GPNesia.com – Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, tengah berada dalam fase kepercayaan diri yang tinggi menjelang seri kelima Moto3 musim 2026 yang akan digelar di Prancis.
Balapan Grand Prix tersebut dijadwalkan berlangsung di Sirkuit Le Mans pada 10 Mei 2026, menjadi salah satu agenda penting dalam kalender balap dunia yang berlangsung akhir pekan ini di Negeri Mode.
Mengusung tim Honda Team Asia, Veda Ega Pratama datang ke Prancis dengan modal performa solid setelah menunjukkan peningkatan signifikan pada seri sebelumnya.
Pada putaran keempat di Sirkuit Jerez, Spanyol, ia berhasil menuntaskan balapan di posisi keenam, hasil yang memperkuat posisinya sebagai salah satu pembalap muda yang patut diperhitungkan di kelas Moto3.
Momentum positif tersebut kini menjadi bekal penting bagi pembalap asal Gunungkidul itu untuk menghadapi tantangan di Le Mans.
Tidak hanya soal hasil, menurut laporan CNN Indonesia, ada lima faktor utama yang menjadi penopang rasa percaya diri Veda jelang balapan Moto3 Prancis 2026 tersebut.
1. Pemahaman Karakter Rival yang Semakin Matang
Pengalaman bertarung dalam empat seri awal membuat Veda Ega Pratama semakin memahami karakter para pesaingnya di Moto3. Ia kini mampu membaca gaya balap lawan dengan lebih baik, mulai dari pola pengereman hingga strategi di lap-lap akhir.
Sebagian besar rival yang dihadapinya juga bukan nama asing, karena banyak di antara mereka pernah saling berhadapan di ajang junior seperti Red Bull MotoGP Rookies Cup maupun FIM JuniorGP World Championship. Hal ini membuat adaptasi Veda di kelas Moto3 berjalan lebih cepat dan efektif.
2. Adaptasi Optimal dengan Motor NSF250RW
Faktor berikutnya datang dari sisi teknis. Veda Ega Pratama semakin nyaman dengan motor NSF250RW yang ia kendarai musim ini. Pemahaman terhadap karakter mesin membuatnya lebih mudah mengekstrak performa maksimal di setiap sesi, baik kualifikasi maupun balapan.
Kepercayaan diri terhadap motor tersebut sudah terlihat sejak seri Brasil, ketika ia sukses meraih podium ketiga. Konsistensi performa itu berlanjut hingga Spanyol dengan finis di posisi keenam.
3. Waktu Istirahat dan Persiapan yang Ideal
Jarak waktu sekitar dua pekan antara seri Spanyol dan Prancis menjadi kesempatan penting bagi Veda untuk memulihkan kondisi fisik dan mental. Jeda ini dinilai ideal untuk menjaga kebugaran pembalap muda yang masih dalam fase pengembangan karier.
Selain beristirahat, ia juga memanfaatkan waktu dengan melakukan latihan tambahan, termasuk aktivitas motocross di Spanyol guna menjaga refleks dan kebugaran tubuh.
4. Familiar dengan Sirkuit Le Mans
Keunggulan lain yang dimiliki Veda adalah pengalamannya di Sirkuit Le Mans. Ia pernah turun di lintasan tersebut saat mengikuti Red Bull MotoGP Rookies Cup 2024, dengan hasil finis keenam pada race pertama dan posisi kesembilan di race kedua.
Pengalaman itu membuatnya sudah memahami karakter tikungan dan ritme lintasan, sehingga adaptasi pada akhir pekan ini diprediksi akan lebih cepat dibanding pembalap debutan lainnya.
5. Veda Ega Pratama Konsistensi Performa di Awal Musim
Dalam empat seri awal Moto3 2026, Veda Pratama menunjukkan performa yang stabil di papan tengah hingga atas. Ia finis kelima di Thailand, meraih podium ketiga di Brasil, menempati posisi keenam di Spanyol, serta mengalami insiden crash di Amerika Serikat meski sempat bersaing di kelompok lima besar.
Catatan tersebut menunjukkan bahwa ia mampu bersaing secara konsisten, meski masih menghadapi tantangan dalam menjaga hasil hingga garis finis di setiap balapan.
Dengan kombinasi pengalaman, adaptasi teknis, serta konsistensi performa, Veda Pratama kini menjadi salah satu sorotan dalam persaingan Moto3 2026.
Seri Prancis di Le Mans pun akan menjadi ujian penting untuk mengukur sejauh mana perkembangan pembalap muda Indonesia tersebut di panggung balap dunia.







