GP Nesia – CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, melontarkan pandangan tegas setelah rangkaian kecelakaan besar mewarnai MotoGP Catalunya 2026 di Barcelona.
Menurut Massimo Rivola, pembalap KTM Pedro Acosta seharusnya tidak mendapatkan kesempatan untuk kembali melanjutkan balapan setelah insiden awal yang memicu bendera merah.
Komentar Massimo Rivola muncul ketika pihak penyelenggara masih menunggu keputusan mengenai kondisi Pedro Acosta pasca-insiden serius dengan Álex Márquez.
Dalam kecelakaan tersebut, Acosta yang berada tepat di belakang Márquez menjadi pembalap yang mengalami cedera paling signifikan.
Berbicara langsung kepada Sky Sport dari pit lane, Massimo Rivola memberikan penilaian mengenai kecelakaan yang melibatkan dua pembalap Spanyol tersebut.
Ia menilai peristiwa itu kembali memperlihatkan betapa besar risiko yang dihadapi para pembalap MotoGP di setiap tikungan.
“Hari seperti ini membuat kita semakin memahami apa yang dilakukan para pembalap dan betapa kita sering menganggap hal itu biasa saja. Mereka adalah atlet luar biasa yang mempertaruhkan nyawa setiap saat di lintasan. Kita terkadang melupakan kenyataan tersebut,” ujar Rivola.
Meski tetap menghormati para pembalap, Rivola menilai regulasi terkait restart balapan perlu dikaji ulang.
Ia menyoroti fakta bahwa insiden yang melibatkan Pedro Acosta menjadi penyebab dikibarkannya bendera merah pada balapan tersebut.
“Dalam balapan normal, dia seharusnya sudah tidak melanjutkan lomba. Menurut saya, seorang pembalap yang menyebabkan keluarnya bendera merah, bahkan jika itu terjadi karena masalah teknis di luar kendalinya, seharusnya tidak diperbolehkan ikut restart,” kata Massimo Rivola.
Ia juga menegaskan bahwa komentarnya tidak memiliki unsur personal terhadap pembalap muda KTM tersebut. “Saya tidak memiliki masalah dengan Pedro. Kecelakaan yang dialami Alex pada situasi itu memang sulit dihindari,” lanjutnya.
Setelah balapan dimulai kembali, insiden lain kembali terjadi dan kali ini melibatkan Johann Zarco, Pecco Bagnaia, serta Luca Marini di tikungan pertama.
Zarco menjadi pembalap yang paling terdampak dalam kecelakaan tersebut setelah kehilangan kendali motornya.
Motor Zarco kemudian menyentuh motor milik Marini dan Bagnaia. Dalam momen yang menegangkan itu, kaki Zarco dilaporkan sempat terjepit di bawah Ducati milik Bagnaia.
Situasi tersebut membuat suasana lintasan berubah mencekam, terutama ketika kamera televisi memperlihatkan Bagnaia dan Marini berteriak meminta bantuan karena melihat Zarco tidak mampu bergerak.
Saat balapan kembali dihentikan dan memasuki restart ketiga sekaligus terakhir, Sky Sport kembali meminta komentar dari Massimo Rivola di area pit lane.
Ia menyebut kecelakaan yang menimpa Zarco bahkan lebih mengkhawatirkan dibanding insiden sebelumnya.
“Kecelakaan Zarco lebih buruk. Saya pikir pendekatan para pembalap pada restart tadi kurang tepat. Setelah kecelakaan besar seperti yang dialami Alex, saya berharap seluruh pembalap bisa lebih tenang,” ujarnya.
Massimo Rivola juga meminta race direction bertindak lebih tegas demi keselamatan pembalap. Menurutnya, keinginan menghadirkan tontonan menarik tidak boleh mengorbankan faktor keamanan di lintasan.
“Kita tentu ingin pertunjukan balapan tetap menarik, tetapi beberapa kecelakaan terjadi karena dorongan untuk segera memulai kembali balapan. Saya rasa diperlukan arahan balapan yang lebih ketat demi keselamatan para pembalap,” tutupnya.







