GP Nesia – Ayah dari mendiang Marco Simoncelli, Paolo Simoncelli, memberikan evaluasi terhadap performa para pembalapnya di tim SIC58 Squadra Corse setelah berlangsungnya seri keenam Moto3 musim 2026 yang digelar di Sirkuit Catalunya, Barcelona.
Tim SIC58 musim ini menurunkan dua pembalap rookie sekaligus, yakni Casey O’Gorman dan Leo Rammerstorfer. Kehadiran keduanya menjadi bagian dari proyek regenerasi tim untuk menghadapi persaingan ketat di kelas Moto3.
Sorotan utama datang dari Casey O’Gorman yang mencatat hasil terbaiknya sepanjang musim ini dengan finis di posisi ke-10 pada GP Catalunya.
Pembalap asal Irlandia tersebut sebenarnya mengawali balapan dari posisi ke-12 hasil kualifikasi, namun harus menerima hukuman penalti turun ke posisi ke-24 di grid start akibat dianggap melambat pada sesi Q1.
Meski menghadapi kondisi sulit sejak awal, O’Gorman menunjukkan performa impresif sepanjang balapan. Ia mampu menembus kembali posisi 10 besar dan bahkan sempat berada di depan pembalap Honda Team Asia, Veda Ega Pratama.
Momen penting terjadi ketika O’Gorman berhasil menyalip Veda pada lap ke-11 dari total 18 lap yang dipertandingkan.
Namun, Veda Ega Pratama kembali merebut posisinya pada dua lap terakhir sebelum finis lebih cepat di urutan kedelapan.
Pada akhirnya, Veda finis di posisi ke-8, sementara O’Gorman mengakhiri balapan di posisi ke-10, hanya terpaut tipis 0,14 detik dari Adrian Fernandez (Leopard Racing) yang menempati posisi ke-9.
Hasil tersebut sekaligus memperpanjang catatan O’Gorman yang belum pernah finis di depan Veda pada musim ini.
O’Gorman sendiri merupakan rookie yang pada musim sebelumnya sempat tampil sebagai pembalap pengganti dalam empat kesempatan dan berhasil mencatat hasil terbaik finis ke-6 di GP Portugal.
Dalam evaluasinya, Paolo Simoncelli menilai bahwa performa O’Gorman di Catalunya merupakan salah satu penampilan paling menonjol, terutama karena kemampuannya bangkit dari posisi belakang setelah penalti yang dinilainya cukup berat.
Ia menyoroti bagaimana O’Gorman mampu kembali ke grup depan dan menunjukkan determinasi tinggi di lintasan.
Ia juga menyinggung bahwa penalti turun 12 posisi akibat perlambatan di sektor akhir sesi kualifikasi menjadi tantangan besar bagi pembalap muda tersebut, namun justru menjadi pemicu performa agresif saat balapan berlangsung.
Menurut Paolo Simoncelli, O’Gorman menjadi pembalap dengan jumlah overtaking terbanyak di lintasan setelah berhasil naik sekitar 14 posisi. Sementara itu, Veda Ega Pratama tercatat naik 12 posisi selama jalannya balapan.
Balapan di Sirkuit Montmelò tersebut memperlihatkan bagaimana O’Gorman kembali ke grup terdepan dan terlibat duel ketat dengan Fernandez hingga lap terakhir.
Persaingan yang berlangsung intens itu membuat posisi akhir ditentukan dalam selisih waktu yang sangat tipis.
Meski hanya finis di posisi ke-10, manajemen SIC58 Squadra Corse menilai ada potensi besar yang bisa terus dikembangkan dari performa pembalap muda tersebut.
Paolo Simoncelli menegaskan keyakinannya bahwa kemampuan O’Gorman sudah berada pada jalur yang tepat untuk bersaing lebih konsisten di barisan depan.
Menatap seri berikutnya, Paolo Simoncelli berharap hasil yang lebih baik saat Moto3 berlanjut ke seri ketujuh di Sirkuit Mugello, Italia, yang dijadwalkan berlangsung pada 29–31 Mei 2026.
Ia juga menyampaikan doa untuk Marc Marquez dan Alex Marquez yang harus absen pada MotoGP Italia 2026.
Ia menjelaskan bahwa balapan di Italia kali ini berlangsung tanpa kehadiran duo Marquez.
Marc Marquez sendiri sebelumnya mencatatkan rekor lap di Le Mans pada sesi latihan, namun kemudian mengalami kecelakaan parah saat Sprint Race yang menyebabkan beberapa patah tulang.
Sebagai penutup, Paolo Simoncelli menyampaikan harapan agar keduanya segera pulih dan dapat kembali ke lintasan secepat mungkin, mengingat kontribusi besar mereka dalam persaingan balap motor dunia.
