Mick Doohan Soroti Ducati di Awal MotoGP 2026

Avatar photo
Mick Doohan

GPNesia.com – Juara dunia Grand Prix 500cc lima kali, Mick Doohan, menilai bahwa terlalu dini untuk menarik kesimpulan terkait persaingan gelar MotoGP 2026, meski ia secara terbuka mempertanyakan performa Ducati pada tiga seri awal musim.

Menurutnya, situasi saat ini masih sangat dinamis dan belum mencerminkan gambaran akhir dari kompetisi panjang yang baru saja dimulai.

Ducati yang selama beberapa musim terakhir mendominasi kejuaraan kini justru menghadapi periode sulit tanpa kemenangan Grand Prix, sebuah kondisi yang memunculkan banyak tanda tanya di paddock.

Meski demikian, Doohan menegaskan bahwa perubahan performa di awal musim bukan hal yang tidak biasa dalam dunia balap motor, sehingga evaluasi menyeluruh belum bisa dilakukan saat ini.

Ducati, yang sebelumnya menguasai kejuaraan dengan empat gelar juara dunia pembalap terakhir, belum mampu meraih satu pun kemenangan Grand Prix pada musim ini. Kemenangan terakhir mereka di kelas utama tercatat melalui Alex Marquez di Malaysia pada Oktober tahun lalu. Sejak itu, pabrikan asal Italia tersebut belum kembali menginjak podium tertinggi dalam balapan utama, meski tetap kompetitif di beberapa sesi sprint race.

Sementara itu, Marco Bezzecchi dari Aprilia tampil sebagai kejutan besar dengan memenangkan lima Grand Prix sejak periode tersebut. Konsistensinya membuat ia memimpin klasemen MotoGP 2026 setelah tiga putaran awal, meski dua kali gagal finis pada sesi Sprint Race. Performa stabil Bezzecchi di balapan utama menjadi faktor utama kebangkitan Aprilia di awal musim.

Rekan satu timnya, Jorge Martin, juga menunjukkan peningkatan signifikan. Setelah absen lama akibat cedera pada musim sebelumnya dan melewatkan tes pramusim pertama 2026, Martin justru berhasil mengamankan empat podium termasuk dari Sprint Race. Adaptasinya dengan motor Aprilia RS-GP terlihat semakin matang dari satu seri ke seri berikutnya, menempatkannya hanya terpaut empat poin dari Bezzecchi dalam klasemen sementara.

Selain itu, Raul Fernandez turut menyumbang hasil positif bagi Aprilia Trackhouse dengan beberapa kali finis di posisi tiga besar. Kombinasi performa dari ketiga pembalap tersebut membuat Aprilia mengalami lonjakan signifikan dalam klasemen konstruktor, sekaligus menekan dominasi tim-tim besar yang sebelumnya lebih stabil.

Di sisi lain, Ducati hanya mencatat satu kemenangan Sprint melalui Marc Marquez di Brasil. Namun, musim Marc Marquez tidak berjalan mulus setelah ia menjalani pemulihan pascaoperasi bahu. Ia belum mampu meraih podium Grand Prix, bahkan kehilangan poin penting akibat kerusakan pelek di Buriram serta kecelakaan saat Sprint di COTA yang juga melibatkan Fabio di Giannantonio. Dalam pandangan Mick Doohan, situasi ini menjadi bagian penting yang perlu dicermati karena menunjukkan inkonsistensi performa di tim pabrikan.

Fabio di Giannantonio sendiri saat ini menjadi pembalap Ducati dengan posisi terbaik di klasemen, yakni peringkat keempat. Ia berada di belakang Pedro Acosta dari KTM serta dua pembalap Aprilia yang mendominasi papan atas. Kondisi ini semakin memperjelas bahwa persaingan tidak lagi didominasi satu pabrikan seperti musim-musim sebelumnya.

Dari sisi klasemen konstruktor, Ducati mengalami penurunan signifikan dengan selisih 42 poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sebaliknya, Aprilia justru mencatat peningkatan hingga 68 poin, menandai pergeseran kekuatan yang cukup tajam di awal musim MotoGP 2026.

Dalam komentarnya kepada Marca.com, Mick Doohan menegaskan bahwa ia belum ingin menyimpulkan arah musim terlalu cepat. Ia mempertanyakan apakah penurunan Ducati disebabkan oleh kemajuan besar Aprilia atau justru penurunan performa internal Ducati sendiri. Ia juga menyoroti kemungkinan bahwa tim satelit VR46 justru tampil lebih konsisten dibandingkan tim pabrikan Ducati, yang memunculkan pertanyaan mengenai arah pengembangan motor mereka.

Menurut Mick Doohan, jika kondisi tersebut benar terjadi, maka perlu dipertanyakan siapa yang sebenarnya memimpin arah pengembangan teknis di dalam struktur Ducati saat ini. Ia menilai penting untuk memahami apakah pengembangan berjalan ke arah yang tepat atau justru mengalami stagnasi di tengah persaingan yang semakin ketat.

Menjelang kembali ke seri Eropa, Mick Doohan menegaskan bahwa musim masih sangat panjang dan penuh kemungkinan berubah. Ia juga menyoroti performa Jorge Martin yang dinilainya menarik. Martin disebut sebagai sosok pekerja keras, rendah hati, dan cepat, karakter yang membuatnya mampu bangkit setelah musim sulit bersama Aprilia.

Martin sebelumnya pernah menjadi juara dunia bersama Ducati di tim Pramac, sebelum kemudian mengalami musim yang berat akibat cedera. Kini, ia kembali kompetitif dan menunjukkan performa stabil di barisan depan, meski sempat mengalami insiden saat merayakan kemenangan Sprint dengan aksi wheelie yang berujung jatuh di COTA.

Mick Doohan kembali menegaskan bahwa masih terlalu dini untuk menentukan arah juara MotoGP 2026. Dengan selisih poin yang masih tipis dan performa yang berubah cepat, persaingan diperkirakan akan terus berkembang di seri-seri berikutnya, baik bagi Ducati maupun Aprilia, serta para penantang lainnya di grid.

Baca berita terbaru hari ini seputar MotoGP, Moto2, Moto3, F1 dan Otomotif di GPNesia.com melalui Google News + Facebook