GPNesia.com – Perjalanan impresif Máximo Quiles pada ajang Moto3 musim 2026 akhirnya menemui hambatan saat seri Grand Prix Italia yang berlangsung di Sirkuit Mugello, Minggu (31/5/2026).
Pembalap muda andalan Aspar Team tersebut harus menerima kenyataan finis di luar 10 besar untuk pertama kalinya musim ini setelah menghadapi balapan yang penuh tantangan.
Memulai balapan 17 lap dari posisi ke-14, Quiles sebenarnya mampu menunjukkan performa yang menjanjikan. Secara bertahap dia berhasil memperbaiki posisinya dan bahkan sempat menembus zona podium.
Saat lomba memasuki fase pertengahan, pembalap berusia 18 tahun itu telah berada di posisi kedua dan terlihat berpeluang melanjutkan tren positifnya.
Namun, situasi berubah ketika tekanan dari para rival semakin meningkat. Kondisi semakin sulit bagi murid Marc Marquez tersebut saat memasuki putaran penultima.
Pada momen krusial itu, dia hampir mengalami highside setelah ban belakang motornya kehilangan traksi dan selip di lintasan.
Meski berhasil melakukan penyelamatan yang menghindarkannya dari kecelakaan, insiden tersebut berdampak besar terhadap hasil akhirnya.
Posisi Quiles langsung merosot tajam karena sejumlah pembalap berhasil memanfaatkan situasi tersebut untuk menyalipnya.
Salah satu pembalap yang mampu mengambil keuntungan dari momen itu adalah wakil Indonesia, Veda Ega Pratama.
Pembalap Honda Team Asia tersebut berhasil melewati Quiles dan mempertahankan tren positifnya dengan kembali menembus posisi 10 besar.
Veda, yang berasal dari Gunungkidul, Yogyakarta, menuntaskan balapan di posisi kedelapan setelah terlibat dalam persaingan ketat sepanjang lomba. Sementara itu, Quiles harus puas menyentuh garis finis di urutan ke-11.
Hasil tersebut membuat pembalap Spanyol itu terlihat kesal setelah balapan berakhir. Saat berada di garasi tim, dia melampiaskan kekecewaannya dengan melempar chest protector atau pelindung dada yang dikenakan di balik wearpack balapnya.
Menurut Máximo Quiles, balapan di Mugello menjadi salah satu akhir pekan paling rumit yang pernah dia hadapi sepanjang musim ini. Dia menilai karakter balapan di sirkuit tersebut membuat persaingan berlangsung sangat ketat sejak awal.
“Balapan ini sangat rumit,” ujar Quiles melalui siaran resmi Aspar Team setelah Moto3 Italia 2026.
Dia juga menyoroti banyaknya pembalap yang berusaha memanfaatkan slipstream atau membuntuti motor lain untuk memperoleh keuntungan kecepatan, bahkan sebelum balapan berlangsung.
“Semua orang berusaha keras dan saya juga harus melakukannya, banyak terjadi slipstreaming, tapi memang seperti itulah Mugello,” kata Quiles.
Lebih lanjut, rekan setim Marco Morelli itu mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab motornya mengalami selip yang hampir berujung kecelakaan. Insiden tersebut menjadi titik balik yang membuat peluangnya meraih hasil besar sirna.
“Sebelum lap terakhir saya mengalami highside, bagian depan motor tergelincir tapi saya tidak tahu kenapa,” ungkapnya.
“Saya berhasil kembali dari posisi kelima belas dan naik ke posisi kelima di tikungan terakhir.”
“Tetapi pembalap di depan saya menutup jalur dan saya kembali tertinggal. Hari ini memang bukan hari keberuntungan saya,” lanjut pembalap muda tersebut.
Finis di posisi ke-11 membuat Moto3 Italia 2026 menjadi balapan pertama musim ini di mana Quiles gagal masuk 10 besar. Sebelumnya, dalam enam seri awal, dia tampil sangat dominan dengan selalu mengakhiri lomba di dua posisi terdepan.
Catatan gemilang itu dibuktikan lewat kemenangan yang diraih pada GP Brasil, GP Spanyol, GP Prancis, dan GP Catalunya. Selain itu, dia juga mengamankan podium kedua pada dua seri lainnya, yakni GP Thailand dan GP Amerika.
Rangkaian hasil tersebut menunjukkan betapa konsistennya penampilan Máximo Quiles sepanjang awal musim. Meski harus mengalami akhir pekan yang mengecewakan di Mugello, performanya sejauh ini tetap menjadikannya salah satu pembalap paling menonjol dalam persaingan Moto3 2026.






