GPNesia.com – Sorotan publik pecinta balap motor internasional mulai tertuju pada kiprah pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, yang tampil di ajang Moto3 musim 2026 bersama Honda Team Asia.
Selain performa sang pembalap, perhatian besar juga mengarah pada motor Veda Ega Pratama yang digunakan sepanjang musim balap dunia tersebut.
Pada debutnya di kelas Moto3, Veda Ega Pratama mengandalkan Honda NSF250RW, motor prototipe balap bermesin 250 cc yang memang dirancang khusus untuk kompetisi Moto3.
Kehadiran motor Veda Ega Pratama ini menjadi bagian penting dari langkah besar pembalap asal Indonesia tersebut menuju level balap Grand Prix dunia.
Honda NSF250RW dikenal sebagai motor balap dengan performa tinggi yang merupakan pengembangan dari model NSF250R.
Motor itu pertama kali diperkenalkan Honda pada 2012 sebagai penerus Honda RS125R yang sebelumnya menggunakan mesin 2-tak.
Dalam pengembangannya, Honda menghadirkan peningkatan teknologi agar motor mampu bersaing di kelas Moto3 yang menuntut akselerasi, kestabilan, dan efisiensi maksimal di lintasan.
Secara teknis, Honda NSF250RW dibekali mesin berpendingin cairan, 4-tak, satu silinder DOHC dengan kapasitas 249,3 cc.
Mesin tersebut diklaim mampu memproduksi tenaga maksimal mencapai 35,5 kW atau setara 47,6 daya kuda pada putaran mesin 13.000 rpm.
Tenaga tersebut menjadi salah satu modal penting bagi motor Veda Ega Pratama dalam menghadapi persaingan ketat Moto3 musim 2026.
Berdasarkan data resmi Honda Racing, motor ini mempunyai dimensi panjang keseluruhan 1.809 mm, lebar 560 mm, dan tinggi 1.037 mm.
Jarak sumbu rodanya mencapai 1.219 mm, sementara jarak bebas ke tanah berada di angka 107 mm.
Dimensi tersebut dirancang untuk menghasilkan keseimbangan optimal ketika motor dipacu dalam kecepatan tinggi maupun saat bermanuver di tikungan tajam.
Dari sektor rangka, Honda NSF250RW memakai sasis tipe aluminum twin tube yang dirancang dengan tingkat fleksibilitas optimal guna membantu pengendara memperoleh kendali penuh saat balapan.
Material aluminium juga digunakan pada tangki bahan bakar yang dibuat ringan dan ramping dengan kapasitas mencapai 11 liter bensin.
Pada bagian suspensi, motor ini menggunakan sistem upside down di bagian depan dan Pro-link untuk suspensi belakang.
Kombinasi tersebut membuat motor mampu menjaga stabilitas ketika melaju dalam kecepatan tinggi.
Untuk sektor kaki-kaki, Honda menyematkan ban depan berukuran 90/580R17 dan ban belakang 120/600R17 yang memang lazim dipakai dalam kompetisi Moto3.
Penggunaan Honda NSF250RW menjadi tantangan sekaligus kesempatan besar bagi Veda Ega Pratama untuk menunjukkan potensinya di level dunia.
Pembalap muda asal Gunungkidul tersebut sebelumnya telah mencatat sederet prestasi membanggakan sepanjang kariernya di dunia balap.
Salah satu pencapaian paling bergengsi yang pernah diraih Veda adalah saat menjadi juara Asia Talent Cup 2023.
Prestasi itu menjadikan dirinya sebagai pembalap Indonesia pertama yang berhasil menjuarai ajang tersebut.
Kariernya terus menanjak setelah tampil impresif di berbagai kompetisi internasional usia muda.
Veda juga dikenal sebagai pembalap binaan Astra Honda Racing School (AHRS) angkatan 2019.
Perjalanan kariernya dimulai dari latihan di sirkuit Pasar Sapi, Yogyakarta, sebelum akhirnya berkembang menjadi salah satu talenta muda paling menjanjikan yang dimiliki Indonesia saat ini.
Bakat balap Veda disebut tidak lepas dari dukungan sang ayah, Darmono, mantan pebalap yang kini berprofesi sebagai pengusaha.
Dukungan keluarga menjadi fondasi penting dalam perjalanan Veda hingga mampu mencapai level Moto3.
Kesempatan tampil di Moto3 musim 2026 datang setelah Veda menunjukkan performa mengesankan sebagai runner up Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025.
Hasil tersebut membuka jalan bagi dirinya untuk langsung naik ke jenjang Grand Prix Moto3, meski usianya saat itu belum genap 18 tahun.
Kini, publik Indonesia menantikan bagaimana performa motor Veda Ega Pratama bersama Honda Team Asia di pentas Moto3 2026.
Kehadirannya di ajang balap dunia diharapkan dapat melanjutkan tradisi pembalap Indonesia yang mampu bersaing di level internasional sekaligus membuka peluang lebih besar bagi generasi muda Tanah Air untuk menembus kompetisi balap motor paling bergengsi di dunia.
