GPNesia.com – Pembalap asal Spanyol, Jorge Martin tunjukkan perubahan sikap bersama kru Aprilia setelah berhasil meraih podium kedua pada ajang MotoGP Italia 2026 yang digelar di Sirkuit Mugello, Minggu (31/5).
Hasil ini menjadi momen kebangkitan suasana tim yang sebelumnya sempat diwarnai ketegangan pada seri Catalunya.
Dalam balapan tersebut, Jorge Martin tampil kompetitif sejak awal dan mampu menjaga ritme di barisan depan.
Ia akhirnya finis di posisi kedua, tepat di belakang rekan setimnya, Marco Bezzecchi, yang keluar sebagai pemenang MotoGP Italia 2026.
Hasil 1-2 bagi Aprilia ini menjadi pencapaian penting bagi tim pabrikan asal Noale tersebut di musim berjalan.
Usai balapan berakhir, Jorge Martin terlihat mendatangi area paddock dengan ekspresi yang jauh lebih tenang dibanding seri sebelumnya.
What a bounce back for @88jorgemartin after the #CatalanGP disappointment 💪#ItalianGP 🇮🇹 pic.twitter.com/YW2BYoTGuq
— MotoGP™🏁 (@MotoGP) May 31, 2026
Ia disambut hangat oleh para kru dan jajaran ofisial Aprilia, bahkan terlihat saling berpelukan sebagai bentuk apresiasi atas hasil positif yang diraih di Mugello.
Suasana ini mencerminkan hubungan yang kembali solid antara pembalap dan tim.
Momen tersebut sangat kontras dengan apa yang terjadi di GP Catalunya. Saat itu, Jorge Martin berada dalam kondisi emosional setelah mengalami insiden besar di tengah balapan.
Ia sedang berada di posisi kedua di belakang Pedro Acosta sebelum kemudian insiden tak terduga terjadi pada lap ke-13.
Dalam kejadian itu, Martin ditabrak dari belakang oleh Raul Fernandez, yang membuat kedua pembalap terjatuh di lintasan.
Akibat insiden tersebut, Martin tidak dapat melanjutkan balapan dan dinyatakan gagal finis. Sementara itu, Fernandez masih diperbolehkan melanjutkan lomba oleh pengawas balapan.
Situasi semakin memanas ketika Jorge Martin kembali ke garasi tim. Ia terlihat memberikan tepuk tangan bernada sarkas kepada para kru Aprilia, yang kemudian memicu ketegangan di dalam paddock.
Beberapa anggota tim mencoba menenangkannya, termasuk dengan mendekat dan memberi gestur menenangkan kepada sang pembalap.
Namun, emosi saat itu sempat tak terkendali hingga terjadi dorongan kepada salah satu kru, Paolo Bonora. Insiden tersebut menjadi sorotan karena menunjukkan tekanan besar yang dialami pembalap di tengah persaingan ketat musim ini.
Setelah kejadian tersebut, Jorge Martin kemudian menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh anggota tim Aprilia, termasuk Paolo Bonora. Permintaan maaf itu diterima dan menjadi titik awal perbaikan hubungan internal di dalam tim.
Perubahan suasana yang terlihat di MotoGP Italia 2026 pun menjadi bukti bahwa situasi telah berbalik arah. Kini,
Jorge Martin kembali menunjukkan sisi profesionalnya dengan merayakan hasil positif bersama tim, setelah sebelumnya sempat diwarnai insiden emosional di Catalunya.
Di Mugello, kerja sama solid Aprilia kembali terlihat ketika Marco Bezzecchi dan Jorge Martin berhasil membawa pulang hasil maksimal untuk tim. Momen ini juga memperkuat posisi Aprilia dalam persaingan konstruktor musim 2026.
Dengan hasil tersebut, Jorge Martin seolah menutup babak panas di Catalunya dan membuka lembaran baru yang lebih stabil bersama Aprilia, sekaligus menegaskan bahwa dinamika emosional di paddock bisa berubah drastis dalam waktu singkat di dunia MotoGP.











