GPNesia.com – Marc Márquez finis di posisi ketujuh bersama Ducati Lenovo Team pada ajang MotoGP Italia 2026 yang digelar di Sirkuit Mugello, Minggu (31/5).
Hasil ini menjadi sorotan karena menunjukkan bahwa Marc Márquez masih berjuang keras untuk kembali ke performa terbaiknya setelah periode pemulihan panjang.
Dalam balapan yang dikenal sangat menuntut fisik tersebut, pembalap asal Spanyol itu mengakui secara terbuka bahwa keterbatasan tubuhnya masih sangat memengaruhi performa di lintasan.
Ia menyebut bahwa kekurangan tenaga, terutama saat melibas tikungan kanan, menjadi hambatan terbesar yang sulit ia atasi sepanjang lomba.
Kembalinya Marc Márquez ke grid MotoGP di Mugello justru memunculkan lebih banyak pertanyaan dibanding jawaban.
Setelah absen pada dua seri sebelumnya akibat menjalani operasi ganda pada bahu dan kaki, ia akhirnya kembali turun balap dengan hasil yang terbilang stabil namun belum kompetitif sepenuhnya.
Ia menutup sesi sprint race di posisi kelima, sebelum akhirnya finis ketujuh pada balapan utama Grand Prix Italia.
Meski hasil tersebut tidak buruk, performa itu sekaligus memperlihatkan bahwa sang juara dunia masih belum sepenuhnya pulih.
Dalam sejumlah pernyataannya, Marc Márquez bahkan mengakui bahwa kondisi fisiknya saat ini mungkin tidak akan pernah kembali seperti masa kejayaannya dahulu.
Ia menjelaskan bahwa cedera pada kaki sebenarnya bukan masalah utama. Menurutnya, jika hanya kaki yang bermasalah, ia sudah bisa kembali tampil lebih cepat pada balapan sebelumnya.
Namun, situasi berbeda terjadi pada bahunya yang pernah menjalani beberapa kali operasi dan masih menyisakan efek jangka panjang.
“Patah tulang kaki tidak sebanding dengan cedera bahu. Jika hanya kaki yang cedera, saya sudah bisa kembali lebih cepat. Kaki saya memang belum 100 persen, tapi itu bukan hambatan utama,” demikian gambaran pengakuan Márquez terkait kondisi tubuhnya.
Masalah utama justru terletak pada bahu dan kekurangan tenaga saat menghadapi tekanan tinggi di lintasan.
Di Sirkuit Mugello yang dikenal dengan kombinasi tikungan cepat dan perubahan arah yang intens, kelemahan tersebut menjadi semakin terlihat jelas.
Terutama pada tikungan kanan, di mana bahu yang pernah dioperasi harus bekerja lebih keras menahan beban motor.
Kesulitan pada tikungan kanan sebenarnya bukan hal baru bagi Marc Márquez. Sejak insiden cedera lengan kanan pada 2020 yang berujung pada beberapa kali operasi, ia memang kerap menghadapi tantangan di sisi tersebut.
Namun di Mugello, tekanan fisik yang ekstrem membuat masalah itu semakin terasa dan berdampak langsung pada ritme balapnya.
Dalam jalannya lomba, ia bahkan sempat terlibat duel dengan Pedro Acosta untuk perebutan posisi keempat.
Namun seiring berjalannya waktu, kondisi fisik yang terkuras membuatnya harus merelakan posisi tersebut dan akhirnya turun hingga finis di urutan ketujuh.
Pada usia 33 tahun, Marc Márquez mulai secara terbuka menyadari bahwa perjalanan untuk kembali menjadi penantang juara mungkin tidak lagi secepat yang diharapkan.
Ia menilai bahwa masa-masa terbaiknya bisa saja sudah berada di belakang, meskipun ia belum ingin mengakhiri kariernya.
“Bisa jadi tahun-tahun terbaik saya sudah lewat. Tapi saya masih ingin melanjutkan. Tujuan saya adalah memperpanjang karier,” ungkapnya dengan nada realistis.
Meski demikian, pembalap asal Cervera yang telah menandatangani kontrak dua musim tambahan bersama Ducati Lenovo Team itu tetap menunjukkan tekad untuk terus bertahan di level tertinggi.
Ia menyadari bahwa tubuhnya kini memiliki batasan yang tidak bisa dipaksakan secara berlebihan.
“Saya tahu tidak bisa memaksakan diri terlalu keras, tapi saya juga tidak ingin menyerah,” menjadi gambaran sikapnya menghadapi situasi saat ini.
Dengan kondisi tersebut, kiprah Marc Márquez di sisa musim MotoGP 2026 akan terus menjadi perhatian, terutama terkait sejauh mana ia mampu beradaptasi dengan keterbatasan fisik yang masih menghantuinya, sekaligus menjaga konsistensi di tengah persaingan ketat kelas utama.






