GPNesia.com – Pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi akhirnya mampu mengakhiri rangkaian hasil buruknya pada balapan sprint MotoGP Prancis 2026 setelah meraih podium ketiga di Sirkuit Le Mans, Sabtu (9/5).
Hasil tersebut menjadi podium sprint pertama musim ini bagi Marco Bezzecchi sekaligus jawaban atas tekanan yang terus menghantuinya sepanjang awal kompetisi.
Sebelumnya, pemimpin klasemen sementara MotoGP 2026 itu tampil sangat kuat dalam balapan utama hari Minggu dengan mencatat tiga kemenangan dari tiga seri pembuka musim.
Selain itu, ia juga berhasil finis posisi kedua pada Grand Prix Spanyol. Meski tampil impresif di balapan utama, performanya dalam sprint race justru jauh dari harapan.
Catatan buruk pada sprint membuat keunggulan poin pembalap Aprilia tersebut tidak pernah benar-benar aman.
Dari empat sprint race pertama musim ini, Bezzecchi gagal meraih poin dalam tiga kesempatan. Situasi itu membuat persaingan papan atas klasemen semakin ketat menjelang seri-seri berikutnya.
Pada sprint MotoGP Prancis di Le Mans, Marco Bezzecchi sempat menunjukkan performa menjanjikan setelah memimpin balapan pada fase awal.
Namun, kesalahan di Tikungan 7 pada lap ketiga membuat posisinya direbut Francesco Bagnaia atau Pecco Bagnaia.
Setelah kehilangan posisi, Bezzecchi mengaku mengalami kesulitan besar dalam mengendalikan bagian depan motor Aprilia miliknya.
“Yah, awalnya saya memang merasa tidak enak badan,” ujar Bezzecchi usai balapan.
“Bagi saya, bagian depan agak bermasalah.”
“Jadi, inilah mengapa saya membuat kesalahan ini di Turn 7 yang membuat Bagnaia lolos.”
Ia menjelaskan bahwa kendala tersebut terus dirasakan hingga balapan berakhir. Bahkan, beberapa kali ia hampir kembali melakukan kesalahan saat mencoba menjaga ritme di belakang Bagnaia.
“Tapi saya juga melakukan beberapa manuver lagi selama sisa sprint ketika saya berada di belakang Pecco,” katanya.
“Jadi, mustahil bagi saya untuk tetap bersamanya.”
Meski demikian, pembalap asal Italia itu tetap bersyukur mampu mempertahankan posisi podium dan menjauh dari tekanan Pedro Acosta yang terus membayangi dari belakang.
“Untungnya, itu sudah cukup untuk lolos dari Pedro.”
“Hasil ini membuat saya puas karena akhirnya mendapatkan hasil bagus juga pada hari Sabtu.”
Bezzecchi juga mengungkapkan bahwa kegagalannya dalam sprint race selama awal musim terus menjadi beban pikiran setiap kali berada di rumah. Oleh sebab itu, podium di Le Mans terasa sangat emosional baginya.
“Itu adalah sesuatu yang selalu menghantui saya setiap hari di rumah. Jadi, hari ini akhirnya terasa menyenangkan,” ungkap Marco Bezzecchi.
Sementara itu, rekan setimnya di Aprilia Racing, Jorge Martin, tampil luar biasa dalam sprint MotoGP Prancis. Memulai balapan dari posisi kedelapan di grid, Martin langsung melesat ke depan dan merebut posisi terdepan di tikungan Dunlop pada lap pertama.
Setelah mengambil alih pimpinan lomba, Martin terus menjaga konsistensi kecepatan dan memperlebar jarak dari para rivalnya hingga menyentuh garis finis sebagai pemenang. Kemenangan tersebut menjadi kemenangan sprint kedua musim ini bagi juara dunia 2024 itu.
Hasil sprint di Le Mans juga membuat persaingan klasemen semakin panas. Jorge Martin kini hanya terpaut enam poin dari Bezzecchi menjelang balapan utama Grand Prix Prancis yang akan berlangsung pada hari Minggu.
Dengan hasil ini, tekanan terhadap Bezzecchi dipastikan belum berakhir. Namun podium sprint di Le Mans setidaknya menjadi sinyal bahwa dirinya mulai menemukan solusi atas masalah yang selama ini mengganggu performanya pada balapan hari Sabtu.







