GPNesia.com – Tim Formula 1 Mercedes akhirnya mengungkap penyebab utama kegagalan George Russell menyelesaikan balapan Formula 1 GP Kanada 2026.
Masalah pada baterai mobil disebut menjadi faktor utama yang membuat Russell harus mengakhiri balapan lebih cepat saat sedang memimpin lomba.
Russell sebenarnya tampil impresif sepanjang balapan di Sirkuit Gilles Villeneuve. Pebalap asal Inggris itu sempat memimpin di depan rekan setimnya, Andrea Kimi Antonelli, hingga lap ke-30.
Namun situasi berubah drastis ketika mobil Russell tiba-tiba kehilangan tenaga dan berhenti di lintasan.
Kondisi tersebut membuka jalan bagi Antonelli untuk mengamankan kemenangan keempat secara beruntun musim ini.
Hasil itu sekaligus membuat pembalap muda Italia tersebut memperlebar keunggulan menjadi 43 poin atas Russell dalam klasemen sementara kejuaraan dunia Formula 1 2026.
Bos tim Mercedes, Toto Wolff, sebelumnya sudah mengindikasikan bahwa persoalan tersebut berasal dari unit daya mobil.
Penjelasan lebih rinci kemudian disampaikan kepala teknis tim Mercedes, James Allison, dalam sesi video pengarahan pascabalapan.
“Ini adalah akhir pekan yang penting bagi kami. Kuncinya, karena ini adalah akhir pekan di mana kami memperkenalkan peningkatan besar pertama kami tahun ini dan kami berharap performanya akan kuat,” ujar Allison.
Menurut Allison, performa mobil sebenarnya menunjukkan perkembangan positif sepanjang akhir pekan balapan. Namun hasil itu menjadi kurang sempurna karena kegagalan teknis yang dialami Russell ketika sedang berada di posisi terdepan.
“Memang benar, tetapi akhir pekan yang secara keseluruhan sangat baik dari sudut pandang performa ternoda oleh kekecewaan yang kami semua rasakan karena telah mengecewakan George dengan keandalan mobil tersebut,” lanjutnya.
Allison menjelaskan bahwa kerusakan berasal dari kegagalan fatal pada baterai yang memicu matinya mesin mobil Russell. Insiden itu terjadi saat balapan memasuki sepertiga jarak lomba.
“Mengenai kegagalan unit daya George, itu adalah matinya mesin yang disebabkan oleh kegagalan pada baterai, yang mengalami kegagalan fatal sepertiga jalan balapan dan mengakhiri balapan George di situ,” kata Allison.
Pihak Mercedes juga menemukan adanya kerusakan akibat suhu panas berlebih pada komponen baterai. Tim kini tengah melakukan investigasi mendalam guna memastikan akar persoalan dan mencegah insiden serupa kembali terjadi pada seri-seri berikutnya.
“Kita bisa melihat dengan jelas di akhir balapan bahwa baterai mengalami masalah. Ada kerusakan akibat panas. Dan kita harus mencari tahu dalam beberapa hari dan minggu mendatang apa penyebabnya dan memperbaikinya,” ujar Allison menambahkan.
Kegagalan finis di Kanada membuat Russell semakin tertinggal dalam persaingan perebutan gelar juara dunia musim ini. Pebalap Inggris tersebut bahkan mengakui peluang Antonelli untuk merebut titel kini jauh lebih besar.
“Maksud saya, saat ini dia yang akan kalah. Keunggulannya sangat besar,” kata Russell usai balapan.
Russell juga menilai sejumlah kejadian sepanjang musim seperti tidak berpihak kepadanya.
Ia menyinggung berbagai insiden yang menghambat peluangnya bersaing di papan atas, mulai dari safety car di Jepang hingga masalah teknis di China dan Kanada.
“Rasanya seperti para dewa tidak ingin saya berada dalam pertarungan ini – ketika saya melihat waktu safety car di Jepang, mogok di Q3 China saat berjuang untuk pole position, mogok saat memimpin di sini hari ini,” ujar Russell.
Meski demikian, Russell mencoba tetap berpikir positif menghadapi sisa musim.
Ia mengaku kini tidak lagi terbebani tekanan besar dalam perebutan gelar dan ingin menikmati setiap balapan yang tersisa.
“Tapi tekanannya sudah hilang. Keluarlah, nikmati setiap balapan, cobalah untuk memenangkan setiap balapan – dan saya tidak rugi apa pun,” tuturnya.
Balapan di Kanada sendiri berlangsung ketat sejak awal. Russell dan Antonelli beberapa kali saling menyalip untuk memperebutkan posisi terdepan sebelum akhirnya masalah teknis menghentikan laju Russell.
Pebalap berusia 28 tahun itu mengaku menikmati duel sengit melawan Antonelli. Ia bahkan menyebut pertarungan tersebut sebagai salah satu duel terbaik yang pernah dialaminya dalam beberapa tahun terakhir.
“Saya menyukainya. Saya pikir itu luar biasa. Saya belum pernah mengalami pertarungan seperti ini selama bertahun-tahun,” ucap Russell.
Russell kemudian membandingkan duel tersebut dengan persaingan legendaris antara Lewis Hamilton dan Nico Rosberg di GP Bahrain 2014. Menurutnya, regulasi mobil dan unit daya saat ini memungkinkan para pembalap bertarung lebih dekat di lintasan.
“Saya belum pernah melihat pertarungan seperti ini mungkin sejak Lewis Hamilton dan Nico Rosberg di Bahrain 2014. Dan mobil-mobil baru ini memungkinkan Anda untuk melakukan itu. Mesin-mesin baru ini memungkinkan Anda untuk melakukan itu,” katanya.
Russell juga mempertanyakan wacana perubahan regulasi teknis Formula 1 karena menurutnya paket mobil saat ini justru menghasilkan pertarungan yang menarik di lintasan.
“Kami telah menjalani pertempuran yang luar biasa di Melbourne, kami telah menjalani pertempuran hebat di China, Kimi dan saya telah menjalani pertempuran hebat hari ini dan kemarin – dan itu hanya mungkin karena bagaimana unit daya ini bekerja,” tutup Russell.
