Neil Hodgson Sarankan Yamaha Ambil Risiko Demi Kembangkan Mesin V4 MotoGP

Avatar photo
Neil Hodgson

GPNesia.com – Komentator MotoGP Neil Hodgson menilai Yamaha masih belum mengeluarkan potensi penuh dari mesin V4 mereka demi menjaga reliabilitas, meskipun langkah tersebut membuat performa tim pabrikan Jepang itu tertinggal jauh di musim 2026.

Dalam kondisi saat ini, Yamaha tercatat belum mengalami satu pun DNF sepanjang musim, namun justru kesulitan bersaing di papan tengah hingga belakang.

Dalam podcast Gas it Out, Neil Hodgson menyebut bahwa pendekatan Yamaha yang terlalu konservatif justru dapat memperlambat proses pengembangan motor baru mereka.

Ia menilai, meskipun ada risiko teknis seperti kerusakan mesin, hal tersebut seharusnya tidak menjadi penghalang utama.

Menurutnya, Yamaha saat ini berada dalam posisi sulit karena performa mesin V4 mereka bahkan disebut lebih lambat dibandingkan mesin inline four sebelumnya.

Selisih kecepatan yang sebelumnya sekitar 5 km/jam kini meningkat menjadi hampir 10 km/jam di beberapa trek.

“Secara jujur saya berpikir seperti ini, apakah mereka tidak lebih baik mengambil risiko dan membuat mesin lebih bertenaga? Saat ini V4 mereka lebih lambat dari inline four. Inline four dulu rata-rata 5 km/jam lebih lambat, sekarang bisa sampai 10 km/jam,” ujar Neil Hodgson seperti GPNesia.com kutip dari motogpnews, Rabu (22/4/2026).

Ia juga menambahkan bahwa jika Yamaha mengalami kegagalan mesin, hukuman yang diberikan tidak akan terlalu merugikan secara signifikan.

Bahkan menurutnya, start dari pit lane atau barisan belakang tidak akan mengubah posisi mereka secara drastis karena saat ini Yamaha memang masih berada di bagian akhir grid.

“Kalau mereka mulai merusak mesin, Dorna tidak akan langsung melarang mereka balapan. Mungkin mereka harus start dari belakang, tapi mereka memang sudah di belakang sekarang. Mereka sedang bertarung di posisi terakhir,” lanjut Neil Hodgson.

Di sisi lain, Yamaha memang tengah menjalani musim transisi setelah meninggalkan mesin inline four pada akhir tahun lalu dan beralih ke V4 untuk MotoGP 2026.

Proses adaptasi ini sejak awal sudah diprediksi akan berjalan sulit dan membutuhkan waktu panjang untuk mencapai kompetitivitas penuh.

Situasi tersebut terlihat jelas di beberapa seri, termasuk di Austin, di mana seluruh pembalap Yamaha kesulitan bersaing dan hanya mampu menempati posisi terbawah. Secara keseluruhan, dua tim Yamaha sejauh ini hanya mengumpulkan 10 poin sepanjang musim.

Mantan bos tim Yamaha, Davide Brivio, bahkan menilai bahwa pabrikan Jepang tersebut tampaknya lebih fokus mempersiapkan motor untuk regulasi 2027.

Ia menduga bahwa musim 2026 hanya akan menjadi fase transisi sebelum mereka memperkenalkan versi V4 yang lebih matang.

Sementara itu, Toprak Razgatlioglu disebut sebagai satu-satunya pembalap yang berpotensi bertahan bersama Yamaha hingga 2027, di tengah ketidakpuasan beberapa rider terhadap performa motor saat ini.

Manajer tim Yamaha, Massimo Meregalli, juga mengungkapkan bahwa pengembangan motor 2027 sudah dimulai sejak akhir tahun lalu, bahkan prototipe awal telah diuji di Malaysia. Hal ini memperkuat dugaan bahwa fokus utama Yamaha bukan lagi pada musim 2026.

Dengan kondisi ini, Neil Hodgson menegaskan bahwa Yamaha perlu segera mengubah pendekatan mereka jika ingin mempercepat kebangkitan di MotoGP, meskipun risiko kegagalan mesin harus ditanggung dalam prosesnya.

Baca berita terbaru hari ini seputar MotoGP, Moto2, Moto3, F1 dan Otomotif di GPNesia.com melalui Google News + Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain GPNesia.com.