian ini. Tidak biasa ada pembalap menyalip sambil melihat ke belakang. Kita akan bertemu lagi di balapan berikutnya,” ucapnya tegas.

Komentar tersebut menambah panas rivalitas yang sebenarnya sudah terbangun sejak musim sebelumnya.

Persaingan antara kedua pembalap ini memang bukan hal baru, terutama sejak rumor perpindahan yang melibatkan VR46 pada 2025 sempat mencuat.

Saat itu, nama Pedro Acosta bahkan dikaitkan dengan kursi tim tersebut, termasuk momen saat dirinya berpose di depan material promosi tim di Assen, yang memicu kontroversi di paddock.

Fabio Di Giannantonio kala itu menanggapi rumor tersebut dengan menyebut situasi itu tidak menguntungkan bagi atmosfer timnya, sekaligus mengkritik tindakan yang dianggap terlalu terbuka.

Balasan pun datang dari kubu KTM yang meminta agar spekulasi tersebut disikapi lebih santai dan tidak berlebihan.

Ketegangan semakin berkembang ketika pembalap Italia itu menegaskan pentingnya menghormati kontrak yang masih berjalan. Ia menilai pembicaraan soal masa depan seharusnya tidak mengganggu fokus di lintasan.

Menariknya, situasi kini berubah drastis. Di Giannantonio dipastikan akan bergabung dengan KTM pada musim 2027 bersama Álex Márquez, sementara Pedro Acosta justru akan mengendarai motor Ducati pada musim depan, meski bukan dalam balutan tim satelit VR46, melainkan dengan warna merah tim pabrikan yang lebih bergengsi.

Perubahan arah karier kedua pembalap ini membuat dinamika persaingan semakin menarik untuk diikuti. Apalagi setelah insiden di Le Mans, tensi antara keduanya diperkirakan akan kembali memanas pada seri-seri berikutnya, menjadikan rivalitas ini salah satu yang paling disorot di musim MotoGP 2026.

Add as preferred source on Google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *