Alex Marquez Akui Ducati GP26 Sulit Dapat Cengkeraman di Sprint MotoGP Prancis 2026

Avatar photo
Alex Marquez

GPNesia.com – Pembalap Alex Marquez mengungkapkan bahwa motor Ducati Desmosedici GP26 miliknya mengalami kesulitan mendapatkan cengkeraman ban belakang dalam kondisi cuaca panas saat sprint MotoGP Prancis 2026 di Sirkuit Le Mans.

Situasi tersebut disebut menjadi salah satu faktor yang membuat performanya tidak maksimal sepanjang balapan pendek hari Sabtu.

Datang ke Le Mans dengan kepercayaan diri tinggi setelah meraih kemenangan dominan pada Grand Prix Spanyol dua pekan sebelumnya, Alex Marquez justru menghadapi akhir pekan yang jauh lebih sulit di Prancis.

Le Mans memang bukan lintasan yang bersahabat bagi pembalap Gresini Racing itu dalam beberapa musim terakhir, dan situasi kembali terulang setelah dirinya mengalami kecelakaan ketika sesi kualifikasi berlangsung.

Insiden tersebut membuat Alex Marquez harus memulai sprint race dari posisi ke-10 di grid. Dalam balapan, ia hanya mampu menyelesaikan lomba di urutan kedelapan dengan selisih 6,6 detik dari pemenang sprint, Jorge Martin, yang tampil bersama tim Aprilia Racing.

Usai sprint race, Alex Marquez tidak mencari alasan atas hasil yang diraihnya. Pembalap asal Spanyol itu justru mengambil tanggung jawab penuh atas kecelakaan saat kualifikasi yang menurutnya menjadi penyebab utama dirinya kehilangan peluang start dari baris depan.

Dalam keterangannya seperti dikutip dari Crash.net, ia menjelaskan bahwa kesalahan terjadi di awal lap cepat ketika dirinya kehilangan kendali bagian depan motor.

“Memang sulit, tetapi terutama karena saya melakukan kesalahan itu sendiri di sesi kualifikasi yang membuat kami gagal memulai setidaknya dari baris kedua; saya pikir itu lebih dari mungkin,” ujar Alex Marquez.

Ia kemudian membeberkan detail kecelakaan yang dialaminya di sesi penentuan grid tersebut.

“Tapi saya melakukan kesalahan besar di tikungan satu dan dua, dan saya mempertahankan kecepatan yang sama di tikungan tiga, dan tiba-tiba saya kehilangan kendali bagian depan motor.”

“Aku tidak menyangka, jadi agak sulit. Hanya itu saja,” lanjutnya.

Selain mengakui kesalahan pribadi, Alex Marquez juga menilai ada persoalan teknis yang cukup mengganggu performa Ducati GP26 miliknya, terutama ketika temperatur lintasan meningkat.

Menurutnya, masalah utama ada pada minimnya cengkeraman ban belakang yang terasa semakin jelas ketika sprint race berlangsung dalam cuaca panas.

“Maksud saya, kami kekurangan, terutama saat suhu sangat tinggi, cengkeraman ban belakang, yang merupakan masalah utama kami,” katanya.

“Dan saya lebih kesulitan saat sprint.”

Meski demikian, pembalap Gresini Racing tersebut tetap melihat sisi positif dari performanya di Le Mans. Ia menilai kecepatan dasarnya masih cukup kompetitif untuk bersaing memperebutkan podium pada balapan utama jika tim mampu menemukan peningkatan kecil pada setelan motor.

“Namun kecepatannya sebenarnya tidak terlalu buruk, jadi untuk besok jika kita sedikit meningkatkan performa dan mampu meningkatkan waktu sepersepuluh, satu setengah persepuluh detik per putaran, maka saya rasa kita memiliki kecepatan yang bagus,” jelasnya.

Masalah yang dialami Alex Marquez di Le Mans menjadi kontras dengan performa pembalap Ducati pabrikan, Francesco Bagnaia, yang sukses merebut pole position dan mengakhiri sprint race di posisi kedua.

Sementara itu, kakak Alex, Marc Marquez, memulai balapan dari posisi kedua di grid. Namun, Marc mengalami kesulitan sepanjang sprint sebelum akhirnya terjatuh keras pada lap menjelang finis. Insiden tersebut membuatnya mengalami patah tulang di kaki kanan.

Tim Ducati Lenovo Team kemudian mengonfirmasi bahwa Marc Marquez dipastikan absen pada Grand Prix Prancis hari Minggu serta Grand Prix Catalunya pekan depan.

Add as preferred source on Google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *