GPNesia.com – Ducati menilai persaingan gelar juara dunia MotoGP 2026 masih terbuka lebar, namun performa impresif pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi, yang terus memimpin setiap lap balapan Grand Prix dinilai mulai menimbulkan kekhawatiran tersendiri.
Situasi ini turut mendapat sorotan dari Marc Marquez, yang melihat rival-rivalnya dari Aprilia saat ini menjadi ancaman paling serius di klasemen sementara.
Bezzecchi tampil luar biasa sejak akhir musim 2025. Pembalap asal Italia berusia 27 tahun itu menutup musim lalu dengan dua kemenangan beruntun, sebelum melanjutkan tren positifnya pada awal 2026 dengan menyapu bersih tiga kemenangan dari tiga seri pembuka.
Lebih mencengangkan lagi, ia telah memimpin 121 lap Grand Prix secara beruntun, sebuah catatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam beberapa musim terakhir.
Di sisi lain, Marc Marquez masih belum menemukan performa terbaiknya musim ini. Sang juara bertahan belum sekalipun finis di podium dalam tiga seri yang telah berlangsung.
Hasil terbaiknya sejauh ini hanya finis di posisi keempat pada Grand Prix Brasil. Pada balapan tersebut, peluang podium sebenarnya sempat terbuka, namun kondisi lintasan di Goiania yang mulai rusak membuat Marquez melebar di area marbles sehingga harus merelakan posisinya direbut Fabio Di Giannantonio.
Nasib kurang beruntung juga dialami Marquez pada seri pembuka di Thailand. Ia harus gagal finis akibat masalah ban bocor yang memaksanya keluar dari balapan lebih awal.
Kondisi tersebut membuat posisinya di klasemen sementara tertinggal 36 poin dari Bezzecchi, meski rivalnya itu juga beberapa kali mengalami insiden di balapan Sprint.
Bezzecchi sendiri tercatat sempat terjatuh ketika sedang memimpin Sprint di Buriram, serta kembali mengalami crash saat berada di posisi kedua Sprint di Texas.
Namun performa dominannya di balapan utama tetap membuatnya kokoh di puncak klasemen dengan 81 poin. Ia unggul empat poin dari rekan setimnya di Aprilia, Jorge Martin, yang tampil konsisten dengan dua kali finis kedua di Brasil dan Amerika. Sementara itu, Marc Marquez harus puas berada di posisi kelima klasemen dengan total 45 poin.
Dengan musim yang baru berjalan tiga seri, peluang gelar juara masih dianggap terbuka. Namun menjelang Grand Prix Spanyol di Jerez, Marquez mengakui bahwa situasi saat ini mulai mengarah pada dominasi Aprilia, terutama Bezzecchi yang tampil tanpa cela di balapan utama.
“Sekarang kami memang cukup jauh tertinggal. Ada jarak 36 poin hanya dari tiga balapan. Mereka sudah membangun keunggulan yang besar, tetapi musim masih panjang dan segalanya masih bisa terjadi,” ujar Marc Marquez dalam pernyataannya yang dikutip Motorsport.com.
Ia juga menyoroti konsistensi Bezzecchi yang selalu memimpin setiap lap pada balapan Minggu sebagai faktor paling mengkhawatirkan. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan betapa kuatnya paket Aprilia saat ini.
“Yang paling mengkhawatirkan adalah Bezzecchi selalu memimpin setiap lap di balapan utama. Itu menunjukkan level mereka saat ini. Jadi kami harus berusaha menghentikan para favorit, dan saat ini kandidat utama juara adalah Aprilia bersama Bezzecchi dan Martin,” lanjutnya.
Meski demikian, Marc Marquez tidak terlalu optimistis bisa langsung bersaing untuk kemenangan di Jerez. Ia masih dalam proses pemulihan cedera bahu yang belum sepenuhnya pulih, ditambah kondisi lengannya yang masih memiliki luka lecet cukup besar akibat kecelakaan di Circuit of the Americas (COTA).
Dalam insiden tersebut, Marquez sempat terlempar jauh ke area gravel pada tikungan 10 saat sesi latihan pertama Grand Prix Amerika 2026. Motor GP26 yang dikendarainya kehilangan grip setelah menghantam permukaan lintasan yang tidak rata, bahkan sempat mendekati air fence sebelum akhirnya terhenti.
Dengan situasi tersebut, tantangan yang dihadapi Marc Marquez pada seri-seri awal musim ini tidak hanya berasal dari persaingan ketat di lintasan, tetapi juga kondisi fisik yang belum sepenuhnya ideal untuk bertarung di level tertinggi MotoGP.
