GPNesia.com – Ollie Bearman menegaskan bahwa bergabung dengan Ferrari masih menjadi target jangka panjang dalam kariernya, meskipun saat ini ia sepenuhnya fokus bersama Haas.
Pernyataan tersebut muncul setelah kabar perpanjangan kontrak multi-tahun Charles Leclerc bersama tim Scuderia Ferrari menjelang Grand Prix Monako 2026.
Beberapa hari sebelum balapan di Monte Carlo diumumkan bahwa Leclerc telah menyetujui kesepakatan baru dengan Ferrari, memastikan pembalap asal Monako itu tetap membalap untuk tim berwarna merah tersebut untuk “musim-musim mendatang”.
Leclerc sendiri telah menjadi bagian dari Ferrari sejak 2019, setelah lebih dulu bergabung dengan Ferrari Driver Academy pada 2016.
Situasi ini juga menarik perhatian karena Ollie Bearman memiliki jalur yang mirip.
Pembalap muda Inggris itu direkrut ke Ferrari Driver Academy pada 2022, sebelum akhirnya mencatat debut impresif di Formula 1 bersama tim tersebut pada Grand Prix Arab Saudi 2024.
Saat itu, ia menggantikan Carlos Sainz yang sedang sakit dan berhasil mencetak poin dengan finis di posisi ke-7.
Kini, Ollie Bearman telah menjadi pembalap penuh waktu di Haas sejak musim 2025 dan tengah menjalani musim keduanya bersama tim tersebut.
Performanya yang menjanjikan di awal musim bahkan membuat prinsipal Haas, Ayao Komatsu, menegaskan bahwa “tidak ada gunanya khawatir” mengenai potensi Ferrari merekrut kembali pembalap muda itu di masa depan.
Dalam sesi media day di Monako, ketika ditanya mengenai “garis suksesi” menuju kursi Ferrari serta pandangannya terhadap perpanjangan kontrak Leclerc, Ollie Bearman memberikan tanggapan yang cukup terbuka namun tetap realistis.
“Pertama-tama, sangat menyenangkan melihat Charles memperbarui kontraknya,” ujar Bearman. Ia menambahkan bahwa Leclerc sudah lama bersama Ferrari dan telah meraih banyak kesuksesan, sekaligus masih memiliki ambisi besar untuk meraih lebih banyak lagi.
“Jujur, saya hanya melihat Charles dalam warna merah Ferrari, jadi menyenangkan melihatnya memperpanjang kontraknya, terutama menjelang balapan kandangnya sendiri di Monako. Pasti momen yang sangat spesial untuknya,” lanjutnya.
Lebih jauh, Ollie Bearman juga mengakui bahwa Ferrari tetap menjadi tujuan yang ingin ia capai suatu hari nanti. Namun ia menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah perkembangan bersama Haas.
“Tentu saja itu target saya suatu hari nanti, tetapi sekarang saya fokus pada pekerjaan saya di Haas dan menikmati prosesnya,” katanya.
Saat ditanya apakah Ferrari sempat menghubunginya sebelum pengumuman perpanjangan kontrak Leclerc, Ollie Bearman dengan tegas menjawab bahwa hal tersebut bukan urusannya.
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam proses tersebut dan tetap mendukung keputusan yang diambil Ferrari bersama Leclerc.
“Itu bukan urusan saya. Itu urusan mereka sendiri, dan saya senang melihat Charles memperbarui kontraknya,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa momen pengumuman tersebut sangat tepat dilakukan di kampung halaman Leclerc di Monako.
Di sisi lain, performa Haas pada Grand Prix Kanada pekan sebelumnya tidak berjalan mulus. Ollie Bearman hanya mampu finis di posisi ke-10 dan meraih poin terakhir yang tersedia.
Usai balapan, ia sempat mengungkapkan keraguan terhadap hasil tersebut dengan mengatakan, “Saya tidak tahu apakah kami pantas mendapatkan poin hari ini berdasarkan performa kami.”
Merefleksikan hasil tersebut menjelang putaran keenam di Monte Carlo, Ollie Bearman menilai bahwa Kanada menjadi akhir pekan yang sulit.
Ia menjelaskan bahwa tim datang dengan harapan membawa peningkatan performa, namun karakter mobil justru menghadirkan tantangan tersendiri.
“Kanada sangat sulit. Kami datang dengan ekspektasi peningkatan yang cukup besar dari upgrade yang kami bawa,” ujarnya.
“Pada akhirnya kami memang melihat peningkatan itu, tetapi karakter mobil menjadi lebih menantang. Kami butuh banyak lap untuk memahaminya.”
Meski begitu, ia tetap menilai hasil akhir pekan tersebut cukup positif karena tim tetap berhasil mengamankan poin.
Ia juga menegaskan bahwa waktu jeda yang dimiliki tim menjadi kesempatan penting untuk memahami paket mobil secara lebih mendalam.
“Kami menggunakan waktu jeda untuk benar-benar memahami kondisi mobil dan area yang cocok dengan performa kami. Semoga akhir pekan ini kami bisa tampil lebih baik,” tambahnya.
Menjelang balapan di Monako, Ollie Bearman juga menyoroti tantangan utama Haas, terutama pada kecepatan lintasan lurus.
Namun ia optimistis karakter sirkuit jalan raya Monaco bisa sedikit membantu mengurangi kelemahan tersebut.
“Masalah terbesar kami adalah kecepatan di lintasan lurus. Di sini seharusnya tidak terlalu merugikan, jadi kami bisa sedikit lebih kompetitif,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa kualifikasi akan menjadi faktor paling penting di Monako, mengingat sulitnya melakukan overtaking di lintasan sempit tersebut.
“Balapan di sini sangat bergantung pada kualifikasi. Kami akan fokus maksimal untuk hari Sabtu dan mencoba memberikan hasil terbaik,” tutupnya.
Dengan konsistensi performa dan perkembangan yang terus terlihat, Ollie Bearman tetap menjadi salah satu nama muda yang diperhatikan di paddock F1.
Meski masih bersama Haas, ambisinya untuk suatu hari membela Ferrari tetap menjadi bagian dari perjalanan kariernya di masa depan, seiring ia terus berkembang di lintasan.







