GPNesia.com – Francesco Bagnaia menurunkan ekspektasi terhadap kemungkinan hadirnya peningkatan besar pada paket Ducati yang akan digunakan pada MotoGP Spanyol 2026 akhir pekan ini.
Meski demikian, ia mengisyaratkan bahwa sejumlah suku cadang baru kemungkinan baru akan tersedia pada sesi tes pasca-balapan yang dijadwalkan berlangsung pada hari Senin.
Dalam keterangannya kepada Sky Italia, Francesco Bagnaia menegaskan bahwa tim tidak akan banyak bereksperimen selama rangkaian akhir pekan balapan di Jerez.
Fokus utama, menurutnya, justru mengarah pada pengembangan yang lebih nyata di sesi uji coba setelah balapan.
“Untuk saat ini, tampaknya kami tidak akan banyak melakukan pengujian selama akhir pekan balapan, tetapi kami akan memiliki sesuatu dalam tes,” ujar Bagnaia kepada Sky Italia.
Ia menambahkan bahwa detail teknis dari komponen baru tersebut masih belum sepenuhnya ia ketahui.
Namun, harapannya cukup jelas: setiap pembaruan yang datang harus mampu membawa arah pengembangan motor ke jalur yang lebih sesuai dengan kebutuhan tim.
“Saya tidak tahu persis apa yang akan datang, tetapi saya hanya berharap itu adalah sesuatu yang membantu kami menuju arah yang kami butuhkan,” lanjutnya seperti GP Nesia kutip dari Crash.
Persaingan Klasemen Semakin Ketat
Sementara itu, peta persaingan kejuaraan dunia MotoGP musim ini menunjukkan dinamika yang cukup ketat sejak rangkaian balapan di luar Eropa.
Pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi dan Jorge Martin, saat ini berada di posisi teratas klasemen setelah tampil konsisten pada seri-seri awal.
Di belakang keduanya, Pedro Acosta dari KTM menempati posisi ketiga dan terus menekan dua pemimpin klasemen tersebut dengan performa yang stabil.
Dari kubu Ducati, Fabio di Giannantonio menjadi pembalap dengan posisi terbaik sejauh ini dengan berada di peringkat keempat.
Ia unggul dari juara bertahan Marc Marquez, yang sejauh musim ini baru mencatat satu kemenangan pabrikan melalui sprint race di Brasil.
Marc Marquez sendiri masih berusaha menemukan konsistensi bersama timnya, meskipun statusnya sebagai juara bertahan membuat ekspektasi terhadap dirinya tetap tinggi.
Posisi Sulit Francesco Bagnaia di Awal Musim
Di sisi lain, Francesco Bagnaia datang ke Jerez dengan posisi yang belum ideal di klasemen sementara.
Ia hanya menempati peringkat kesembilan, sebuah situasi yang menunjukkan adanya tantangan dalam adaptasi dan konsistensi performa sejak awal musim.
Francesco Bagnaia secara terbuka mengakui bahwa ia memahami betul kapasitas dan potensi dirinya sebagai pembalap.
Ia menegaskan bahwa ketika peluang muncul, dirinya masih mampu bersaing di barisan depan, dan hal itu menurutnya sudah terbukti dari hasil-hasil sebelumnya.
“Saya sangat mengenal potensi saya, saya tahu persis di mana saya bisa berada,” ujar Bagnaia.
Ia juga menyebut bahwa dalam dua musim terakhir, dirinya menghadapi kesulitan dalam mengekstraksi performa maksimal dari motor yang ia gunakan, termasuk karakter GP25 dan GP26 yang menurutnya tidak memberikan ruang cukup untuk tampil bebas.
“Selama dua tahun ini saya berjuang: DNA GP25 dan GP26 yang sebenarnya mirip tidak memungkinkan saya mengekspresikan diri sepenuhnya,” ungkapnya.
Menurutnya, gaya balap yang selama ini menjadi kekuatan utamanya, terutama dalam pengereman keras dan masuk tikungan, tidak lagi dapat dimaksimalkan dengan paket motor saat ini.
“Saya selalu berkendara dengan sangat defensif dan tidak sepenuhnya percaya pada motor ini, dan itu membuat saya tidak bisa melaju cepat,” tambahnya.
Lebih jauh, Francesco Bagnaia menjelaskan bahwa ia bahkan harus mengubah total sistem pengeremannya, sesuatu yang berdampak besar terhadap performa dan rasa percaya dirinya di atas motor.
“Selain itu, kekuatan saya yang biasanya ada pada pengereman dan masuk tikungan tidak bisa lagi saya manfaatkan dengan motor ini,” katanya.
Ia menilai perubahan tersebut justru menjadi salah satu faktor pembatas terbesar dalam performanya saat ini.
Bagnaia berharap arah pengembangan motor bisa kembali mendekati karakter yang ia miliki pada musim 2024, ketika motor lebih sesuai dengan gaya balapnya.
“Saya sudah mengubah sistem pengereman secara total, dan itu sangat membatasi saya. Saya hanya berharap kami bisa kembali ke arah seperti tahun 2024, dengan motor yang memang dirancang untuk itu,” ujarnya.
Ia juga menyoroti bahwa sejumlah pembalap lain turut mengeluhkan hal serupa, sehingga ia berharap sesi tes mendatang bisa menjadi titik balik untuk menemukan solusi teknis yang lebih tepat.
“Saat ini ada pembalap lain yang mengeluhkan hal yang sama, dan saya berharap kami bisa mencoba sesuatu ke arah itu pada tes nanti,” tutupnya.
